Kalangsuria Tidak Punya Kades?
posting berita pukul 4:07 PM 0 comments
Labels: pemerintahan
KNM Koreksi Kekurangan dan Potensi Desa
posting berita pukul 1:18 AM 0 comments
Labels: pemerintahan
Camat Batujaya: Lega Seperti Bisul Pecah
posting berita pukul 6:35 AM 3 comments
Labels: pemerintahan
KNM UNSIKA Beri Bantuan Pada Warga Makmurjaya
Diantaranya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Kesehatan Posyandu mengenai ibu hamil dan Balita, juga Ekonomi Kerakyatan tentang UKM pengrajin rajut termasuk memberi keterangan bagaimana cara meningkatkan motivasi supaya usaha masyarakat berkembang. Selain itu, keagamaan pun diajarkan melalui Majlis Ta'lim bagi lanjut usia dan yang terakhir yaitu memberi pemahaman mengenai sanitasi lingkungan dan penghijauan
Pada kesempatan terakhir, sebanyak 15 mahasiswa yang KNM memberikan bingkisan kepada masyarakat Makmurjaya berupa tiga papan nama PAUD Pelangi,Attuyiba dan Miftahul Huda berikut jam diding, juga white bor. Menanggapi hal ini, Kepala Desa Makmurjaya, Mumuh disela sambutannya mengucapkan banyak terima atas bantuan yang telah di berikan para mahasiswa Unsika Karawang baik moril maupun materil kepada masyarakatnya. Dia berharap, program seperti ini tidak hanya sampai disini, tapi bisa berkesinambungan. (spn)
posting berita pukul 7:51 PM 0 comments
Labels: pemerintahan
Kades Kutakarya Nyatakan Sikap Terkait Desakan Warga Memintanya Mu ndur
posting berita pukul 12:42 AM 0 comments
Labels: pemerintahan
Heri, Camat Motivator Pakisjaya
"Untuk melakukan pemerataan pembangunan daerah, memang seharusnya pemerintah hanya merupakan motivator bagi masyarakatnya, sedangkan pelaksananya yaitu organisasi masyarakat (ormas) atau lembaga hukum. Jadi, dana pembangunan itu dari masyarakat atau ormas, sedangkan pemerintah hanya memotivasi atau hanya sebagai stimulan," kata Camat Pakisjaya, Heri Paryono, kepada RAKA, Minggu (10/8) siang di tempat kerjanya.
Sementara ini, lanjutnya, dana pengembangan masyarakat merupakan anggaran pemerintah dan yang melaksanakan pemerintah. Sedangkan 'stik holder' pemerintahan bergerak untuk mensukseskan pembangunan pemerintah dan mewujudkannya. Misalnya bidang kemasyarakatan dan kepedulian sesama warga, dana diambil dari masyarakat dan yang melaksanakannya yaitu ormas yang didukung. "Jadi yang merealisasikan bukan hanya pemerintah saja, karena pemerintah hanya sebagai penggerak untuk mencapai tujuan, karena pelaksanaannya oleh ormas dan untuk masyarakat. Nah, 'good goverment' di negara ini belum sepenuhnya kita laksanakan," ucapnya.
Dicontohkannya, semisal keberangkatan haji gratis dari infak dan shodaqoh warga Pakisjaya yang telah dia lakukan baru-baru ini, pelakunya adalah masyarakat dengan mengumpulkan dana infak dengan niat ikhlas karena mengharap ridho Allah dan manfaatnya untuk masyarakat sendiri, yaitu mengangkat satu-dua orang warga untuk pergi haji dari dana infak tersebut. Sedangkan pemerintah kecamatan adalah motivator untuk mensukseskan kegiatan tersebut.
"Saya hanya mengaplikasikan visi Kabupaten Karawang dan Propinsi Jawa Barat yang isinya iman dan taqwa, dengan Rp 12 ribu/tahun, mereka berharap dan berdoa pada Allah agar mendapat kesempatan pergi haji, hanya Rp 12 ribu/tahun dari infak dan shodaqoh itu, iman dan taqwa masyarakat akan bertambah-tambah. Dan kegiatan ini sekaligus mempererat ukuwah Islamiyah," jelasnya.
