BeritaKarawang.com - Kawanan perampok bersenjata golok menggasak uang Rp 350 juta dari BRI Unit Purwasari di Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek, Selasa (12/1/2010) dini hari.
Seorang penjaga kantor BRI unit Purwasari, Edi Santoso (47) mengaku, dirinya tidak berkutik ketika diancam oleh tiga perampok yang masing-masing membawa golok. Edi kemudian disandra dengan kedua tangan dan kakinya diikat.
Setelah Edi tidak berdaya, para pelaku kemudian masuk ke dalam kantor BRI melalui pintu belakang yang berhasil mereka rusak. Perampok lalu menjebol brankas yang didalamnya diperkirakan bersisi uang Rp 350 juta.
Sebelum menjebol brankas, para pelaku terlebih dahulu mengobrak-abrik isi kantor BRI, termasuk lemari. Diakui Edi, setelah perampok membawa lari uang dari brankas, dia kemudian berusaha membuka ikatan tali yang melilit kencang pada kaki dan tangannya.
Setelah lepas dari jeratan, Edi memberitahukan kejadian itu kepada warga dan melapor ke Polsek Cikampek. Hingga siang tadi Polisi masih menyelidiki kejadian tersebut. (sumber: AntaraNews)
BRI Unit di Cikampek Dirampok
posting berita pukul 7:32 PM 0 comments
Labels: peristiwa
Main-main, Tangan Masuk Minyak Panas, Ilham Kelojotan
posting berita pukul 10:29 AM 0 comments
Labels: peristiwa
Mobil Kereta Rekreasi Tercebur, Satu Tewas

BeritaKarawang.com - Satu orang tewas, belasan lainnya luka-luka akibat mobil kereta tercebur di Jalan Cikangkung, Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Minggu (29/11/2009) pukul 17.30 WIB. Penyebab terceburnya mobil kereta itu diduga akibat sambungan gandengan terlepas.
Saksi mata menjelaskan, mobil kereta itu melaju dari arah Batujaya masuk ke Jalan Poros Desa Kertasari, namun tiba-tiba salah satu bagian mobil kereta yang digandeng lepas dan tercebur ke sungai. "Sebelum tercebur, para penumpang berteriak dan mengagetkan kami," ujar Azis Ketua RT Setempat.
Menurutnya, pada saat kejadian satu bagian mobil yang terlepas itu tengah memuat puluhan penumpang. Nahas, bagian gandengan kendaraan paling belakang ketika kendaraan berbelok diduga tak kuat menahan beban dan langsung meluncur ke arah sungai yang debit airnya tengah tinggi.
" Banyak penumpangnya yang tenggelam akibat terjepit badan mobil di dalam air. Sementara kami langsung berusaha menyelamatkan penumpang bersama warga lainnya," jelasnya.
Seketika itu, kata dia, ratusan warga pun ikut berhamburan ke lokasi terceburnya kendaraan untuk mentyelamatkan korban lainnya.. Dari puluhan penumpang, warga baru bisa menyelamatkan satu orang yang terjepit dibadan kereta. " Korban langsung di bawa ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. sedangkan pengemudi langsung diamankan ke Mapolsek Rengasdengklok." tambah Azis.
Saksi mata lainnya, Boim (34) mengatakan masih ada beberapa penumpang lainnya yang belum bisa diselamatkan warga. " Kami telah melaporkan hilangnya penumpang yang ikut tercebut pada aparat polisi Mapolsek Rengasdengklok."sebut Boim.
Informasi yang dihimpun, mobil yang disulap jadi mirip kendaraan kereta tersebut dilaporkan milik satu tempat hiburan pasar malam yang tengah beroperasi di wilayah Desa Kertasari Rengasdengklok. Sampai berita ini dibuat (pukul 19.30 WIB), penduduk setempat bersama petugas masih melakukan pencarian di tempat kejadian perkara. Sementara, korban yang sudah dievakuasi langsung dilarikan ke Rumah Sakit Proklamasi Dengklok.
