Showing posts with label pemilihan umum. Show all posts
Showing posts with label pemilihan umum. Show all posts

PPK Jayakerta Bintek PPS

Monday, March 23, 2009

JAYAKERTA, RAKA - Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jayakerta, Drs. Iyan Sukatma Wijaya memberikan Bimbingan Teknik (Bintek) pada para Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) se-kecamatan, Sabtu (21/3) siang di aula kecamatan. Dia menegaskan, jangan sampai pemilu 2009 di Kecamatan Jayakerta gagal akibat kesalahan PPS, karena berapa dana yang harus dibayar pemerintah untuk memperbaiki satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) jika pemilu harus diulang lagi.
 
Harapan yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan ini pada pelaksaan Pemilu nanti, kata Iyan, tidak ada kesalahan dalam pengsian administasi penyelenggaraan Pemilu, yang berpotensi memunculkan peselisihan, baik antar caleg maupun antar Parpol peserta Pemilu. Dia menegaskan, agar tidak terjadi perdebatan antara saksi dan petugas KPPS dalam pelaksanaan nanti. Tercatat, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-kecamatan sebanyak 104 lokasi dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 43.633 orang.
 
Lebih lanjut Iyan menjelaskan, pada pelaksanaan Pemilu 9 April 2009 mendatang, sedikitnya 40 persen dari 43.633 penduduk bisa hadir di TPS. Dari jumlah tersebut, akunya, bisa memperjuangkan empat calon legislatif yang akan duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang. Dengan begitu, dia mengajak pada penyelenggara Pemilu agar melakukan kegiatan ini dengan penuh tanggungjawab. "Mudah-mudahan pelaksanaan disini aman dan lancar. Makanya kalau ingin berhasil kita harus membuat peserta pemilu hadir di TPS," ujarnya.
 
Sementara, PPK Jayakerta secepatnya akan melaksanakan simulasi pemungutan suara. Mengingat, jika simulasi dilaksanakan sebelum bintek maka PPS tidak akan memahami sepenuhnya tata cara Pemilu tahun ini. Sedangkan bintek di aula Kecamatan Jayakerta ini dilakukan pagi hingga sore dengan membahas materi-materi Pemilu Legislatif hingga Pemilu Presiden.(spn)
 

PPK Tirtajaya Gelar Simulasi Pemilu 2009

Sunday, March 22, 2009

TIRTAJAYA, RAKA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tirtajaya gelar simulasi mencentang kertas suara pemilihan umum (Pemilu) 9 April 2009 mendatang, Jumat (20/3) siang di halaman kantor kecamatan setempat. Simulasi ini guna melihat sejauh mana kesiapan masyarakat mengikuti pesta demokrasi rakyat ini.
 
Ketua PPK Tirtajaya Aan Daryanto didampingi anggotanya Ujang Saepuloh menjelaskan, PPK ingin mengetahui sejauh mana kesiapan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dimasing-masing desa di Kecamatan Tirtajaya. Setelah dipraktekan, ternyata 80 % KPPS bisa melakukan pemungutan hingga penghitungan suara dengan baik, termasuk menangani masalah ketika pemungutan suara berlangsung, semisal menangani manula dan tuna netra.
 
Simulasi ini dilaksanakan dua termen, pagi dan siang, mengingat waktu terselang Sholat Jumat. Termen pagi yaitu bagi KPPS Desa Bolang, Kutamakmur, Srikamulyan, Srijaya dan Sumur Laban. Kemudian usai Sholat Jumat termen kedua dilanjutkan KPPS Desa Tambaksari, Tambaksumur, Sabajaya, Medang Karya, Gempol Karya dan Desa Sambo. Pada simulasi ini, Ketua PPK sengaja menguji pemilih pemula, orang dewasa dan manula. Diketahui, pemilih pemula bisa melakukan pencontrengan dan melipat surat suara selama 3 menit di balik kotak suara. Sedangkan orang dewasa 4 menit dan manula membutuhkan waktu hingga 15 menit.
 
Kata Aan, dari 11 desa se-Kecamatan Tirtajaya tercatata 126 TPS (Tempat Pemungutan Suara). Diakuinya, memang masih banyak masyarakat yang belum memahami tata cara pencontrengan Pemilu tahun ini. Dengan begitu, langkah PPK untuk mensosialisasikan hal itu melalui perangkat desa pada rapat minggon desa. Disitu PPK melakukan demo cara Pemilu 2009. Selain pada rapat minggon, PPK meminta desa untuk menjadwal sosialiasasi serupa di tingkat dusun. Kemudian, dari tingkat dusun dilanjutkan hingga tingkat RT supaya semua masyarakat tersentuh sosialisasi tersebut.
 
