Indosat Santuni Yatim Al Ahliyah
posting berita pukul 3:56 AM 0 comments
Labels: sosial
SK Buser Gelar Sunatan Masal
posting berita pukul 8:32 AM 0 comments
Labels: sosial
LSM Kompak Gelar Sunatan Massal
RENGASDENGKLOK, RAKA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komando Penegak Keadilan (Kompak) gelar sunatan bagi puluhan anak kurang mampu, Selasa (18/8) pagi di Sekretariat LSM Kompak Wilayah II, Jalan Simpang 3, Kw 15, Desa Rengasdengklok Utara. Kegiatan sosial ini sebagai peringatan HUT RI ke-64 sekaligus menyambut Bulan Ramadhan. Acara ini pun didukung Karang Taruna 'Pandawa Bersatu'.
posting berita pukul 8:58 AM 0 comments
Labels: sosial
Polisi Gencar Sosialisasi Bahaya Narkoba
posting berita pukul 6:15 AM 0 comments
Labels: sosial
Maman Suryaman: Bukan Saya yang Menentukan
posting berita pukul 12:16 AM 0 comments
Labels: sosial
Program Haji Gratis Harus Dilanjutkan
posting berita pukul 12:15 AM 0 comments
Labels: sosial
Satpol PP Gencar Rajia, PSK Pulang Kampung
posting berita pukul 12:21 AM 0 comments
Labels: sosial
UPK Kutawaluya Gelar Khitanan Masal
posting berita pukul 7:44 AM 0 comments
Labels: sosial
Jangan Tunggu Ada Korban DBD

*Prinsip Fogging Dahulukan Kesehatan
RENGASDENGKLOK, RAKA - Mengisi hari kemerdekaan tidak melulu dengan pesta rakyat dan perlombaan. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Karawang Fraksi Partai Golkar, H. Deni Nuryadi SH, dia melakukan fogging di Dusun Blokraton, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok.
Hal itu dilakukannya supaya masyarakat di sekitar lingkungan itu bebas dari wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) dan bisa mengisi kemerdekaan dengan sehat. Diakui Deni, dia ingin merubah paradigma pelaksanaan fooging tidak harus dilakukan setelah ada korban DBD, tapi akan dilaksanakan berkala, minimal setahun sekali atau setiap pergantian musim hujan ke musim panas dan sebaliknya.
Rengasdengklok memiliki historis yang tidak akan terlupakan secara nasional maupun Internasional. Para pejuang bangsa ini, aku Deni, telah bertaruh nyawa memerdekakan negara kesatuan Republik Indonesia. Dia sebagai wakil rakyat mengaku sangat peduli dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan adanya kegiatan fooging untuk mencegah DBD ini memang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Karena kersehatan ini merupakan suatu nilai yang tidak bisa diukur dengan materi, kalau masyarakat dan lingkungan sehat mobilisasi kehidupan pun akan lancar," ungkap Deni yang akan mencalonkan kembali sebagai dewan rakyat Kabupaten Karawang tahun 2009 mendatang.
Fogging ini dilakukan di Dusun Blokraton yang terdiri dari 7 RT sekitar seribu rumah. Pada saat penyemprotan berlangsung, Deni turut terlibat memantau rumah-rumah yang sedang difooging. Diketahui, dusun merupakan pemukiman yang padat, masih banyak kolam-kolam ikan yang kemungkinan jadi sarang nyamuk, termasuk saluran air pembuang dari tiap-tiap rumah yang kurang lancar mengalir. Dengan begitu, pemukiman ini memang perlu difogging secara berkala untuk mengantisipasi wabah DBD.
"Kita akan anggarkan alat fogging, karena Puskesmas Rengasdengklok merupakan daerah kota. Sehingga, kalau diperlukan fogging tidak repot lagi, saat diminta warga, fooging bisa dilaksanakan, karena fooging ini sangat diperlukan sekali untuk mencegah DBD. Saya akan mengubah paradigma fooging hanya dilakukan setelah warga terserang DBD, ada atau tidak ada kasus DBD, fooging ini akan ditetapkan menjadi program kerja puskesmas. Namun begitu, fooging bukan suatu penanganan berkesinambungan, fooging ini hanya preventif saja, yang harus berperan adalah masyarakat dengan melakukan 3M (menguras bak mandi, menutup gentong atau penampung air dan mengubur barang bekas yang tidak terpakai agar tidak dijadikan sarang nyamuk, red) untuk mencegah wabah DBD dari jentik nyamuk," jelasnya.
