Showing posts with label religi. Show all posts
Showing posts with label religi. Show all posts

Rohani Kaget Dapat Tiket Haji Gratis

Saturday, August 23, 2008



PAKISJAYA, RAKA - Siapa yang tidak senang dapat tiket haji gratis? Seperti yang dialami Rohani (32) warga RT 12/03, Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya. Dia mendapat 1 kuota pergi ke tanah suci gratis dari infaq dan shodaqoh Rp 12 ribu/tahun yang dikumpulkan dari 3.500 orang warga Kecamatan Pakisjaya.

Haru, kaget campur senang, itulah yang dirasakan ibu tiga anak ini. Suaminya Minin (35) hanya seorang buruh kasar, kuli traktor sawah yang tiap harinya memperoleh hasil bersih dari usahanya Rp 35 ribu. Namun, jika musim tanam berlalu, minim mendorong gerobaknya dan berjualan soto ayam, sementara Rohani membantu membuat bumbu masak untuk usaha suaminya ini.

Rumahnya bilik, jelas tertera stempel Rumah Tangga Miskin (RTM) pada dinding gubuknya. Ketiga anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar, sedangkan yang bungsu belum sekolah, yaitu Maryani (12), Mu'inah (11) Dan Royadi (6). "Ketika saya daftar infak dan shodaqoh Rp 12 ribu/tahun, saya merasa yakin bahwa saya yang akan mendapat pergi haji gratis, ini bukan hanya perasaan, tapi hati saya mengatakan, saya lah yang akan pergi haji," kata Rohani menceritakan firasatnya saat dia infak Rp 12 ribu/tahun yang kemudian dananya dihimpun Ikatan Persatuan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Pakisjaya.

Tetangganya, Ismail (40) di dampingi Ketua RT 12 Mu'min (65) menyatakan dukungannya pada Rohani yang sudah dipanggil Allah untuk datang ke tanah suci. Bahkan, Ismail meminjamkan beberapa buku panduan haji untuk dipelajari Rohani, supaya ibadah yang akan dijalankan Rohani ke Makkah jadi mantap. "Awalnya kami memang ragu dengan program camat yang mengatakan bisa memberangkatkan haji gratis dari dana infak, tapi setelah terbukti seperti ini, kami merasa yakin dan mendukung infak dan sodaqoh pada tahun depan, saya yakin peserta infak dan sodaqoh tahun depan akan lebih banyak," ujarnya.

Sedangkan Minin tidak pernah membayangkan istrinya mendapat satu kuota berangkat haji gratis dari hasil infak dan shodaqoh warga Pakisjaya. Namun begitu, Minin ikhlas dan rela istrinya pergi ke tanah suci untuk menyempurnakan ibadah. Dia juga berharap supaya IPHI Pakisjaya tetap melaksanakan kegiatan tahunan ini agar masyarakat miskin di Kecamatan Pakisjaya mendapat kesempatan pergi haji gratis, karena ibadah ini merupakan dambaan semua kaum muslim. "Saya ucapkan terima kasih pada Camat Heri, dengan gagasannya yang mulia ini istri saya bisa pergi haji," katanya terharu. (spn)

Louncing Haji Pakisjaya




dari Dana Infak dan Shodaqoh


PAKISJAYA, RAKA - Tahun ini, yang terpilih berangkat haji sebanyak 1 kuota dari dana infak dan shodaqoh Rp 12 ribu/tahun dari masyarakat Kecamatan Pakisjaya yaitu Rohani warga Kampung Baru II, RT 12/04 Desa Telukjaya. Tidak hanya itu saja, tokoh masyarakat Cibuaya, H. Anawi nyumbang 1 kuota dan undiannya jatuh pada Kapolsek Pakisjaya Hermawan yang juga akan berangkat ke tanah suci.

Sedangkan Camat Pakisjaya Drs. Heri Paryono mendapat kemuliaan pergi haji gratis pemberian dari seorang pengusaha Jakarta bernama Muhammad Faidzin, tapi dia menghibakan kuota itu pada guru ngaji setepat Ust. Mustopa. Pengumpulan dana infak dan shodaqoh berlangsung sejak Maret hingga Agustus 2008. Infak ini dikumpulkan dari 3.500 peserta infak dan shodaqoh pemberangkatan haji warga Pakisjaya. Hanya Rp 12 ribu/tahun, tiap peserta memperoleh kesempatan pergi haji.

Gagasan Camat Drs. Heri Paryono ini dianggap sukses dan merupakan cikal bakal pemberangkatan haji melalui infak dan shodaqoh pada tahun-tahun mendatang. "Program ini tidak begitu saja mudah dilakukan, karena selama proses pelaksanaanya banyak yang pesimis dan tidak memahami tujuan saya yang sebenarnya, tapi dengan 'lounching' pertama ini, mudah-mudahan bermanfaat dan akan terus dilakukan pada tahun mendatang," katanya usai kegiatan louncing pemberangkatan haji dari dana infak dan shodaqoh, Selasa (5/8) sore.

Selanjutnya, dia menginginkan membuka jaring seluas-luasnya pada masyarakat melalui sosialisasi tentang program infak dan shodaqoh pemberangkatan haji ini. Dia berharap, pembayaran shodaqoh itu 'on line' di Bank Rakyat Indonesia (BRI), sehingga masyarakat manapun diluar Kecamatan Pakisjaya bisa menjadi pesertanya. Selama ini, pembayaran infak masih terpaku pada BRI Unit Pakisjaya. "Jika sudah 'on line' kedepannya peserta infak ini bisa nasional. Namun, ini baru rencana, memang yang jadi peserta infak dan shodaqoh pemberangkatan haji ini tidak hanya untuk warga Pakisjaya saja, tapi bagi semua umat Islam," ungkapnya.

