Showing posts with label pemerintahan. Show all posts
Showing posts with label pemerintahan. Show all posts

Kalangsuria Tidak Punya Kades?

Wednesday, November 4, 2009

BeritaKarawang.com - Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok tidak mempunyai kepala desa (kades) sejak Kades Dede Syarif tersandung masalah penyelewengan ADD (Alokasi Dana Desa) tahun 2008 lalu. Hingga kini Kades Kalangsuria tidak jelas.
 
Hal ini diungkapkan beberapa warga setempat, bahkan diantara warga banyak yang tidak mengenal siapa pemimpin desanya. Diketahui, Pjs (Pejabat Sementara) kades sekarang harusnya sudah habis bulan ini, seharusnya pejabat definitif sudah diangkat kembali.
 
 
Namun begitu, pelayanan masyarakat di desa tetap berjalan meski warga mengaku jarang melihat kades ada di kantor desa. "Saya bingung siapa Kades Kalangsuria, karena belum jelas orangnya," tukas warga setempat, Adi (35), Rabu (4/11/2009) siang. (*)

KNM Koreksi Kekurangan dan Potensi Desa

Friday, August 14, 2009

 
KARAWANG NEWS - KNM (Kuliah Nyata Mahasiswa) Unsika (Universitas Singaperbangsa) Karawang merupakan tempat ekpresi mahasiswa untuk mampu mengapilkasikan studi yang mereka dapat di bangku kuliah. Demikian kata Camat Tirtajaya, Drs. Wawan Setiawan kepada KARAWANG NEWS, Kamis (13/8) siang usai Lokakarya KNM Tahun 2009, universitas tersebut di Kecamatan Tirtajaya.
 
KNM yang dilakukan mahasiswa Ilmu Hukum, Manajemen, Pendidikan Luar Sekolah, Agroteknologi, Pendidikan Agama Islam dan mahasiswa Teknik Industri berakhir 13 Agustus 2009 kemarin, setelah sebelumnya sebulan penuh sebanyak 167 mahasiswa ikut KNM di kecamatan ini. Kata camat, mahasiswa ini telah mengaplikasikan KNM dengan baik di lapangan sesuai jurusan perguruan tinggi. "Ini salah satu pengabdian. Dengan berbagai latar belakang pendidikan, tentunya mereka mengaplikasikan ilmunya di masyarakat dengan cara pandang dari masing-masing sudut," jelasnya.
 
Lebih lanjut, camat menjelaskan, KNM dilakukan di desa mengingat desa merupakan garda terdepan pemerintah, sebanyak 21 bidang dan sektor pemerintahan tumplek di kantor desa. Untuk itu, camat menerima semua masukan dari mahasiswa KNM sebagai bahan masukan untuk melakukan perbaikan pembangunan kedepan. Sementara itu, KNM yang telah dilakukan Mahasiswa Unsika ini dirasa masyarakat sangat positif, hal ini dijelaskan beberapa kepala desa di Tirtajaya.
 
Seperti diungkapkan, Kades Acep Doyok, Tamin Alek, Ade Amung, Durahman dan Kades Bahrudin, peran KNM di desa-desa mereka adalah sebuah koreksi untuk mengetahui kekurangan dan potensi desa. Seperti di Desa Sumur Laban yang memiliki budidaya jamur merang, di Desa Sabajaya ada home industri dompet dan banyak lagi potensi lainnya yang perlu didukung penuh oleh Pemda Karawang. Sedangkan kekurangannya pun tetap menjadi persoalan bersama untuk dituntaskan, diantaranya membangun ekonomi kerakyatan.
 
Diketahui, sebanyak 11 desa di kecamatan ini KNM Unsika Karawang dilaksanakan, mahasiswa telah banyak menemui persoalan-persoalan di desa yang harus diselesaikan pemerintah termasuk mendukung potensi desa. Pada KNM ini, yang ditegaskan para mahasiswa adalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan, diantaranya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), mengingat hampir di tiap desa jarang ada sekolah TK (Taman Kanak-Kanak).
 
