Showing posts with label sosial. Show all posts
Showing posts with label sosial. Show all posts

Indosat Santuni Yatim Al Ahliyah

Thursday, September 3, 2009

KOTA BARU, RAKA - Indosat Karawang santuni anak yatim Yayasan Pendidikan Al Ahliyah di Desa Pangula Selatan, Kecamatan Kota Baru, Rabu (2/9) sore di Masjid Al Ahliyah. Pada acara buka puasa bersama ini Indosat pun memberi Al Quran terjemah untuk yayasan tersebut. Kegiatan Ramadhan yang dilakukan Indosat ini merupakan rangkaian rutin tahunan.
 
Indirect Sell Indosat Cikampek-Rengasdengklok, Manap menjelaskan, pada bulan puasa ini Indosat membuat beberapa program selama Ramadhan dan hari raya, diantaranya santunan untuk anak yatim, pemberian Al Quran. Acara ini dilaksanakan oleh area Indosat di masing-masing daerah. "Tetap tujuannya kita mempertahankan brand image," katanya.
 
Dipilihnya masjid ini mengingat lokasinya ada di pinggir jalan, ini supaya masyarakat melihat Indosat punya kegiatan. Dan rencananya, hari ini Kamis (3/9) Indosat akan melakukan hal serupa di Masjid Besar Rengasdengklok. Kemudian pada tanggal 4-18 September 2009 akan melakukan bazzar di Klari dan Pasar Kacepet, Cilamaya. "Kita kerja sama dengan pasar setempat," ucapnya.
 
Selain itu, Indosat juga adakan mudik bareng, lanjutnya, sekitar 150 orang akan mudik bareng menuju jalur Surabaya dari Pasar Senen, Jakarta tanggal 19 September 2009. Indosat juga kerjasama dengan Daihatsu pada acara mudik selama 10 hari pada keluarga yang terpilih.
 
Kata Manap, pihaknya lebih banyak melakukan kegiatan tertuju pada CSR (Corporate Social Responsibility) diantaranya membantu dunia pendidikan, termasuk santunan pada anak yatim sebanyak 30 anak di Yayasan Al Ahliyah. Dan selama Ramadhan 1430 Hijriyah ini, Indosat Karawang baru melaksanakan kegiatan sosial di Masjid Al Ahliyah. "Kegiatan di Masjid Al Ahliyah ini merupakan yang pertama dan akan terus kita lanjutkan selama Ramadhan dan lebaran nanti," jelasnya. (spn)
 
 

SK Buser Gelar Sunatan Masal

Thursday, August 20, 2009

Tim medis Puskesmas Batujaya saat menyunat anak di aula kecamatan setempat.
 
BATUJAYA, RAKA - Sebanyak 44 anak mengikuti sunatan masal yang diadakan oleh surat kabar mingguan Buser (Buru Sergap) biro Kabupaten Karawang, Rabu (19/8) pagi, aksi sosial dalam bentuk sunatan masal tersebut bagian dari peringatan HUT RI ke-46. Acara sunatan masal diawali dengan kirab peserta sunatan masal mengelilingi kampung-kampung di Batujaya dengan menggunakan mobil karavan.
 
Acara tersebut dilanjutkan dengan acara tausyah pada malam harinya di lapangan sepak bola Batujaya yang disampaikan oleh mubalig cilik, Abdul Jabar dari Ponpes Nurul Huda, Desa Teluk Bango, Kecamatan Batujaya. Dijelaskan penyelenggara acara ini, Ahmad Yusuf sebagai Kepala Biro SK Buser Karawang kepada RAKA usai acara, acara ini mengacu pada surat Al Jaljalah ayat 7, 'Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebaerat zahra pun maka Dia (Allah) akan melihat'. Kemudian pada surat Al Mudasir ayat 6, 'Dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh yang lebih banyak'.
 
Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini yang paling mendasar adalah meningkatkan rasa persaudaraan di kalangan intansi juga meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat. Bahkan, rencana awal pihaknya akan menggelar nikah masal, tapi hal itu diurungkan mengingat pesertanya cuma ada tiga pasang. Sementara itu, sunatan masal ini didukung Puskesmas dan kecamatan setempat, juga POB (Perkumpulan Orang Betawi), P3 (Paguyuban Pedagang Pasar) dan para wartawan yang ada di biro Karawang.
 
Saat sunatan berlangsung, Kepala UPTD Puskesmas Batujaya, Dedi F. Rahmat menyambut dengan baik kegiatan yang diprakarsasi SK Buser, terlebih acara ini untuk menolong warga miskin, meski bantuannya sedikit, tapi dirasa sangat bermanfaat. Kata Dedi, pihaknya pun punya program pengembangan pengabdian masyarakat, diantaranya sunatan, donor darah dan pengobatan gratis.
 
Namun begitu, sebelum anak-anak disunat, satu persatu dicek kesehatannya, untuk memastikan tidak ada efek buruk setelah disunat. "Mudah-mudahan kerjasama ini berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Banyak program kami yang dikedepankan, memang pemerintah saat ini gembar-gembor untuk hidup sehat dan pelayanan bagi masyarakat. Dan dengan senang hati kegiatan seperti ini sangat kita sambut," ucapnya.
 
Dalam sunatan masal tersebut peserta mendapatkan uang saku, serta seperangkat peralatan sunatan seperti baju sebagai tanda 'kadeudeuh'. Seperti diungkapkan Amin Dimyati (60), Krajan Batujaya, RT 03/01, Desa Batujaya, putra keempatnya Dede Aditia (8), kelas 3 SDN Baturaden I baru disunat tahun ini, Amin sangat menyambut baik inisiatif yang dilaksanakan SK Buser dan dukungan camat yang telah memberikan fasilitas. "Semoga tindakan ini bisa dilanjutkan oleh dermawan agar peduli pada masyarakat kurang mampu, karena kegiatan ini sangat bermanfaat disaat ekonomi masyarakat sedang sulit," ujarnya. (spn)

LSM Kompak Gelar Sunatan Massal

Wednesday, August 19, 2009


RENGASDENGKLOK, RAKA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komando Penegak Keadilan (Kompak) gelar sunatan bagi puluhan anak kurang mampu, Selasa (18/8) pagi di Sekretariat LSM Kompak Wilayah II, Jalan Simpang 3, Kw 15, Desa Rengasdengklok Utara. Kegiatan sosial ini sebagai peringatan HUT RI ke-64 sekaligus menyambut Bulan Ramadhan. Acara ini pun didukung Karang Taruna 'Pandawa Bersatu'.
 
Koordinator Wilayah II LSM Kompak, Ahmad Mukron mengajak semua masyarakat untuk tetap manjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mewujudkan masyarakat Karawang yang kritis, dinamis dan agamis dalam melakukan pembangunan nasional. "Puluhan anak dari berbagai daerah difasilitasi oleh LSM Kompak untuk disunat, ini merupakan wujud kepedulian sosial kami di HUT RI yang kita rayakan sekarang ini," ujarnya.
 
Lebih lanjut Mukron menyatakan, rakyat belum sepenuhnya merdeka, saat ini rakyat melawan penghianat-penghianat bangsa sendiri, diantaranya para koruptor. Selain merugikan negara, mereka hanya jadi benalu bagi kemajuan bangsa, karena mereka hanya mengedepankan kepentingan pribadi. Untuk itu, sesuai dengan namanya, LSM Kompak akan menegakan keadilan tanpa pandang bulu, siapapun orangnya yang melakukan penghianatan terhadap negara ini, maka sudah jadi keharusan bagi Kompak untuk menghapusnya.
 