Pangkal penyelesaiannya yaitu melakukan 3M, sementara fooging hanya preventif, tapi tetap dalam melakukan ini masyarakat harus selalu berkoordinasi dengan Puskesmas Rengasdngklok dan Dinas Kebaupaten Karawang. "Memang, menjadi wakil rakyat harus betul-betul aspiratif dan tanggap membantu rakyat. Intinya, kita mengisi kemerdekaan dengan melakukan hal yang bermanfaat, diminta atau tidak, itu tetap kewajiban saya, karena saya selalu melihat kondisi masyarakat yang sebenarnya," imbuhnya.
Seorang warga RT 23/05, Enang Sutarya (44) membenarkan penyataan Deni, diakuinya fooging ini sebaiknya dilakukan tidak usaha menunggu yang kena DBD karena setiap waktu masyarakat memang memerlukan fooging, terutama saat pergantian musim, hampir di setiap rumah warga banyak nyamuk. Meski lingkungan sekitar Blokraton bersih, tetap saja nyamuk-nyamuk ini berdatangan dari dusun lainnya. Untuk itu, selain 3M, fooging tetap diperlukan. (spn)
posting berita pukul 12:10 AM 0 comments
Labels: sosial
Yessy Gelar Bakti Kemerdekaan
RENGASDENGKLOK, RAKA - Artis Yessy Gusman menggelar sejumlah kegiatan di Tugu Proklamasi Rengasdengklok dalam rangka HUT RI ke-63. Tidak hanya hiburan dan eduksi bagi masyarakat, Yessy juga meresmikan masjid Masjid Al Karomah AT Toyyibah yang dia bangun di Dusun Tugu Bojong, Sabtu (16/8) sore.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di Tugu Proklamasi sejak 16-18 Agustus 2008. Usai persesmian masjid, Yessy mengatakan, mudah-mudahan masjid yang telah dia resmikan ini tidak hanya sekedar dibangun, tapi mengisinya. Apalagi saat ini umat Islam akan menyambut bulan puasa. "Kami senang pembangunan masjid ini berjalan dengan lancar, diawali khitanan masal untuk 30 anak di Puskesmas Rengasdengklok, kemudian meresmikan masjid dan membuka taman bacaan di pelataran masjid yang dikelola langsung DKM masjid, dengan 800 buku bacaan anak TK, SD dan SMP," jelasnya.
Sementara, kegiatan lari marathon yang telah direncanakan sebelumnya sepanjang Rengasdengklok-Jakarta dibatalkan, mengingat panitia tidak memiliki waktu persiapan tersebut dan akhirnya memusatkan kegiatan di Tugu Proklamasi Rengasdengklok dalam waktu 3 hari berturut-turut.
Kegiatan tersebut diawali sunatan masal untuk 30 anak di Puskesmas Rengasdengklok, kemudian dilanjutkan peresmian taman bacaan dan gunting pita masjid Al Karomah At Toyyibah lalu renungan malam di tugu proklamasi pada Sabtu (16/8). Keesokan harinya digelar pawai becak, lomba lukis tong sampah dan panjat pinang. Minggu (18/8) digelar lomba baca tulis inovatif di SDN Rengasdengklok Selatan VI dan lomba kebersihan tugu proklamasi, pesertanya warga Kalijaya dan Bojongtugu, Desa Rengasdengklok Selatan.
Acara dilanjutkan dengan menggelar gebyar budaya nuansa lingkungan hidup yang dilaksanakan puluhan Mahasiswa Universitas Jakarta (UNJ) Fakultas Sastra dan Seni bersama siswi SMP 1 Rengasdengklok di lapang tugu proklamasi sekaligus pembagian thropy bagi semua pemenang perlombaan yang telah digelar sejak 16-18 Agustus 2008.