"Sesuai dengan program bupati, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi, para mahasiswa ini telah berusaha mengembangkan hal itu di semua desa se-Tirtajaya, kami dibantu mahasiswa karena mereka telah membantu masyarakat," kata Kades Srijaya, Durahman. (*)
 

Camat Batujaya: Lega Seperti Bisul Pecah

Saturday, August 8, 2009

Foto bareng Nurjaman (ketiga dari kiri) dan camat bersama warga.
 
 
BATUJAYA, RAKA - Berakhirnya konflik di Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya dirasa seperti bisul pecah, mengingat konflik pilkades (pemilihan kepala desa) di desa ini sejak tahun 2006 telah membentuk dua kubu yang selalu berseteru. Demikian kata Camat Batujaya, Drs. Dedi Ahdiyat disela acara Isra Mi'raj sekaligus Tasyakur Nikmat kemenangan Nurjaman jadi anggota DPRD Kabupaten Karawang, kemarin.
 
Camat menceritakan, konflik di Desa Karyamulya karena calon kades Nurjaman dikalahkan calon kades Alek, pendukung Nurjaman terus menuntut bahwa pihak Alek curang. Persoalan ini sempat membuat suasana desa itu keruh, bahkan tuntutannya sampai ke pengadilan. Dua kubu yang terbentuk imbas pilkades itu terus berlanjut, hingga di dalam struktur BPD Karyamulya pun ikut terpecah dua kubu. "Nah sekarang persoalan Karyamulya sudah selesai, saya merasa lega seperti bisul pecah, tidak ada lagi beban yang mengganggu pikiran saya selama ini," ucapnya.
 
Kembali bersatunya kedua kubu itu, kata Camat, karena sekarang Nurjaman dan Alek sudah sama-sama menang, sebelumnya Alek menang jadi kades dan kini Nurjaman menang jadi anggota DPRD Karawang dari fraksi Partai Demokrat pada pemilihan calon legislatif beberap waktu lalu. Kememangan ini akan jadi sinergis ketika Nurjaman ikut membangun Desa Karyamulya bersama Alek. Bahkan, sekup pembangunan yang akan dilakukan Nurjaman lebih luas di Dapil (daerah pemilihan) IV Kabupaten Karawang yang terjadi dari beberapa kecamatan.
 
Ketika desa ini masih terpecah dua kubu, camat mengaku takut jika setiap pembangunan yang dilakukan Alek tidak menyentuh semua masyarakat di desanya yang mengakibatkan kubu Nurjaman menganggap pekerjaan Alek pilih kasih. Imbasnya, akan selalu ada efek negatif pada setiap kegiatan di desa ini. Konflik di Karyamulya ini sudah jadi isu Kabupaten Karawang, semua sudah mengetahui persis permasalahn Karyamulya. Bahkan, ada isu yang menginginkan pemekaran Desa Karyamulya. "Meski dimekarkan, tetap saja tidak menyelesaikan masalah, jadi jika menyelesaikan masalah akan selalu timbul masalah baru," jelasnya.
 
Diketahui, pada Pilkades Karyamulya akhir tahun 2006 lalu terjadi kericuhan besar, karena pendukung Nurjaman merasa dicurangi, akhirnya mereka menuntut mundur kades terpilih Alek, yang berimbas pengrusakan kantor desa oleh pendukung Nurjaman. Tak cukup sampai pengrusakan, kesenjangan sosial sangat kentara di desa ini, kedua masyarakat yang terpecah dua ini selalu saling mencurigai. Hingga akhirnya Nurjaman mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.
 
Alhasil, Nurjaman meraih suara sebanyak 4.600 di Dapil IV, di Desa Karyamulya sendiri dia mengantongi 1.800 suara dan mengantarkannya duduk sebagai anggota DPRD Karawang. Dengan kemenangan Nurjaman ini, pendukungnya merasa puas dan lega, hingga akhirnya mereka bicara langsung pada camat untuk tidak lagi merongrong pekerjaan Alek yang selalu mereka tuding salah, karena sosok yang ditokohkannya itu ternyata lebih tinggi kedudukannya dibanding kades. (spn)

KNM UNSIKA Beri Bantuan Pada Warga Makmurjaya

Saturday, August 1, 2009

Agus Suwarsono memberikan simbolis bingkisan pada kades setempat.
 
