Showing posts with label Wabah Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Wabah Penyakit. Show all posts

Warga Jayakerta Meninggal Akibat DBD

Tuesday, August 4, 2009

JAYAKERTA, RAKA - Lagi, warga RT 02/01, Desa Medang Asem, Kecamatan Jayakerta Ujang Mulyana (21) meninggal dunia akibat DBD (Demam Berdarah Dengue). Dengan kejadian tersebut, kepala desa setempat langsung meminta Puskesmas Medangasem untuk melakukan fogging, di beberapa dusun seperti Dusun Krajan, Cilogo Barat dan Cilogo Timur.
 
Sebelum meninggal dunia pada Jumat (31/7), Ujang sempat di tolong Puskesmas Medangasem, tapi dia meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Karawang, sementara orang tua Ujang, Wiryo (54) hanya pasrah menerima kenyataan yang dialaminya. Kepala Desa Medang Asem, Dul Hasan awalnya meragukan Ujang meninggal terserang DBD, sepengetahuannya, Ujang mengidap penyakit paru-paru. "Sepengetahuan saya, Ujang mengidap penyakit paru paru," jelasnya.

Dengan kejadian itu, kades mengintruksikan kepada aparatnya agar meningkatkan kebersihan di lingkungan masing-masing dan meminta warga untuk proaktif membersihkan tempat-tempat yang terindikasi sebagai sarang nyamuk. Di tempat terpisah, Kepala UPTD Puskesmas Medangasem, Kecamatan Jayakerta, Eko Susanto SKM mengatakan, selain fogging, membasmi Aides Aigepty harus dengan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), ini harus dilakukan semua pihak aparat desa beserta masyarakat.

Beberapa hari ini, Puskesmas Medangasem melakukan penyuluhan dan akan memberikan obat abate kepada masyarakat sebagai pencegahan perkembang biakan nyamuk belang. "Selain sudah melakukan fogging, warga harus melakukan PSN untuk menghindari penyebaran wabah penyakit dari tempat bersarangnya nyamuk tersebut," ujarnya. (spn)

KLB Dengklok Selatan Perlu Ditangani Serius

Wednesday, April 22, 2009


RENGASDENGKLOK, RAKA - Penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) di Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok terjadi secara beruntun. Setelah Nana Permana warga Dusun Rengasjaya I, disusul Piping Erklina (28) di dusun yang sama RT 52/11 menderita sakit serupa, keduanya dibawa bersamaan ke RSUD Karawang, kemarin pagi.
 
Ibu rumah tangga ini diketahui menderita DBD kemarin pagi, setelah tes darah di RS Proklamasi, dia dinyatakan positif DBD, kemudian dia bersama Nana dibawa mobil ambulan ke RSUD Karawang untuk pengobatan lebih lanjut. Selama wabah berbahaya ini terjadi, Kaur Kesra Rengasdengklok Selatan, Trusto Suwarji menjelaskan, desanya sudah melakukan PSN hampir tiap minggu di masing-masing dusun. Cuma, setiap pihak desa mengajukan fogging, Dinas Kesehatan lambat merespon.
 
Contohnya, lanjut Trusto, Dusun Bojong Karya II, sejak enam bulan lalu mengajukan fogging, hingga kini belum direalisasikan, "Justru, setelah pihak desa melakukan koordinasi dengan dusunnya masing-masing untuk melaksanakan PSN, pihak puskesmas pun harus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, supaya penanganan wabah penyakit ini bisa diselesaikan," ujarnya.
 
Diketahui, beberapa warga Rengasdengklok Selatan mulai terjangkit DBD sejak akhir tahun 2008, ketika musim hujan turun. Hingga kini, penderita DBD terus bertambah, korban yang meninggal dua orang, penderitanya sebanyak 9 orang. Jumlah itu dianggap telah membuat masyarakat setempat resah. Meski pihak desa telah banyak melakukan penangannnya, tapi seolah tidak didukung Dinas Kesehatan untuk memberantas wabah DBD di desa ini.
 
 
Jadi, KLB (Kejadian Luar Biasa) di Rengasdengklok Selatan harus mendapat penanganan serius dari Dinas Kesehatan yang diawali dari puskesmas setempat. Melihat wabah yang sering terjadi di desa ini, harusnya puskesmas memiliki alat diagnosa DBD, karena selama ini perawat puskesmas selalu mengklaim pasien yang masuk ruang perawatan mengidap sakit 'typus', tapi setelah didiagnosa ke RS Proklamasi, diketahui pasien itu mengidap DBD. (spn)

Apa pendapat Anda tentang berita ini? komentar berita Secara otomatis, komentar yang ditulis akan masuk pada dinding Facebook Anda.
 
 
 
 
Copyright © BeritaKarawang.com | Space iklan logo Rp 200 ribu sebulan
Karawang, Jawa Barat, Indonesia, 085691309644, beritakarawang@gmail.com | Asep Saepudin Hasan