Kegiatan Yessy yang diakhiri teaterikal ini menampilkan tentang lingkungan hidup yang saat semakin rusak oleh penebangan dan pembalakan pohon termasuk pabrik yang merusak lapisan ozon. Juga limbah dan barang kimia dari pabrik. Pesan dari teaterikal ini masyarakat dan pemerintah harus sama-sama memperbaiki kerusakan ini dan yang rusak dibangun kembali, terutama di Indonesia sebagai paru-paru dunia. (spn)
posting berita pukul 12:07 AM 0 comments
Labels: sosial
PDIP Megabakti Fogging di Rengasdengklok
RENGASDENGKLOK, RAKA - Masih dalam Program Megabakti, PDIP kembali melakukan fooging di sejumlah rumah Dusun Blokraton, Desa Rengasdengklok Selatan, Rabu (12/8) siang. Fogging ini merupakan reaksi darurat yang dilakukan PDIP setelah mendapat laporan seorang warga setempat yang terserang demam berdarah.
Calon Legislatif (Caleg) dari PDIP, Abdul Arif, SE menjelaskan, pengasapan untuk membunuh nyamuk-nyamuk ke setiap rumah di Blokraton ini merupakan upaya reaksi cepat darurat PDIP. Seperti diketahui, Demam Berdarah Dengue (DBD) ini penyakit laten, harus ada upaya penyelesaian secara cepat, yaitu memberantas nyamuk demam berdarah.
Untuk itu, PDIP mengambil langkah cepat untuk melakukan penyemprotan nyamuk DBD gratis bagi masyarakat yang membutuhkannya, termasuk di Dusun Blokraton ini. Upaya ini, lanjutnya, dilakukan kontinyu oleh PDIP yaitu bagi semua masyarakat di kecamatan manapu di Kabupaten Karawang.
Fooging ini akan dilakukan setelah ada permintaan warga atau sesuai laporan warga yang kena DBD. Dan PDIP siap 24 jam menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat. Tentunya, PDIP juga berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan pengurus ranting PDIP untuk selalu siaga apabila dibutuhkan oleh masyarakat.
"Kegiatan ini tidak hanya dalam rangka menghadapi pemilu, tapi sudah bertahun-tahun dilakukan PDIP, yaitu memberikan bukti kepada masyarakat bahwa PDIP benar-benar peduli pada wong cilik. Selanjutnya, PDIP mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik dengan masyarakat setempat yang telah melaporkan gejala-gejalan DBD," ujarnya.
Pimpinan Ponpes Bani Ali, Dusun Blokraton, Didin Ahmad Muhidin (30) mengatakan, atas nama warganya yang berdomilisi di lingkungan Ponpes yang dia pimpin, berterima kasih pada Caleg dari PDIP ini yang telah menyumbang dan berperan melakukan fooging gratis untuk masyarakat di lingkungannya. Diakuinya, PDIP tentunya sudah menjadikan persoalan masyarakat ini sebagai tolak ukur.
"Memang, seharunya partai yang mampu mewakili aspirasi rakyat ini harus mampu mewujudkan keinginan masyarakat secara langsung, karna bagaimanapun wakil rakyat itu harus mampu menampung aspirasi masyarakatnya. Kalau dalam sebuah kaidah dikatakan, bahwa bentuk partisipasi atau bentuk apapun yang dilakukan pimpinan masyarakat, harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Mudahan-mudahan yang dilakukan Abdul Arif dan PDIP ini menjadi cerminan bagi wakil rakyat lainnya untuk lebih mementingkan rakyat," jelasnya. (spn)
posting berita pukul 11:35 PM 0 comments
Labels: sosial
Lomba Mancing Tabur 2 Kwintal Lele

PAKISJAYA, RAKA - Lagi-lagi Camat Pakisjaya Heri Paryono membuat kegiatan besar bagi masyarakatnya. Kini dia menggelar mancing bersama di saluran sekunder dengan manabur 2 kwintal ikan lele. Dan diantara ikan tersebut dikasih pita yang bisa ditukar dengan hadiah televisi, VCD, mini compo dan hadiah 'door price' lainnya.