Menurut Aan, kemungkinan mayoritas kesalahan terjadi pada proses mencentang kertas suara, karena banyak masyarakat belum memahami secara benar tata cara pemilihan dengan model ini karena masih terbiasa dengan model pencoblosan. Pada pemilihan gubernur Jawa Barat tahun lalu, tingkat kehadiran masyarakat sebanyak 72%. Pada Pemilu 9 April besok, dia berharap kehadiran masyarakat meningkat hingga 80% lebih. Dengan demikian, dia berupaya menekankan elemen di Kecamatan Tirtajaya agar membantu PPK untuk terus mensosialisasikan pada masyarakat agar menyalurkan suaranya pada Pemilu mendatang dan berusaha melakukan sosialisasi cara pencontrengan untuk menekan angka tidak sah.
 
Di tempat sama, Camat Tirtajaya, Drs. H. Wawan Setiawan mengatakan, simulasi ini sebagai antispasi dan upaya maksimal untuk meminimalisir tingkat kesulitan saat pemungutan suara berlangsung. Jika dilihat dari peraturan baru, memungkinkan terjadi surat suara tidak sah, karena saat tahun ini bukan dicoblos, tapi dicentang atau dicontreng. Camat berharap, mudah-mudahan hasil pemungutan suara mendatang sesuai dengan yang diharapkan.
 
"Pada waktu bersamaan, disimulasi ini akan ditemukan masukan dan hal-hal baru yang mungkin terjadi pada saat pemungutan suara mendatang. Dan ini bisa sama-sama diselesaikan persoalannya. Pada masyarakat, saya menghimbau untuk hadir pada waktu pencontrengan untuk memilih putra Tirtajaya terbaik," ucapnya.
 
Pada simulasi ini, surat suara yang digunakan adalah selembar HVS, tapi kolom namanya disesuaikan dengan kolom asli sesuai surat suara berukuran besar. Sedangkan surat suara besar hanya diberikan untuk tiga orang, yaitu hanya untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan saat pemungutan suara berlangsung bagi pemula, orang dewasa dan manula. Di simulasi ini, para pelaku pencontrengan adalah PPK, KPPS, masyarakat dan para hansip desa. Mereka gelar simulasi layaknya suasana pemungutan suara sebenarnya. (spn)
 

PPK Dengklok Belum Dapat Bilik Suara

Tuesday, March 17, 2009

RENGASDENGKLOK, RAKA - Data hak pilih dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rengasdengklok, jumlah hak pilih se-Kecamatan Rengasdengklok sebanyak 71.074 orang, terdiri dari perempuan sebanyak 35.154 orang dan laki-laki 35.920 orang, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 169 titik yang tersebar di sembilan desa.
 
Pengelola Data Pemilih PPK Rengasdengklok, Iwan Purwanto mengatakan kepada RAKA, Selasa (17/3), sejauh ini persiapannya data pemilih sementara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres). Kita menunggu masuk dari PPS dan pengajuan dari masyarakat untuk data pemilihan Pilpres. Sedangkan rekapitulasinya sudah ditetapkan sejak Februari 2009 lalu," ucapnya.
 
Logistik surat suara, akunya, banyak yang rusak, tapi sudah dilaporkan dan dikirim ke KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Kabupaten Karawang, diantaranya surat DPR sejumlah 2.400 lembar, DPD 124 lembar, DPRD Provinsi 188 lembar dan surat suara DPRD Kabupaten 43 lembar. Katageori rusak ada yang sobek, warna tidak jelas juga akibat bercak tinta yang nempel saat dilipat, ada juga yang cetakannya tidak sempurna. "Kita agak terhambat saat menghadapi jadwal tahapan pemilu, tapi kita siap melaksanakan pemilu," ujarnya.
 
Di tempat sama, Teknis Penyelenengara PPK Rengasdengklok, Juanda mengatakan, hingga kemarin siang, bilik suara bilik suara belum dikirim dari KPUD. Dan belum dijanjikan turunnya bilik suara. Bahkan PPK mengkhawatirkan bilik suara itu tidak turun. Sementara, tentang pencontrengan masih banyak masyarakat yang belum paham. "Saya akan buatkan stiker tata cara pencontrengan, nanti kita akan sebarkan dan ditempel di setiap dusun. Ini sosialisasi awal saya supaya masyarakat paham," ujar Juanda. (spn)
 

Apa pendapat Anda tentang berita ini? komentar berita Secara otomatis, komentar yang ditulis akan masuk pada dinding Facebook Anda.
 
 
 
 
Copyright © BeritaKarawang.com | Space iklan logo Rp 200 ribu sebulan
Karawang, Jawa Barat, Indonesia, 085691309644, beritakarawang@gmail.com | Asep Saepudin Hasan