Showing posts with label nelayan. Show all posts
Showing posts with label nelayan. Show all posts

Banyak Perahu Nelayan Ditabrak Kapal Laut PT. Pertamina

Wednesday, November 11, 2009


BeritaKarawang.com - Tidak sedikit nelayan yang bercerita banyak diantara perahu mereka yang ditabrak kapal laut PT. Pertamina di tengah laut, bahkan ada yang sampai meninggal dunia.


Seperti dituturkan nelayan asal Indramayu, Dede (38), Rabu (11/11/2009) siang, temannya meninggal pada tahun 2008 lalu saat kapal laut Pertamina menghantam perahunya yang sedang menjaring ikan. "Ganti ruginya cuma sedikit," tukasnya.


Hal serupa diungkapkan beberapa nelayan lainnya asal Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, mereka menganggap nakoda Pertamina lalai dan kurang memperhatikan perahu-perahu kecil di sekelilingnya.


Tabrakan ini sering terjadi malam hari, meski nelayan sudah memberi peringatan dengan mengayunkan lampu, tetap saja kapal Pertamina melaju kencang dan menabrak perahu nelayan hingga tenggelam.


Selain tabrakan, nelayan pun dirugikan kapal tersebut, jaring-jaring ikan yang ditebar banyak yang hancur akibat tersangkut dasar perahu besar itu. Ada yang diganti rugi, tapi kebanyakan nelayan tidak mendapat ganti rugi dari Pertamina.


Menanggapi hal ini, saat pertemuan sosialisasi dengan nelayan di Koperasi Nelayan Sungai Buntu, Rabu (11/11/2009) siang, pihak Pertamina menjawab, harusnya nelayan lebih hati-hati saat melaut dan menghindari kapal-kapal Pertamina yang melintas.


Namun begitu, para nelayan menepisnya jika itu kesalahan nelayan. "Justru kapal Pertamina yang tidak pernah berhati-hati terhadap perahu kecil," teriak seorang nelayan. (*)

Perairan Karawang Dijarah Nelayan Asing

Saturday, August 29, 2009

CIBUAYA, RAKA - Perahu pukat harimau diuber-uber nelayan Cibuaya, karena nelayan pukat harimau ini dianggap menjarah kekayaan bahari laut utara Karawang. Pukat harimau ini sejenis perahu besar dengan perlengkapan lengkap dengan dobel mesin, sedangkan nelayan Karawang pada umumnya hanya perahu kecil dengan satu mesin.
 
Ngatiman (45) nelayan asal Ciparage yang kesehariannya menangkap ikan dan menjual di TPI Sungaibuntu Kecamatan Pedes mengatakan, jika nelayan pukat itu sering menjarah ikan di perairan Karawang maka akan mempengaruhi penghasilan nelayan lokal. "Kita menjaring ikan sedikitnya dapat puluhan kilogram, sedangkan mereka bisa berton-ton," ujarnya.
 
Dengan tertangkapnya perahu pukat harimau di perairan Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya beberapa waktu lalu, nelayan setempat berharap pemerintah Kabupaten Karawang cepat tanggap untuk segera menindak supaya kejadian tersebut tidak terulang lagi. Namun begitu, Kepala Desa Cemarajaya, Young Liem saat dihubungi via handphone terkait kejadiat tersebut mengatakan tidak tahu, padahal beberapa nelayan mengetahui kalau kades sempat menangani penangkapan perahu jaring arad tersebut.
 
Keterangan beberapa warga, perahu pukat harimau itu memiliki ABK (Anak Buah Kapal sebanyak 9 orang, namun sayangnya perahu tersebut dilepas kembali dan tidak ada kepastian yang jelas. Perahu pukat harimau ini diperbolehkan menjaring ikan jauh dari lepas pantai, kalau perahu ini menjaring di pesisir pantai, akibatnya akan mengganggu terumbu karang dan merugikan produksi nelayan kecil, karena sekali menjaring, perahu pukat ini mampu menangkap ikan dalam jumlah besar. Dengan begitu, pantas jika pukat harimau ini diusir-usir nelayan setempat. (spn)

Nelayan Pedes Tidak Melaut Sehari Karena Badai Besar

Tuesday, March 31, 2009


PEDES, RAKA - Sebagian besar nelayan Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes dan nelayan Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar memutuskan tidak melaut sehari karena badai angin yang membahayakan jiwa melanda perairan utara Karawang, Minggu (29/3) sore.

Hingga kemarin, beberapa mengatakan tidak akan melaut terlalu jauh dari daratan, mengingat perubahan cuaca kadang datang tiba-tiba. "Daripada bertaruh nyawa lebih baik tidak usah melaut dulu, memang sekarang ini lagi musim badai," kata seorang nelayan asal Sungaibuntu, Anwar (43).

Diakuinya, sejumlah nelayan lain di Desa Sungaibuntu sejak Minggu (29/3) siang tidak melaut, sambil menunggu musim badai reda, para nelayan memilih berdiam di rumah dan memperbaiki jala dan jaring mereka. "Untuk biaya sehari-hari kami gunakan uang simpanan yang masih ada sedikit," ujarnya.

Cuaca yang tidak menentu ini, membuat sejumlah kapal tangkap ikan milik nelayan yang sebagian besar kapal motor dengan alat tangkap sederhana itu terlihat berlabuh di sepanjang muara sungai, Desa Sungaibuntu. Hal sama dilakukan nelayan Desa Pusakajaya Utara, sejumlah nelayannya istirahat melaut dan memilih mengerjakan jaring tangkapan mereka. "Kalau tidak melaut, kami beres-beres perahu dan memperbaiki jaring ikan," Atmo.

Badai besar pun tidak hanya melanda perairan, di beberapa ruas jalan di beberapa kecamatan, sejumlah pohon dikabarkan tumbang. Badai yang melanda di wilayah Karawang Kota hingga pesisir utara Karawang sempat membuat warga resah, terutama pemukiman yang berdekatan dengan pepohonan. Bahkan, kendaraan pun sulit melaju di jalan raya akibat hempasan angin kencang. (spn)

Apa pendapat Anda tentang berita ini? komentar berita Secara otomatis, komentar yang ditulis akan masuk pada dinding Facebook Anda.
 
 
 
 
Copyright © BeritaKarawang.com | Space iklan logo Rp 200 ribu sebulan
Karawang, Jawa Barat, Indonesia, 085691309644, beritakarawang@gmail.com | Asep Saepudin Hasan