Acara ini dihadiri seluruh anggota LSM Kompak dari berbagai kordinator kecamatan di Kabupaten Karawang, termasuk tokoh pemuda dan ulama di lingkungan setempat. Hadir juga Dewan Kordinator Pusat (DKP) LSM Kompak, Sukur Mulyono dan Camat Rengasdengklok, R Supandi juga aparatur pemerintahan setempat. Pada kegiatan ini juga dihadirkan penceramah untuk menyampaikan tausyah Islami. (spn)

Polisi Gencar Sosialisasi Bahaya Narkoba

Saturday, August 8, 2009

Siswa SMP, SMA dan Mahasiswa Karawang yang hadir di aula Polres Karawang.
 
 
KARAWANG, RAKA - Jumat (7/8) pagi, Polres Karawang, BNK (Badan Narkotika Kabupaten), Bhayangkara bersama LSM Gasak (Galang Solidaritas Anak Karawang) kembali gelar sosialisasi bahaya narkoba dan HIV/Aids pelajar, remaja dan mahasiswa di aula Polres Karawang.
 
Ketua BNK juga Wakil Bupati Karawang, Hj, Eli Amalia Priatna menegaskan supaya siapapun jangan pernah coba-coba narkoba, karena janji manis yang dilakukan para pengedar narkoba hanya akan dirasakan sesat yang berakibat sengsara seumur hidup. "Maka, jaga diri dan keluarga dari jeratan narkoba," ucapnya.
 
Sementara itu, Kuta Bhayangkari Polres Karawang, Dr. Witri N. Antariksa menjelaskan mengenai penyalahgunaan narkoba. Kini, narkoba beredar dipasaran dengan sasaran semua kalangan, tanpa pandang bulu yang berakibat mengancam masa depan generasi penerus bangsa. Dalam perkembangannya, Indonesia bahkan menjadi sasaran sindikat Internasional dengan ditemukannya pabrik narkoba di beberapa tempat baru-baru ini.
 
Dengan kondisi ini, maka diharuskan bagi semua pihak untuk turut serta aktif dalam memanggulangi situasi yang sangat membahayakan ini. Selain harus berupaya menyelamatkan mereka yang sudah terjerat virus ketergantungan itu dan memberikan benteng berupa bekal mental yang kuat bagi yang belum terkontaminasi terutama para pelajar sebagai generasi muda.
 
Pada kesempatan itu, Ketua LSM Gasak, Kosasih menyatakan dirinya bangga bisa bekerjasama dengan Polres Karawang BNK untuk terus menyatakan perang terhadap narkoba sebagai langkah menyelamatkan generasi muda dari barang haram tersebut. Dijelaskannya, kenapa setiap orang mau memakai narkoba, karena biasanya narkoba dipakai oleh orang yang penasaran untuk menggunakannya, akhirnya dia kecanduan.
 
Selain itu, narkoba dipakai untuk eforia atau kesenangan semata, juga akibat pergaulan yang tidak sehat. Ada juga yang menganggap narkoba mampu menghilangkan stress dan kecemasan, padahal justru sebaliknya, narkoba semakin merusak mental dan kesehatannya. Narkoba juga digunakan oleh orang yang berpikiran sempit dan lari dari kenyataan hidupnya.
 
Diceritakan Kosasih, ada seorang siswi 15 tahun bernama Dewi, dia dikirim dari Rumah Sakit Umum ke Rumah Sakit Ketergantungan karena memakai narkoba. Awalnya, Dewi diketahui memakai narkoba ketika ayahnya menggeledah kamar Dewi, penggeledahan ini dilakukan karena ayahnya sering kehilangan uang. Dengan kaget dan getir, ternyata ayahnya menemukan bungkusan obat tidur dan jarum suntik di kamar anaknya itu.
 
Kepada dokter yang merawatnya, Dewi mengaku telah menggunakan obat tidur sejak lima bulan, semula ia menelan satu tablet obat penenang, namun lama-lama ia malah ketagihan bahkan membutuhkan obat itu dalam jumlah yang banyak. Sebelum dirawat, Dewi mengatakan dia perlu 20 butir pil setan dengan maksud supaya kepenatannya hilang, dari situlah dia menguras habis tabungan sendiri hingga habis dan berani mencuri uang di rumahnya.
 