Dibagian lain, para penumpang yang selamat langsung dipulangkan setelah sebelumnya dimintai keterangan. Sepanjang petang kemarin, petugas masih tampak berjaga-jaga. (*)
posting berita pukul 11:41 PM 0 comments
Labels: peristiwa
Rumah Tukang Becak Ludes Dilalap Api
posting berita pukul 5:21 AM 0 comments
Labels: peristiwa
Lagi, Mayat Tanpa Identitas Terapung di Sungai Dengklok
posting berita pukul 1:08 AM 0 comments
Labels: peristiwa
Perusak Polsek Pedes Diburu
*Warga Dongkal Minta Perlindungan Polres
PEDES, RAKA - Aktivitas masyarakat Desa Dongkal, Kecamatan Pedes, tampak normal pasca serbuan warga ke kantor polisi setempat. Kendati begitu, warga Desa Dongkal akhirnya meminta klarifikasi karena merasa aksi yang dilakukan massa tersebut adalah bukan mengatasnamakan warga Dongkal.
Sementara polisi sendiri sudah melakukan tindakan hukum akibat aksi tersebut. Tindakan itu sendiri dilakukan karena dipicu aksi perusakan kantor Polsek dan beberapa barang pribadi warga Desa Payungsari, kecamatan Pedes. Dan itu, memaksa para penegak hukum harus bertindak tegas.
Hal itu, diakui sebagai kesalahan oleh salah seorang tokoh masyarakat Desa dongkal, Kecamatan Pedes H. Ujang jupri (45) di dampingi Umar (50) Kepada RAKA, Rabu (30/9) kemarin. Menurutnya, Masyarakat siap untuk membantu pekerjaan para penegak hukum di wilayahnya sekarang ini. Namun begitu, pihaknya dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya meminta kepada petugas keamanan agar mengklarifikasi pemberitaan tentang aksi yang dituduhkan kepada warga Dongkal.
"Sebenarnya aksi yang terjadi pada malam itu, dilakukan oleh warga Desa Kendal Jaya yang kebetulan bersebelahan dengan Desa Dongkal. Sebab, sering kali kejadian yang kurang baik muncul opini dikalangan masyarakat sebagai aksi warga Dongkal," ungkapnya.
Dijelaskannya, sebagai warga Desa Dongkal, pihaknya merasa terganggu. Bahkan, akibat opini yang negatif terhadap Desa Dongkal beberapa usaha ekonomi yang dilakukan oleh warga Dongkal mendapat ganjalan. "Sering kali beberapa warga Dongkal yang meminta kepercayaan untuk melakukan suatu usaha ekonomi kurang mendapat kepercayaan akibat tercoreng opini yang negatif, "tukasnya.
Tokoh masyarakat lainnya, Heri (30) membenarkan hal itu. Ditambahkannya, bahwa pihaknya meminta kepada para penegak hukum agar hal seperti ini, tidak terulang kembali. Dikhawatirkan, bakal ada warga tidak bersalah justru menjadi korbannya."Dasarnya, kami dan warga Dongkal lainnya hanya mendengar bahwa warga Desa Kendal Jaya merasa geram dengan maraknya aksi pembegalan sepeda motor di jalan desanya, "tegasnya.
Secara terpisah, ketika dikonfirmasi mengenai klarifikasi tersebut, Kapolsek Pedes, AKP Agus Suwarsono belum bisa memberi keterangan karena sedang melakukan patroli ke Desa Kendal Jaya, Kecamatan Pedes. "Pak Kapolsek sedang manuju ke lokasi,"ucap anggotanya di kantor Polsek Pedes.
Sementara itu hingga kemarin, polisi masih mencari para pelaku yang menyerang Polsek Pedes pada Senin (28/9) malam lalu. Polisi mengepung dua desa yaitu Dongkal dan Kendaljaya untuk menciduk pelaku anarkis tersebut. Melihat hal itu, kedua warga tersebut cemas dan minta perlindungan hukum pada Polres Karawang, mereka mengaku tidak semua warganya menyerang Polsek Pedes.
Seperti diceritakan warga Dongkal, Suhendri (32), pengepungan desanya oleh polisi membuat keresahan di tengah masyarakat. Dengan begitu, warganya minta perlindungan hukum dari kepolisian terhadap warga yang tidak bersalah. Diakuinya, saat penangkapan polisi melakukan kekerasan terhadap warga. "Saya minta perlindungan hukum masyarakat, jangan sampai polisi salah tangkap," katanya.
Kata dia, perusuh yang sebenarnya bukan warga Desa Dongkal, tapi warga Desa Kendaljaya. Kepada RAKA, dia mengungkapkan kekecewaannya kepada polisi dan kepada wartawan yang memberitakan kejadian itu. Dengan berbagai alasan, dia mengungkapkan kejadian itu memang pantas dilakukan, mengingat banyak terjadi curanmor hampir di sepanjang Jalan Raya Pedes pada malam hari. Aksi tersebut, lanjutnya, sebagai protes yang menganggap polisi tidak mampu mengamankan jalan raya dari aksi curanmor.