 
JAYAKERTA, RAKA - KNM (Kuliah Nyata Mahasiswa) Unsika memberikan bantuan kepada masyarakat Di Desa Makmurjaya, Kecamatan Jayakerta, setelah satu bulan penuh mahasiwa ini telah banyak memberi wawasan berbagai ilmu kepada warga setempat.

Diantaranya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Kesehatan Posyandu mengenai ibu hamil dan Balita, juga Ekonomi Kerakyatan tentang UKM pengrajin rajut termasuk memberi keterangan bagaimana cara meningkatkan motivasi supaya usaha masyarakat berkembang. Selain itu, keagamaan pun diajarkan melalui Majlis Ta'lim bagi lanjut usia dan yang terakhir yaitu memberi pemahaman mengenai sanitasi lingkungan dan penghijauan
 
Menurut Ketua Kelompok KNM Unsika di Desa Makmurjaya, Agus Suwarsono, kedatangan dia dan mahasiswa lainnya di desa ini selain melaksanakan program kuliah juga memberikan pengetahuan ilmu kepada masyarakat diantaranya penyuluhan hukum ujarnya. Kata dia, selama satu bulan program ini belum maksimal, tetapi para mahasiswa sudah berupaya agar pengetahuan yang telah diberikan dapat membantu bagi warga masyarakat pedesaan, terutama masyarakat di Desa Makmurjaya.

Pada kesempatan terakhir, sebanyak 15 mahasiswa yang KNM memberikan bingkisan kepada masyarakat Makmurjaya berupa tiga papan nama PAUD Pelangi,Attuyiba dan Miftahul Huda berikut jam diding, juga white bor. Menanggapi hal ini, Kepala Desa Makmurjaya, Mumuh disela sambutannya mengucapkan banyak terima atas bantuan yang telah di berikan para mahasiswa Unsika Karawang baik moril maupun materil kepada masyarakatnya. Dia berharap, program seperti ini tidak hanya sampai disini, tapi bisa berkesinambungan. (spn)

Kades Kutakarya Nyatakan Sikap Terkait Desakan Warga Memintanya Mu ndur

Wednesday, May 27, 2009



KUTAWALUYA, RAKA - Kepala Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Roza Marfin menyangkal kinerja dirinya kurang baik dan sering mangkir dalam tugas. Kades mengaku, tuduhan-tuduhan miring terhadap dirinya itu sangat tidak realistis.
Hal itu diungkapkannya kepada RAKA, Selasa (26/5) siang, dia memang sengaja tidak hadir pada undangan warga, mengingat dirinya sedang sakit. "Saya bukan mangkir dalam tugas, tapi karena saya memang selama ini sedang sakit, makanya saya tidak bisa hadir dalam beberapa pertemuan itu (warga dan BPD, red)," ucapnya.
Bahkan Kades menunjukan bukti tentang surat keterangan sakit yang di keluarkan Rumah Sakit Al Iklas Bekasi dan surat keterangan dari Dr. Idham di Rengasdengklok. Dalam surat itu menerangkan bahwa kades benar-benar sakit dan menderita penyakit typus kronis. "Akibat sakit yang saya alami dalam seminggu ini, saya harus melakukan cek-up dua kali seminggu, karena hal itu sejumlah urusan pemerintahan desa jadi terbengkalai, tapi bukan berarti saya meninggalkannya begitu saja," jelasnya.
Kata Roza, dirinya bahkan sudah menyatakan absen pada petugas di desanya, bahwa dirinya tidak bisa masuk karena sakit. Menanggapi desakan mundur dari warganya, Kades menyatakan dalam waktu dekat ini akan memberikan penjelasan kepada warga tentang kondisinya. Dia berharap, selama pihaknya belum memberikan penjelasan, dia meminta warganya untuk tidak mudah terhasut isu-isu miring terhadap dirinya. "Dalam waktu dekat saya akan jelaskan semuanya kepada warga," katanya.
Mensikapi desakan itu, kades malah berterima kasih kepada para tokoh masyarakat yang telah mengingatkan dan menegur seputar kinerjanya. Dalam era demokrasi, kata Roza, hal seperti ini dipandang perlu sebagai kontrol positif baik dari lembaga maupun tokoh masyarakat sehingga kinerja dan pembangunan pemerintahan desa dapat berjalan dengan baik.
Dan Roza berjanji ia akan berupaya mengikuti keinginan para tokoh masyarakat agar desanya dapat berjalan sesuai keinginan bersama untuk membangun sarana dan infratuktur yang ada. Sebelumnya, Sekertaris BPD Desa Kutakarya, Sakum (54) mengatakan desakan warga yang meminta kades untuk turun sudah menempuh tahap pleno kedua. Bahkan baru-baru ini surat pengajuan permintaan pengunduran diri kades sudah dilayangkan ke Pemda Karawang pada Senin kemarin. (sigit)

