Friday, April 10, 2009
RENGASDENGKLOK, RAKA - Kamis (9/4), sebuah toko kelontongan milik H. Somad, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok disantrongi maling dengan membuka paksa 'rolling door', kerugian ditaksir Rp 5 juta-an. Kejadian baru diketahui saat buka toko pukul 05.30 WIB ketika ada orang yang mau beli rokok, dilihat semua rokok dalam rak habis digondol maling.
Selain rokok, uang tunai Rp 2 juta-an termasuk kosmetik kencantikan, padahal sehari sebelumnya pemilik toko baru belanja. "Memang sehari sebelumnya ada orang yang mencurigakan, dia melihat-lihat isi toko, ternyata hari ini (kemarin, red) semua rokok habis termasuk uang dan alat kecantikan," katanya.
Dijelaskan H. Somad, padahal semalaman banyak warga dan remaja setempat yang 'bergadang' di lokasi TPS (Tempat Pemungutan Suara) X. Meski begitu, tetap saja tokonya dibobol maling. Diduga, maling ini sengaja mengangkat 'rolling door' yang bawahnya tidak dikunci lagi dengan gembok. Si pelaku dengan mudah mengangkat 'rolling door' dengan tangan setinggi 50 cm dan merangkak keluar-masuk dibawahnya.
Awalnya, kehilangan sejumlah rokok dan uang tunai termasuk alat kosmetik jadi tanda tanya keluarga pemilik toko, karena kebingungan mencari dari mana maling bisa masuk. Setelah melihat keganjilan 'rolling door' yang tampak melengkung, akhirnya diketahui maling masuk toko lewat 'rolling door'. Dan setelah diperiksa, ternyata memang pintu toko itu mudah diangkat ke atas tanpa perlu perkakas. Hingga berita ini diturunkan, kepolisin masih memburu pelaku. (spn)
Showing posts with label pencurian. Show all posts
Showing posts with label pencurian. Show all posts
SMPN 1 Jayakerta Kemalingan 7 CPU Komputer
Sunday, March 22, 2009
JAYAKERTA, RAKA - Sebanyak 7 unit CPU (Central Procesing Unit) Komputer SMPN 1 Jayakerta raib digondol maling, Kamis (19/3). Kawanan pencuri yang diduga lebih satu orang ini berhasil mengeluarkan 7 dari 16 CPU komputer yang ada di ruang lab komputer melalui satu jendela yang dicongkel.
Diduga, kawanan maling ini beraksi malam hari saat suasana lingkungan sekolah hening, apalagi di sekolah ini tidak ada penjaganya. Salah satu pencuri itu masuk ke dalam ruang lab melalui jendela yang dipasang tralis besi horizontal. Setelah masuk kedalam ruang lab, pencuri ini langsung mencopot kabel-kabel listrik dan mengangkut CPU ke luar ruang, sedangkan kawannya sudah siaga menerima CPU dari dalam lab.
Dilihat, tralis besi horizontal yang membentang pada jendela itu lebarnya seukuran CPU. Jadi, sangat mudah bagi pencuri untuk mengeluarkan CPU tersebut keluar ruangan. Sedangkan mereka tidak bisa mengeluarkan monitor komputer, karena ukuran tralis terlalu kecil. Kerugian akibat pencurian ini, satu CPU saja ditaksir Rp 1 juta.
Dijelaskan Kepala SMPN 1 Jayakerta, harga 1 komputer Rp 4 juta dan yang dimiliki sekolah adalah komputer seken Rp 1,7 juta/satu unit. Pembelian komputer seken itu mengingat dana anggran sekolah yang minim. Diakuinya, meski komputer seken, tapi bisa digunakan siswa untuk belajar komputer hingga mahir. "Bank saja yang memiliki empat satpam bisa dilumpuhkan, apalagi sekolah yang hanya dijaga seorang penjaga di malam hari," ujarnya.
Kehilangan 7 unit CPU baru diketahui pukul 9.30 WIB, ketika kelas 3 akan belajar praktek komputer. Setelah pintu ruang lab dibuka, salah satu guru kaget, karena beberapa komputer yang berjejer di ruang itu tanpa CPU, awalnya dia mengira CPU sedang diservis. Kehilangan ini sempat membuat geger para guru dan siswa. Namun, hingga kemarin siang, pihak sekolah belum melaporkan hal itu pada kepolisian. (spn)
posting berita pukul 2:21 AM 0 comments
Labels: pencurian
Subscribe to:
Posts (Atom)
Apa pendapat Anda tentang berita ini? komentar berita Secara otomatis, komentar yang ditulis akan masuk pada dinding Facebook Anda.