Pasca penyerangan kantor Polsek Pedes oleh warga Desa Dongkal dan Kendal Jaya itu, kedua warga Desa Payungsari dan Karangjaya mengecam perbuatan tersebut, mereka akan siap membantu kepolisian jika kejadian itu terulang lagi, karena perbuatan anarkis itu tidak hanya melanggar hukum, tapi nyata-nyata telah merugikan warga setempat. Buktinya satu mobil yang diparkir dirusak termasuk warung-warung dan bengkel motor setempat.
Para tokoh agama dan masyarakat beberapa desa sekitar mengutuk tindakan anarkis tersebut, apalagi mereka melakukan perbuatan itu kepada kantor penegak hukum yang seharusnya dijaga dan dibantu agar tindakan kriminal di daerah bisa berkurang. Apalagi perusuh itu telah melecehkan hukum dan berniat akan menghakimi sendiri orang yang diduga pelaku curanmor yang saat itu sedang diintograsi polisi.
Kata warga Pedes, Warsono (40) mengatakan, tindakan polisi sudah profesional, terbukti dari cara Kapolsek Pedes AKP Agus Suwarsono yang menangani kedatangan massa dengan baik, bahkan sampai dikasih minum dan uang agar mereka membubarkan diri dan menyerahkan kejadian ini ke penegak hukum, ini agar pelaku curanmor ditindak tegas.
Namun sangat disayangkan, kebaikan polisi justru dibalas dengan perbuatan anarkis, sehingga membuat warga setempat pun terpancing emosi dengan perlakuan menyerang terang-terangan kepada polisi dan merusak. Awal tembakan terjadi, akibat massa anarkis itu mulai melempari kantor Polsek Pedes dengan batu dan membakar ban. Akhirnya, polisi pun buang tembakan ke udara untuk membubarkan mereka.
Hal senada diungkapkan warga Sungaibuntu, Cartiman (55), setelah lebaran memang pencurian motor dan pembegalan sering terjadi namun akibat kesigapan aparat penegak hukum para pelaku satu persatu dapat di tangkap. Dia pun mengutuk tindakan main hakim sendiri oleh massa. Perbuatan anarkis itu berarti jelas tidak menghargai polisi dan hukum yang berlaku. Masyarakat berharap agar polisi menindak tegas para perusuh yang mengganggu ketentraman dan kenyamanan. Dan warga pun akan siap membantu polisi jika kejadian serupa terulang. (spn/sigit)
posting berita pukul 12:18 AM 0 comments
Labels: peristiwa
Warga Dongkal dan Kendaljaya Serang Polsek Pedes
posting berita pukul 10:56 AM 0 comments
Labels: peristiwa
Anjlok, Beko Tercebur ke Sungai
KARAWANG NEWS - Sebuah alat keruk terjungkal dan masuk sungai di Dusun Bedeng, RT 07/02, Desa Kutajaya, Kecamatan Kutawaluya, Sabtu (29/8) pukul 20.00 WIB. Alat keruk ini adalah satu dari sejumlah alat serupa yang bekerja mengangkat sedimentasi lumpur di semua sungai wilayah Karawang beberapa pekan ini. Alat keruk bernomor body PC 200 LC ini tercebur ketika akan naik truk trailer untuk dipindahkan.
posting berita pukul 10:33 AM 0 comments
Labels: peristiwa
Warga Tirtajaya Tewas di Arab
posting berita pukul 5:04 AM 0 comments
Labels: peristiwa
Sopir Ngantuk, Truk Seruduk Warung
posting berita pukul 12:09 AM 0 comments
Labels: peristiwa
Motor Disita, Kolektor Diadukan Warga ke Polisi
posting berita pukul 6:19 AM 0 comments
Labels: peristiwa
Petani Tewas Menghirup Racun Hama
posting berita pukul 6:55 AM 0 comments
Labels: peristiwa
Suami-Istri Tewas Dilalap Sijago Merah
posting berita pukul 9:04 PM 0 comments
Labels: peristiwa
Bendungan Walahar Jebol
KLARI, RAKA - Karawang geger. Bendungan Walahar yang menampung air limpasan Sungai Citarum dinyatakan jebol. Tidak ada korban jiwa memang namun sempat menciptakan kepanikan ditengah masyarakat. Bahkan sebagian dikabarkan sudah bersiap-siap akan mengungsi.