Diakui camat, untuk menjalankan infak dan shodaqoh beramal mulia ini, dia harus melakukan beberapa tahapan, diantaranya sosialisasi selama 3 bulan yaitu ke masjid, majlis dan para ulama setempat. Selain itu komitmen dari hasil sosialisasi dengan mengundang para ulama. Setelah itu membentuk lembaga Ikatan Pemberangkatan Haji Indonesia (IPHI) beserta seksi-seksinya, lalu bintek warga dan IPHI, kemudian MoU dengan BRI untuk membentuk rekening IPHI. Setelah itu pengumpulan dana hingga akhirnya pengundian. "Pengundian ini supaya terbuka, bukan mengadu nasib, itu tahapan yang saya lakukan, setiap tahapan mengandung resiko yang berat bahkan banyak hujatan dari orang-orang yang pesimis," ucap camat.

Pada pengundian untuk menentukan peserta infak dan shodaqoh yang beruntung berangkat haji tahun ini, di lapangan terbuka kecamatan ini pun digelar tabligh akbar dengan mengundang penceramah kondang Ust. Jefri yang akrab disapa Uje. Pada kesempatan sama, Wakil Bupati Karawang Hj. Eli Amalia memberi sambutan dan mendukung program yang dilakukan Camat Pakisjaya ini. (spn)

Candi Jiwa Dipadati Ummat Buddhis

Thursday, June 5, 2008




BATUJAYA, RAKA - Umat Buddha merayakan puja bakti Waisak 2552 BE di pelataran Candi Jiwa, Kecamatan Batujaya, Minggu (1/6) siang. Pada kegiatan tersebut hadir umat Buddhis dari Propinsi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Candi Jiwa ini merupakan candi puja dan usianya lebih tua dibanding Candi Borobudur.


Di sela kegiatan, ketua Umum Panitia puja bakti Waisak, Nyana Wangsa menyampaikan, kegiatan ini merupakan kehormatan bagi umat Buddha Kabupaten Karawang. Pada tahun 2008 di bulan Waisak ini merupakan momen yang mengingatkan kembali terhadap tiga peristiwa agung. Yaitu pada saat Pengeran Shiddharta Gutama lagir pada 623 SM, Petapa Gautama mencapai penerangan agung pada 558 SM dan Buddha Gutama Parinibbana 543 SM.


Tiga rangkaian peristiwa tersebut, lanjutnya, umat Buddha diharapkan dapat memahami kembali makna perjuangan Pangeran Siddharta dalam mencapai kesempurnaan hidup untuk kebahagiaan semua makhluk di dunia ini. Pada saat awal Sang Buddha mengajar Dhamma, para Bikkhu merupakan orang-orang yang membaktikan dirinya untuk menempuh kehidupan suci dan mengabdi demi kepentingan banyak orang.


Meninggalkan hidup berumah tangga secara total, menghayati ajaran suci dan hidup berkelana dari satu desa ke desa lain untuk menyelamatkan dunia dari kerusakan dengan meningkatkan kualitas moral dan etika kehidupan sebagai keyakinan hakiki yang disertai pola pembangunan ramah lingkungan.Kegiatan yang dilaksanakan di pelataran peninggalan Jaman Tarumanegara ini didukung umat Buddha DKI Jakarta, Propinsi Banten dan Jawa Barat untuk pertama kalinya di Candi Jiwa.


Dan kegiatan ini bertema ‘Kehadiran Buddha Sebagai Sumber Kebangkitan Moral dan Mawas Diri’. Acara ini pun bersamaan dengan kegiatan kunjungan wisata tahun 2008 yang dipusatkan di situ Candi Jiwa. Acara ini merupakan ritual Waisak pada tanggal 20 Mei 2008 lalu, yang dilaksanakan hingga ke candi ini yang dilakukan umat Buddha.


Acara Waisak ini dihadiri langsung Bupati Karawang Drs. H. Dadang S. Muchtar beserta jajaran dan para camat, juga Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Budha Depag RI Drs. A. Joko Wuryanto, Sos, SAg, MSi, Bimas Budha Jabar DKI, Banten, Kepala Disbudpar Jabar Budiana, Kepala Balai Purbakala Bandung, Kepala BP3 (balai pelestarian purbakala serang banten).


Pada kesempatan bicara, bupati menegaskan, Kabupaten Karawang ini memiliki banyak potensi wisata alam gunung dan pantai. Sedangkan yang memiliki wisata sejarah yaitu Tugu Proklamasi di Rengasdengklok dan Candi Jiwa di Kecamatan Batujaya. Dengan begitu, bupati bersedia meningkatkan potensi alam maupun potensi sejarah yang ada di Kabupaten Karawang ini. Hingga kini, di area Candi Jiwa masih ada beberapa situs yang sedang digali oleh para ahli purbakala. (spn)

Apa pendapat Anda tentang berita ini? komentar berita Secara otomatis, komentar yang ditulis akan masuk pada dinding Facebook Anda.
 
 
 
 
Copyright © BeritaKarawang.com | Space iklan logo Rp 200 ribu sebulan
Karawang, Jawa Barat, Indonesia, 085691309644, beritakarawang@gmail.com | Asep Saepudin Hasan