Kegiatan ini untuk memeriahkan kegiatan HUT RI ke-63, ini juga untuk menyalurkan kegiatan masyarakat yang gemar mancing sekaligus menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebersihan saluran sekunder agar tetap bersih. Dengan mancing ikan lele ini juga menambah gizi masyarakat.
"Semata -mata kita lakukan ini untuk gizi masyarakat melalui kegiatan mancing. Kegiatan ini kita lakukan sejak saya menjabat Sekertaris Camat Pakisjaya," kata Camat Heri, disela kegiatan, Minggu (10/8) siang. Mancing ini dilakukan di sepanjang saluran sekunder 500 meter di depan kantor kecamatan, tiap kedua ujung saluran ini ditutup jaring.
Selain lomba mancing juga lomba menangkap ikan dengan tangan di air atau disebut 'gogoh ikan' dan berhadiah, bagi yang mendapat ikan berpita bisa ditukar dengan hadiah yang tersedia. Pita warna kuning ditukar dengan TV warna, pita merah ditukar VCD, pita hijau untuk 'mini compo'. Sedangkan untuk 'gogoh ikan' pitanya warna biru untuk bisa ditukar TV warna. "Kalau tidak kita lakukan sekarang, jelang 17-an saya akan padat," akunya.
Kegiatan ini, aku camat, selalu berorientasi kemasyarakatan, semuanya sesuai dengan kepentingan masyarakat. Jelang 17 Agustus ini kegiatannya berangkai, diawali lomba mancing dan 'gogoh ikan' diteruskan kebersihan kantor desa dan dinas intansi, rally sepeda dan akhir kegiatan diadakan malam kesenian di halaman kantor kecamatan.
Sementara, beberapa warga yang mengikuti lomba mancing ini menyatakan, kegiatan ini perlu dilestarikan di Kecamatan Pakisjaya dan berharap kegiatan ini akan terus dilestarikan oleh pihak kecamatan. "Saya senang dan bahagia dengan kegiatan ini, karena sekarang Pakisjaya jadi semakin meriah sejak camat Heri melakukan banyak kegiatan kemasyarakatan," kata seorang warga. (spn)
posting berita pukul 11:15 PM 0 comments
Labels: sosial
Pertamina Sebar Bibit Gratis
Kepala Layanan SDM - HR Area Jawa Bagian Barat, Suwardi, mewakili General Manager Pertamina Pemasaran BBM Retail Region III, berharap agar bantuan benih padi ini bisa memacu petani untuk meningkatkan produksinya. "Jika petani di Karawang bisa kembali memproduksi beras dengan kualitas baik, maka predikat lumbung padi akan kembali menggaung. Dan, bila itu tejadi, kemungkinan Indonesia tidak lagi impor beras dari luar negeri tetapi mengekspor beras ke luar negeri," ucap Suwardi, Selasa (3/6) di Aula Desa Cikande, Kecamatan Cilebar saat penyerahan benih padi tersebut.
posting berita pukul 5:13 PM 0 comments
Labels: sosial
Ketika Warga 'Pos Banjir' Dengklok Terusir
Rumah yang dibongkar oleh pemukimnya sendiri.
Bagi kebanyakan orang Dengklok dan sekitarnya, nama 'Pos Banjir' mungkin tidak asing di telinga. Karena di pinggiran Citarum itulah 'kehidupan kelam' selama ini berlangsung. Namun kini Pos Banjir tinggal puing, setelah pembongkaran berlangsung kemarin.
Terpaksa, puluhan warga yang mendirikan rumah ilegal di Dusun Krajan A, Desa Kertasari atau yang disebut 'Pos Banjir' memugar rumah mereka sendiri, menyusul rencana Satpol PP yang akan meratakan pemukiman tersebut karena menyalahi Perda No 26 dan 27 Tahun 2001 tentang lokalisasi dan perjudian yang kerap dilakukan di lokasi tersebut.