Berdasarkan pantuan yang dihimpun RAKA bagian bendungan yang mengalami kejebolan adalah pintu sebelah utara bendungan. Dinformasikan, kejadian ini terjadi pada Selasa (24/3) sekitar pukul 11.30 WIB. Sejumlah warga mengungkapkan mereka sempat panik karena khawatir jebolnya bendungan akan mengakibatkan banjir di sejumlah desa seputaran bendungan.
Sa'i (53) salah seorang warga Walahar pada RAKA saat ditemui dilokasi kejadian mengakui itu. Dia malah menuturkan pada saat kejadian, sempat terdengar ada suara kencang seperti guntur sebanyak tiga kali. Awalnya dirinya tidak menyangka bahwa suara tersebut berasal dari pintu bendungan walahar.
Setelah terdengar suara itu, ada teriakan dari orang yang sedang memancing di depan pintu bendungan walahar. "Orang yang memancing langsung berteriak 'walahar jebol' sambil berlari menyelamatkan diri. Saya tidak tahu secara pasti kenapa bendungan itu bisa jebol, mungkin tekanan dari debit air yang tinggi atau apa saya gak ngerti," katanya.
Sa'i merasa bersyukur pada kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa walaupun ada beberapa orang yang sedang memancing di bawah jembatan tersebut, pemancing tersebut berhasil menyelamatkan diri. Namun dia menuturkan ada dua orang anak berusia 6 tahun dan 19 tahun yang sedang bermain disekitar walahar sempat hanyut terbawa arus tapi akhirnya dapat diselamatkan oleh kakaknya anak tersebut, selain itu satu sepeda motor milik warga yang hanyut terbawa arus. "Biasanya di bawah jembatan orang sering mencuci motor, pada saat kejadian pemilik motor tersebut tidak dapat menyelematkan motornya itu," terangnya.
Sementara itu, Slamet BE, Kepala Divisi II perum Jasa Tirta saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab utama jebolnya pintu air tersebut pihaknya akan melakukan terlebih dahulu penyebab utama kejadian ini. Namun untuk sementara pihaknya memprediksi kejadian tersebut terjadi karena kelemahan struktur pintu tersebut. "Pintu ini sudah lama belum dilakukan perbaikan, kemungkinan akibat sudah lamanya pintu tersebut material yang ada sudah kelelahan sehingga tidak dapat lagi menahan arus air yang ada. Kami juga belum bisa memastikan kerugian yang kami alami," jelasnya pada RAKA.
Jembatan tersebut, lanjutnya, memiliki lima pintu dan masing-masing pintu memiliki panjang 15 hingga 20 meter, dengan jebolnya pintu bendungan tersebut, diperkirakan pasokan air untuk pesawahan, perusahaan dan PAM akan mengalami kendala. Namum pihaknya memastikan bahwa pasokan air tersebut tidak akan sampai tidak terpasok, pasalnya saat ini pihaknya telah melakukan langkah antisipatif.
"Pintu tersebut tidak memiliki cadangan, namun kami akan menurunkan stop log, untuk mengatur air yang keluar, sehingga pasokan air untuk pertanian maupun perusahaan bisa tetap terpenuhi. Kami pastikan dari kejadian ini tidak ada daerah yang kebanjiran, "terangnya.
Kejadian ini, tuturnya baru terjadi saat ini, pintu bendungan ini sempat mengalami perbaikan. Namun sudah cukup lama sampai saat jebolnya tanggul ini belum diadakan perbaikan lagi, perbaikan yang sering dilakukan hanya bagian luar saja, untuk bagian dalam pihaknya jarang melakukan pemeriksaan. Pihaknya telah mengajukan perbaikan dan ajuan tersebut telah diakomodir oleh balai besar walahar sungai citarum (BBWSC). "Kalau bahan materialnya ada, kemungkinan perbaikan akan memakan waktu kurang lebih dua bulan, dikhawatirkan kami kesulitan materialnya karena materialnya merupakan bahan yang lama, "terangnya.(marsyahid/RAKA)
posting berita pukul 1:17 PM 0 comments
Labels: peristiwa
Tukang Becak Tewas Tertabrak

JAYAKERTA, RAKA - Tragis! Seorang tukang becak tewas seketika setelah dihajar angkot Jurusan Batujaya - Rengasdengklok, Senin (11/8). Sebelum tewas korban sempat terpental dan tersungkur di pinggir sungai. Sementara pihak kepolisian hingga kemain masih melakukan pengejaran terhadap tersangka.