Heri, Camat Motivator Pakisjaya

Saturday, August 23, 2008



"Untuk melakukan pemerataan pembangunan daerah, memang seharusnya pemerintah hanya merupakan motivator bagi masyarakatnya, sedangkan pelaksananya yaitu organisasi masyarakat (ormas) atau lembaga hukum. Jadi, dana pembangunan itu dari masyarakat atau ormas, sedangkan pemerintah hanya memotivasi atau hanya sebagai stimulan," kata Camat Pakisjaya, Heri Paryono, kepada RAKA, Minggu (10/8) siang di tempat kerjanya.

Sementara ini, lanjutnya, dana pengembangan masyarakat merupakan anggaran pemerintah dan yang melaksanakan pemerintah. Sedangkan 'stik holder' pemerintahan bergerak untuk mensukseskan pembangunan pemerintah dan mewujudkannya. Misalnya bidang kemasyarakatan dan kepedulian sesama warga, dana diambil dari masyarakat dan yang melaksanakannya yaitu ormas yang didukung. "Jadi yang merealisasikan bukan hanya pemerintah saja, karena pemerintah hanya sebagai penggerak untuk mencapai tujuan, karena pelaksanaannya oleh ormas dan untuk masyarakat. Nah, 'good goverment' di negara ini belum sepenuhnya kita laksanakan," ucapnya.

Dicontohkannya, semisal keberangkatan haji gratis dari infak dan shodaqoh warga Pakisjaya yang telah dia lakukan baru-baru ini, pelakunya adalah masyarakat dengan mengumpulkan dana infak dengan niat ikhlas karena mengharap ridho Allah dan manfaatnya untuk masyarakat sendiri, yaitu mengangkat satu-dua orang warga untuk pergi haji dari dana infak tersebut. Sedangkan pemerintah kecamatan adalah motivator untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

"Saya hanya mengaplikasikan visi Kabupaten Karawang dan Propinsi Jawa Barat yang isinya iman dan taqwa, dengan Rp 12 ribu/tahun, mereka berharap dan berdoa pada Allah agar mendapat kesempatan pergi haji, hanya Rp 12 ribu/tahun dari infak dan shodaqoh itu, iman dan taqwa masyarakat akan bertambah-tambah. Dan kegiatan ini sekaligus mempererat ukuwah Islamiyah," jelasnya.

Saat ini, pelaksanaan tersebut masih jarang, bahkan pemerintah cenderung penyalur dana untuk kepentingan masyarakat. Sedangkan 'good government ini harus melibatkan semua unsur, semisal pihak swasta, masyarakat dan didukung penuh pemerintah. Makanya 'good government' di negeri ini belum berjalan, karena untuk menuju 'good government' ini pemerintah hanya motivator, jadi pelaku utamanya organisasi masyarakat dan partisipasi masyarakat.