Sekitar tujuh rumah yang menjadi target utama pemugaran, lima diantaranya dipugar pemiliknya, sementara dua rumah masih disegel, karena tidak ada penghuninya. Pada operasi ini, Satpol PP tidak mengerahkan petugasnya untuk membongkar, kecuali hanya mengawasi dan meminta pemilik bangunan ilegal itu menandatangani surat pernyataan tentang pelanggaran Perda No 26 dan 27 Tahun 2001.
Selanjutnya, perkara ini akan disidangkan ke Pengadilan Negeri Karawang.Tak pelak, meski mereka sedang memugar rumahnya, teriakan mereka kencang ditujukan pada Kepala Desa Kertasari dan petugas Satpol PP yang mengawasi langsung pembongkaran itu. Mereka merasa dirugikan setelah puluhan tahun menetap, tiba-tiba harus terusir dari lokasi yang sudah mereka anggap rumah sendiri.
Bahkan ada beberapa diantaranya, menyatakan nyesel ikut nyoblos pada pilgub kemarin, karena kini mereka merasa tidak diakui sebagai warga Kertasari. "Kalau begini, dimana lagi kami tidur, kami sudah membangun rumah ini dari hasil usaha," cetus seorang penghuni setempat sambil membongkar rumahnya sendiri.Beberapa diantara mereka juga teriak histeris, lagi-lagi mulut mereka mengupat kepala desa setempat.
Melihat hal itu, beberapa anggota BPD Kertasari, petugas Satpol PP dan staf pengairan yang berada di lokasi hanya diam, tidak ikut bicara karena khawatir mengundang reaksi kemarahan pemukim tersebut. Sementara, kedatangan Satpol PP Karawang ke lokasi itu diikuti petugas PLN yang memutuskan listrik yang terhubung ke rumah-rumah tempat pesta pora pelacuran dan miras.
Penyidik Satpol PP Karawang, Pilih Winadi, SH, menyatakan, cara pembongkaran yang dilakukan pihaknya dengan pendekatan secara persusif, supaya pemilik bangunan itu membongkar sendiri rumah-rumah ilegal mereka. Diakuinya, pembongakaran ini atas permintaan dari Dinas Pengairan, yang tidak menghendaki ada pemukiman di tanggul Sungai Citarum, karena dampaknya akan merusak tanggul dan berimbas bencana jika tanggul itu jebol didorong debit air yang besar.
Warga yang tinggal ditanah ilegal ini, lanjut Pilih, sudah mau kooperatif dengan Satpol PP, mereka membongkar sendiri bangunannya. Tapi, kalau suatu hari ada bangunan serupa berdiri di lokasi ini, Satpol PP akan memugar tanpa konfirmasi lagi, karena keberadaan bangunan di tanggul Citarum ini jelas menyalahi peraturan dan membahayakan. Apalagi, pemukiman ini dijadikan lokasi pelacuran wanita dan sangat mengganggu ketenangan warga.
Selanjutnya, Satpol PP Karawang meminta, supaya kelangsungan hidup penghuni rumah di Pos Banjir ini bisa ditangani kecamatan, terutama Satpol PP Kecamatan Rengasdengklok. Sedangkan Satpol PP kabupaten akan terus memonitor wilayah ini, supaya bebas dari bangunan liar dan lokalisasi pelacuran. "Kalau ada bangunan seperti ini lagi, kami akan membongkar tanpa peringatan," tegas Kepala Pelaksana Operasi Satpol PP Dede Tasria.
Diketahui, lokasi Pos Banjir ini merupakan daerah rawan jebol tanggul Citarum, karena tepat pada serongan Sungai Citarum. Beberapa waktu lalu, pemerintah telah membuat turap untuk menghalau arus deras sungai. Terlihat, lokasi yang dijadikan rumah ini berada di serongan berbentuk 'U' saluran Sungai Citarum.
Dikhawatirkan, dengan adanya pemukiman di sekitar serongan ini, penghuninya mengikis tanggul untuk kepentingan rumah mereka, akibatnya tanggul jadi tipis dan rentan jebol. Dengan begitu, Dinas Pengairan sengaja mengajukan surat ke Satpol PP untuk menetralkan daerah tersebut, karena banyak dihuni bangunan liar. (spn)
posting berita pukul 6:48 PM 0 comments
Labels: sosial