Korban adalah Inem Bin Perit (50) warga RT 13/05, Dusun Bubulak, Desa Medang Asem, Kecamatan Jayakerta. Sekitar pukul 05.30 WIB becak yang dikendarainya ditabrak mobil tak dikenal. Sebagian saksi mata menduga, kendaraan itu adalah angkutan umum jurusan Batujaya-Rengasdengklok, sebagian lagi mengatakan mobil pribadi, karena jenisnya kendaraanya serupa.
Dijelaskan tetangganya, seperti hari biasanya Inem pergi ke Pasar Rengasdengklok pukul 05.00 WIB untuk narik becak yang dia sewa Rp 2000/hari dari pemilik becak. Hasil sehari mengayuh becak hingga waktu dzuhur sekitar Rp 13 ribu, tapi tidak jarang dia pulang ke rumah hanya membawa hasil narik becak Rp 5-10 ribu.
Naas, saat kakek lima anak ini kembali ke tempatnya usahanya di Pasar Rengasdengklok, tepat di Jalan Cikangkung becaknya ketabrak mobil dari belakang. Saksi mata mengatakan, Inem terlempar dan tersungkur di tepian sungai, sedangkan becaknya rusak parah. Kaki dan tangan kanannya patah, kepala terbentur lantai jalan yang keras. Dia sempat dilarikan ke RS Proklamasi, tapi sayangnya suami Newi ini tidak tertolong. "Hidung dan mulutnya keluar darah," jelas tetangganya usai memandikan jenazah Inem.
Diketahui, jalan sepanjang Batujaya-Rengasdengklok ini rawan kecelakaan, terlebih banyak diantaranya jalan bergelombang dan amblas yang tidak nampak. Meski begitu, pengendara yang lalu lalang kadang melaju dengan kecepatan tinggi. Apalagi, sepanjang jalan ini hampir tidak ada rambu-rambu lalu lintas. Setiap hari, Inem dan tukang becak lainnya memang sering terlihat di jalan raya ini, mereka menawar jasa pada para penumpang angkutan umum yang turun dari arah Tanjungpura maupun dari arah Batujaya. Kadang, Inem terlihat membawa belanjaan banyak di becaknya, kadang hanya penumpang satu-dua orang mengantar keperluan warga setempat.
Hingga kemarin, kendaraan jenis 'carry' ini masih dalam pengejaran Polsek Rengasdengklok. Saat kejadian, memang jalanan belum terang karena masih pagi, sehingga saksi kejadian tidak melihat jelas jenis kendaraan dan plat nomor, yang mereka tahu mobil itu langsung ngebut dan meninggalkan Inem terkapar bersimbah darah di pinggir saluran induk Rengasdengklok. (spn)
posting berita pukul 11:27 PM 0 comments
Labels: peristiwa
Meluncur dari Pohon Sawo

Pemetik Buah Tewas
JAYAKERTA, RAKA - Nasib nasib dialami Maman (45), warga RT 11/04 Dusun Pawanda, Desa Medang Asem, Kecamatan Jayakerta. Kamis (7/8) sekitar pukul 11.00 WIB, ayah empat anak ini tewas mengenaskan setelah meluncur dari pohon sawo setinggi 20 meter. Sebelum dinyatakan tewas pemetik buah-buahan ini sempat dilarikan ke RSUD Karawang.
Maman tewas sekitar pukul 16.00 WIB. Isak tangis menyelimuti rumah duka, terutama anak tertuanya Reni (18) tak henti berlinang air mata meratapi kepergian ayahnya. Apalagi istrinya Yayah (40) tak kuasa membendung kesedihan, karena pada saat kejadian dia menyaksikan suaminya melayang dari atas pohon dan menghantam tanah kering hingga tulang kaki dan tangan menusuk ke tanah, patah. Istrinya sempat melihat suaminya itu meringis kesakitan, tak tunggu waktu lagi Yayah berteriak minta tolong pada tetangganya. Kemudian Maman dilarikan ke dukun urut di Pedes.
Karena tukang urut tidak menyanggupinya, Maman dibawa ke Puskesmas Medang Asem, Kecamatan Jayakerta. Oleh puskesmas, Maman dirujuk ke RSUD Karawang menggunakan ambulan. Sampai di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD, tubuh Maman tak lagi bisa menahan sakitnya, dia memang mengalami patah tulang serius. Kaki kiri remuk sedangkan yang kanan patah di paha, lalu tangan kanan patah dan dua tulang iga pun patah.