Saat ini, pelaksanaan tersebut masih jarang, bahkan pemerintah cenderung penyalur dana untuk kepentingan masyarakat. Sedangkan 'good government ini harus melibatkan semua unsur, semisal pihak swasta, masyarakat dan didukung penuh pemerintah. Makanya 'good government' di negeri ini belum berjalan, karena untuk menuju 'good government' ini pemerintah hanya motivator, jadi pelaku utamanya organisasi masyarakat dan partisipasi masyarakat.
Selama ini, kata camat, gagasan pergi haji dari infak dan shodaqoh belum dipresentasikan di Pemda Karawang, padahal kalau program sodaqoh ini diikuti kecamatan lain, maka manfaatnya akan besar. "Karena duit sodaqoh itu lebih bermanfaat untuk haji, dan undian itu sebagai sarana untuk keadilan, bukan undian judi. Dan program haji dari infak ini mengajarkan pada masyarakat, tangan diatas lebih mulia dibanding tangan dibawah, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang selama ini mengajarkan masyarakat kita konsumtif. Untuk melihat program haji gratis ini, saya harap pemerintah tidak hanya berpikir komprehensip, saya ingin masyarakat sadar pentingnya keberdamaan dalam beribadah," katanya. (spn)
posting berita pukul 11:23 PM 0 comments
Labels: pemerintahan
Camat Tirtajaya Lantik Pjs Kepala Desa
TIRTAJAYA, RAKA - H. Timan Sukirman Kades Tambak Sumur, Kecamatan Tirtajaya akhirnya dengan sukarela menyerahkan jabatan kepada Pjs Kades Dadan Gandara yang sebelumnya menjabat Kaur Ekbang. Pelantikan berlangsung di Aula Kecamatan Tirtajaya, Jumat (4/7) sekitar pukul 09.00 WIB langsung dilakukan oleh Camat Wawan Setiawan.
Selain Desa Tambak Sumur, Camat Tirtajaya Wawan Setiawan juga melantik Pjs Kades Tambak Sari Bunyamin sebelumnya menjabat Kaur Pemerintahan menggantikan Arum Saepullah HL. Sementara empat desa lagi, yaitu Srijaya, Medan Karya, Pisang Sambo dan Kutamakmur, rencananya akan dilaksanakan pelantikan Pjs pada pertengahan bulan ini. Sedangkan Desa Sumur Laban telah dilantik Pjs pada Maret 2008 karena Kepala Desa Alm. Jakam meninggal karena sakit dan Alm. Jakam ini termasuk Kades 179.
Kata camat, khusus untuk dua desa ini merupakan contoh bagi rekan-rekan desa lainnya, dengan lengsernya kedua mantan kades ini bisa menjadi contoh yang baik dengan ketulusannya menyerahkan jabatan kepala desa. Diakui camat, memang suatu keputusan tidak selalu menyenangkan semua pihak, ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan. Mantan kades yang ikhlas meletakan jabatannya ini, mudah-mudahan bisa diikuti desa 179 lainnya.
Camat merasa bangga dan sangat salut dengan kedua mantan kepala desa yang secara langsung menyerahkan estafet kepemimpinan. Sejak proses pengajuan Pjs oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beberapa hari lalu, mereka selalu hadir bahkan mendukung proses Pjs itu tanpa memiliki rasa dongkol jabatannya akan dicabut. "Tarik ulur itu wajar, tapi tahapan pengusulan Pjs kades berjalan baik. Ini patut dicontoh dan ditiru oleh desa lainnya, karena meski kades bertahan pun tetap saja semuanya akan meletakan jabatannya, sebab ini sudah diatur. Dan pada Pjs yang sudah dilantik, jabatan ini bukan untuk mengembangkan diri, jangan mengira jabatan ini enak, tapi harus bisa menggemban tugas yang sangat berat ini dengan sebaik-baiknya," jelasnya.
Usai pelantikan, mantan Kades Tambak Sumur, H. Timan menyatakan, dengan pelantikan Pjs ini memberi contoh pada desa-desa lain yang sulit di-Pjs-kan, karena memang jabatan ini bukan milik pribadi. Dan semua ini sudah diatur oleh undang-undang, kalau habis masa jabatan, mau tidak mau harus berbaik hati dan menerima lengser. Diharapkannya, Pjs bisa melakukan tugas dengan baik, karena jabatan yang diemban ini adalah amanah, masih banyak pekerjaan yang belum selesai, intinya aparat desa harus betul-betul melayani masyarakat.