Selama ini, kata camat, gagasan pergi haji dari infak dan shodaqoh belum dipresentasikan di Pemda Karawang, padahal kalau program sodaqoh ini diikuti kecamatan lain, maka manfaatnya akan besar. "Karena duit sodaqoh itu lebih bermanfaat untuk haji, dan undian itu sebagai sarana untuk keadilan, bukan undian judi. Dan program haji dari infak ini mengajarkan pada masyarakat, tangan diatas lebih mulia dibanding tangan dibawah, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang selama ini mengajarkan masyarakat kita konsumtif. Untuk melihat program haji gratis ini, saya harap pemerintah tidak hanya berpikir komprehensip, saya ingin masyarakat sadar pentingnya keberdamaan dalam beribadah," katanya. (spn)

Camat Tirtajaya Lantik Pjs Kepala Desa

Friday, July 11, 2008



TIRTAJAYA, RAKA - H. Timan Sukirman Kades Tambak Sumur, Kecamatan Tirtajaya akhirnya dengan sukarela menyerahkan jabatan kepada Pjs Kades Dadan Gandara yang sebelumnya menjabat Kaur Ekbang. Pelantikan berlangsung di Aula Kecamatan Tirtajaya, Jumat (4/7) sekitar pukul 09.00 WIB langsung dilakukan oleh Camat Wawan Setiawan.

Selain Desa Tambak Sumur, Camat Tirtajaya Wawan Setiawan juga melantik Pjs Kades Tambak Sari Bunyamin sebelumnya menjabat Kaur Pemerintahan menggantikan Arum Saepullah HL. Sementara empat desa lagi, yaitu Srijaya, Medan Karya, Pisang Sambo dan Kutamakmur, rencananya akan dilaksanakan pelantikan Pjs pada pertengahan bulan ini. Sedangkan Desa Sumur Laban telah dilantik Pjs pada Maret 2008 karena Kepala Desa Alm. Jakam meninggal karena sakit dan Alm. Jakam ini termasuk Kades 179.

Kata camat, khusus untuk dua desa ini merupakan contoh bagi rekan-rekan desa lainnya, dengan lengsernya kedua mantan kades ini bisa menjadi contoh yang baik dengan ketulusannya menyerahkan jabatan kepala desa. Diakui camat, memang suatu keputusan tidak selalu menyenangkan semua pihak, ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan. Mantan kades yang ikhlas meletakan jabatannya ini, mudah-mudahan bisa diikuti desa 179 lainnya.

Camat merasa bangga dan sangat salut dengan kedua mantan kepala desa yang secara langsung menyerahkan estafet kepemimpinan. Sejak proses pengajuan Pjs oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beberapa hari lalu, mereka selalu hadir bahkan mendukung proses Pjs itu tanpa memiliki rasa dongkol jabatannya akan dicabut. "Tarik ulur itu wajar, tapi tahapan pengusulan Pjs kades berjalan baik. Ini patut dicontoh dan ditiru oleh desa lainnya, karena meski kades bertahan pun tetap saja semuanya akan meletakan jabatannya, sebab ini sudah diatur. Dan pada Pjs yang sudah dilantik, jabatan ini bukan untuk mengembangkan diri, jangan mengira jabatan ini enak, tapi harus bisa menggemban tugas yang sangat berat ini dengan sebaik-baiknya," jelasnya.

Usai pelantikan, mantan Kades Tambak Sumur, H. Timan menyatakan, dengan pelantikan Pjs ini memberi contoh pada desa-desa lain yang sulit di-Pjs-kan, karena memang jabatan ini bukan milik pribadi. Dan semua ini sudah diatur oleh undang-undang, kalau habis masa jabatan, mau tidak mau harus berbaik hati dan menerima lengser. Diharapkannya, Pjs bisa melakukan tugas dengan baik, karena jabatan yang diemban ini adalah amanah, masih banyak pekerjaan yang belum selesai, intinya aparat desa harus betul-betul melayani masyarakat.

"Ini dibuktikan oleh saya. Kalau hanya baik di pemerintahan tapi tidak baik di masyarakat maka akan jadi kendala dan tidak ada artinya, saya sudah dua kali mempimpin di Desa Tambak Sumur dan berharap pada pimpinan-pimpinan seterusnya lebih bagus dibanding saya sehingga masyarakat merasa puas," katanya.