Sebelum meninggal, Maman sempat menanyakan seseorang temannya bernama Amid pada Agus yang saat itu membopongnya. Setelah Agus menjawab bahwa Amid tidak ada, Maman yang terkulai di pelukan Agus ini langsung menghembuskan nafas terakhirnya. Diketahui tetangganya, keseharian Maman adalah sebagai pemanjat pohon buah-buahan, hal itu dilakukannya sebagai nafkah bagi keluarganya. Dia selalu piawai manjat pohon, tapi entah kenapa kemarin Maman naas jatuh dari pohon sawo.
Dia dikenal baik dan tidak pernah mengecewakan tetangganya. Dengan kematiannya ini, para tetangga merasa kehilangan sosok yang dikenal ulet bekerja sebagai tukang petik buah-buahan. Tak, jarang Maman ini sering disuruh untuk memetik buah kelapa, jambu, mangga dan lainnya, karena memang di dusun ini banyak pohon-pohon tersebut. Dan Maman lah ahlinya memanjat pohon. (spn)
posting berita pukul 11:10 PM 0 comments
Labels: peristiwa
Nekad Parkir Truk Kecemplung
posting berita pukul 5:25 PM 0 comments
Labels: peristiwa
Usut Tuntas Kematian Lamah
Pemakaman TKW yang meninggal di Taiawan, Lamah bin Amat di di Desa Medan Karya, Kecamatan Tirtajaya. Tampak keluarga sangat terpukul dengan nasib tragis yang menimpa TKW sarjana lulusan Unisma Bekasi ini.
TIRTAJAYA, RAKA - Lamah bin Amat (26) TKW asal Desa Medankarya, Kecamatan Tirtajaya yang meninggal di Taiwan dimakamkan, Selasa (22/4) pukul 12.00 WIB di pemakaman keluarganya. Isak tangis tampak menyelimuti keluarga dan kerabat yang selama ini mengenal peringai Alm.Lamah. Doa pengantar dilantuntan untuk keselamatan Lamah di alam baka, setelah dia dinyatakan tewas sebagai pahlawan devisa negara.
Paman sekaligus kuasa hukum Alm.Lamah, Ferdinand Marcos SH menyatakan geram pada pamerintah dan PPJTKI (Perusahaan Pengarah Jasa Tenaga Kerja Indonesia) yang sepertinya memiliki permainan picik terhadap para Tenaga Kerja Wanita (TKW). Seolah mereka diperjakan untuk kepentingan sekolompok tanpa memperdulikan nasi bahkan nyawa para TKW.Dia mengendus ada rangkaian kebohongan pada peristiwa yang dialami Alm. Lamah, yaitu dari ketidak cocokannya surat-surat agancy dan PPJTKI juga keterangan dari Negara Taiwan.
“Ini proses hukum dan tidak bisa sebentar, kami biarkan berjalan sesuai hukum dan siapapuun pelakuknya, kalau terindikasi kriminal maka harus dihukum sesuai aturan negara,” jelasnya menceritakan rangkaian kebohongan ini harus diungkap.
Dia yakin kaitan ini ada hubungannya dengan uang, karena kalau meninggal bunuh diri maka asuransi tidak diganti.Nasib yang dialami Lamah merupakan fenomena gunung es yang harus segera dicarikan jalan pemecahannya. Jika tidak harga diri bangsa kita ditendang-tendang bangsa lain. Marcos juga berharap agar Pemkab Karawang lebih sensitif dan serius lagi jika ada kasus-kasus yang menimpa TKI asal Karawang, karena tidak bisa dipungkiri banyak warga Karawang yang mengadu nasib di negara lain.
Diketahui, Alm.Lamah diduga pihak keluarganya dibunuh. Dan jenazah Lamah datang dengan pesawat China Airlines. Pesawat berangkat dari Taiwan pukul 8.50 waktu setempat. Kepulangan jenazah ini diperoleh setelah pihak keluarga mendapat surat elektronik yang dikirim KDEI (Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia) di Taiwan. Isi surat itu menyebutkan jenasah Lamah bin Amat akan diterbangkan ke Indonesia hari Senin kemarin.
Dijelaskan Marcos, korban diduga dibunuh oleh majikannya karena pahlawan devisa negara itu selalu mendesak majikannya agar segera membayarkan gajinya. Pasalnya, selama tujuh bulan korban bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), baru Rp 7 juta gaji yang diterima korban. (spn)
posting berita pukul 7:16 PM 0 comments
Labels: peristiwa


-714281.jpg)