"Ini dibuktikan oleh saya. Kalau hanya baik di pemerintahan tapi tidak baik di masyarakat maka akan jadi kendala dan tidak ada artinya, saya sudah dua kali mempimpin di Desa Tambak Sumur dan berharap pada pimpinan-pimpinan seterusnya lebih bagus dibanding saya sehingga masyarakat merasa puas," katanya.
Pjs Kades Tambak Sari Bunyamin mengungkapkan, dia senang dengan jabatan ini meski beresiko karena memang tanggungjawabnya besar, terutama tentang pelayanan masyarakat dan menghadapi pelaksanaan pembagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi keluarga miskin. Kata Bunyamin, saat ini pihaknya sedang melakukan perencanaan matang dan mendata perubahan penerima BLT supaya pada pelaksanaan nanti tidak kisruh. Di desa ini, penerima BLT tercatat sekitar 1.075 kepala keluarga. (spn)
posting berita pukul 4:24 PM 0 comments
Labels: pemerintahan
Camat Jayakerta Lantik 4 Pjs Kades
JAYAKERTA, RAKA - Pelantikan Pjs Kades menggantikan kades yang telah habis masa jabatannya masih terus bergulir. Kini giliran Camat Jayakerta H. Hamdani melantik empat Pjs kepala desa sekaligus, Kamis (3/7) siang di aula Kecamatan Jayakerta.
Keempat Pjs Kades yang dilantik masing-masing Pjs Kades Ciptamarga Sarimin yang sebelumnya menjabatan sekdes menggantikan M. Romli, Pjs Kades Medang Asem Jaenal Abidin sebelumnya Kaur Pemerintahan menggantikan Dadang M. Tamin, Pjs Kades Makmur Jaya Engkos Kosasih sebelumnya Kaur Trantib menggantikan Ade Suryadi dan Pjs Kades Jaya Makmur Endang sebelumnya Kaur Kesra menggantikan H. Syafei.
Keempat desa ini telah diriksus dalam waktu bersamaan pada Senin 30 Juni 2008 di aula kecamatan. Sementara, yang pertama mengusulkan Pjs adalah Desa Ciptamarga pada 18 Juni 2008 kemudian diikuti tiga desa lainnya. Pelantikan bersama ini karena waktu hasil pleno BPD dari desa-desa tersebut waktunya tidak berjauhan.
Pelantikan ini hanya diikuti satu mantan Kepala Desa Ciptamarga yaitu M. Romli sementara mantan kades lainnya tidak hadir karena keperluan pribadi, kecuali hanya menitipkan stempel kepala desa kepada camat untuk diberikan pada Pjs. kades. Pada kesempatan bicara, Romli menyatakan, Pjs. kepala desa agar bisa meneruskan jejaknya, terutama mengendalikan masyarakat yang akan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). "Kalau ada keluhan langsung dari warga kita, mohon ditanggapi segera," singkatnya.
Sementara, Pjs Kepala Desa Ciptamarga, Sarimin menjelaskan, selama ini BPD telah memercayakan pada dirinya sebagai Pjs Kades, namun begitu dia juga tetap akan meminta petunjuk dari mantan kepala desanya untuk bisa membangun desanya, karena tanpa panduan dari mantan kades dia mengaku gagap memerintah desa dan butuh koordinasi termasuk dengan masyarakat.
Ketua BPD Medang Asem Yayat Supriatna SH, mengatakan, pelantikan ini menandakan proses hukum perda No. 8 itu telah dilaksanakan dengan baik. Memang selama proses Pjs ini tidak pelak harus berbenturan dengan masyarakat. Kendati begitu, rekomendasi bupati hasil Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Bandung menjadi landasan yuridis bagi BPD untuk mengambil langkah sesuai perundangan yang berlaku.
Dengan begitu, BPD bisa mengusulkan Pjs kades yang akhirnya bisa dilantik. "Saya ucapkan selamat jalan pada mantan kades yang telah melakukan dedikasi tinggi selama menjalankan tugasnya," katanya.
Sementara, Camat Hamdani berpesan supaya BPD dan Pjs. kepala desa mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desa mereka masing-masing. Selain itu, dia juga berharap pada pelaksanaan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di kecamatannya kondusif dan bisa diantisipasi pihak desa dengan benar. (spn)
posting berita pukul 4:14 PM 0 comments
Labels: pemerintahan