Pjs Kades Tambak Sari Bunyamin mengungkapkan, dia senang dengan jabatan ini meski beresiko karena memang tanggungjawabnya besar, terutama tentang pelayanan masyarakat dan menghadapi pelaksanaan pembagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi keluarga miskin. Kata Bunyamin, saat ini pihaknya sedang melakukan perencanaan matang dan mendata perubahan penerima BLT supaya pada pelaksanaan nanti tidak kisruh. Di desa ini, penerima BLT tercatat sekitar 1.075 kepala keluarga. (spn)

Camat Jayakerta Lantik 4 Pjs Kades



JAYAKERTA, RAKA - Pelantikan Pjs Kades menggantikan kades yang telah habis masa jabatannya masih terus bergulir. Kini giliran Camat Jayakerta H. Hamdani melantik empat Pjs kepala desa sekaligus, Kamis (3/7) siang di aula Kecamatan Jayakerta.

Keempat Pjs Kades yang dilantik masing-masing Pjs Kades Ciptamarga Sarimin yang sebelumnya menjabatan sekdes menggantikan M. Romli, Pjs Kades Medang Asem Jaenal Abidin sebelumnya Kaur Pemerintahan menggantikan Dadang M. Tamin, Pjs Kades Makmur Jaya Engkos Kosasih sebelumnya Kaur Trantib menggantikan Ade Suryadi dan Pjs Kades Jaya Makmur Endang sebelumnya Kaur Kesra menggantikan H. Syafei.

Keempat desa ini telah diriksus dalam waktu bersamaan pada Senin 30 Juni 2008 di aula kecamatan. Sementara, yang pertama mengusulkan Pjs adalah Desa Ciptamarga pada 18 Juni 2008 kemudian diikuti tiga desa lainnya. Pelantikan bersama ini karena waktu hasil pleno BPD dari desa-desa tersebut waktunya tidak berjauhan.

Pelantikan ini hanya diikuti satu mantan Kepala Desa Ciptamarga yaitu M. Romli sementara mantan kades lainnya tidak hadir karena keperluan pribadi, kecuali hanya menitipkan stempel kepala desa kepada camat untuk diberikan pada Pjs. kades. Pada kesempatan bicara, Romli menyatakan, Pjs. kepala desa agar bisa meneruskan jejaknya, terutama mengendalikan masyarakat yang akan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). "Kalau ada keluhan langsung dari warga kita, mohon ditanggapi segera," singkatnya.

Sementara, Pjs Kepala Desa Ciptamarga, Sarimin menjelaskan, selama ini BPD telah memercayakan pada dirinya sebagai Pjs Kades, namun begitu dia juga tetap akan meminta petunjuk dari mantan kepala desanya untuk bisa membangun desanya, karena tanpa panduan dari mantan kades dia mengaku gagap memerintah desa dan butuh koordinasi termasuk dengan masyarakat.

Ketua BPD Medang Asem Yayat Supriatna SH, mengatakan, pelantikan ini menandakan proses hukum perda No. 8 itu telah dilaksanakan dengan baik. Memang selama proses Pjs ini tidak pelak harus berbenturan dengan masyarakat. Kendati begitu, rekomendasi bupati hasil Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Bandung menjadi landasan yuridis bagi BPD untuk mengambil langkah sesuai perundangan yang berlaku.

Dengan begitu, BPD bisa mengusulkan Pjs kades yang akhirnya bisa dilantik. "Saya ucapkan selamat jalan pada mantan kades yang telah melakukan dedikasi tinggi selama menjalankan tugasnya," katanya.

Sementara, Camat Hamdani berpesan supaya BPD dan Pjs. kepala desa mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desa mereka masing-masing. Selain itu, dia juga berharap pada pelaksanaan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di kecamatannya kondusif dan bisa diantisipasi pihak desa dengan benar. (spn)

Apa pendapat Anda tentang berita ini? komentar berita Secara otomatis, komentar yang ditulis akan masuk pada dinding Facebook Anda.
 
 
 
 
Copyright © BeritaKarawang.com | Space iklan logo Rp 200 ribu sebulan
Karawang, Jawa Barat, Indonesia, 085691309644, beritakarawang@gmail.com | Asep Saepudin Hasan