Jika Dewi tidak menggunakan obat penenang, ia jadi gelisah, lemas dan mudah tersinggung juga sering marah-marah, bahkan kemarahannya itu sampai menghancurkan barang-barang yang ada di rumahnya. "Itu contoh yang bisa kita ambil pelajaran bahwa narkoba itu bisa merusak diri sendiri dan orang lain," jelasnya. (spn)

Maman Suryaman: Bukan Saya yang Menentukan

Wednesday, August 5, 2009

"Program haji gratis di Kecamatan Kutawaluya sangat bagus jika berjalan baik sesuai tahapan perencanaan dan tidak menyalahi aturan. Kami harap, kejadian pelanggaran pungutan BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang dipotong untuk shodaqoh haji gratis tidak akan terulang lagi dikemudian hari, " kata Camat Kutawaluya, Maman Suryaman, kepada RAKA, Selasa (4/7) siang di tempat kerjanya.
 
Diakuinya, hingga kemarin dia belum melakukan arahan kepada semua aparat desa supaya tidak melakukan pungutan BLT untuk shodaqoh, dia hanya menginginkan persoalan dana shodaqoh dibereskan, maksudnya uang shodaqoh haji gratis yang sudah dipungut dari masyarakat dikembalikan kepada warga. Dia mencontohkan, misal di Desa Sampalan tercatat dana shodaqoh haji gratis terkumpul Rp 12 juta, uang itu tidak akan begitu saja disalurkan, karena tidak semuanya dana shodaqoh dipungut dari BLT, banyak dana non BLT yang sudah masuk dana shodaqoh. "Bisa saja dana itu disumbangkan ke pembangunan sarana ibadah setempat, itu pun berdasarkan musyawarah desa setempat," ujarnya.
 
Program ini, katanya, memang tersandung di tingkat bawah. Untuk itu, program shodaqoh ini dihentikan dan uang yang sudah terkumpul dikembalikan pada warga. Dihentikannya ptogram ini merupakan saran dari kejaksaan, karena tidak dibenarkan mengambil dana BLT untuk kepentingan lain. "Terserah IPHI apakah akan melanjutkan program ini atau tidak, karena saya tidak ada pada posisi untuk menentukan hal itu. Silahkan dilanjutkan, asalkan jangan ribut seperti kemarin lagi," ungkapnya. (spn)

Program Haji Gratis Harus Dilanjutkan

Tuesday, August 4, 2009

"Baiknya program pergi haji gratis di Kecamatan Kutawaluya dilanjutkan, mengingat program ini sudah dinilai baik oleh masyarakat, melalui program ini warga miskin punya kesempatan pergi haji. Persoalan yang terjadi kemarin di kecamatan ini bukan salah masyarakat, tetapi pengelolaannya yang kurang baik, tapi saya harap program ini diteruskan," kata Wakil BPD Sindangmukti, Kecamatan Kutawaluya, H. Tatang Sihabudin, kepada RAKA, kemarin.
 
 
Menurutnya, program haji gratis ini tidak menjadi beban bagi masyarakat, mereka tidak keberatan menyisihkan Rp 12 ribu perbulan dengan niat shodaqoh, tidak berharap uang itu kembali karena sudah disedekahkan bagi pemenang haji gratis, syukur-syukur dia sendiri yang mendapatkannya. Ditandaskannya, harga rokok sehari lebih mahal dibanding uang shodaqoh setahun. Untuk itu sangat keliru jika program ini dihentikan begitu saja. "Tidak ada satu warga pun yang meminta uang itu dikembalikan, mereka mendukung program ini. Yang harus dibenahi adalah pengurusnya," jelasnya.
 
 
 
Dia yakin, jika program ini dihentikan masyarakat akan kecewa. Saking bagusnya program ini, H. Tatang Sihabudin sampai mengumpamakan program ini harus dilaksanakan meski yang mengikutinya cuma seorang, karena dia menganggap banyak warga miskin yang ingin melaksanakan ibadah haji, tapi tidak mampu mengingat kondisi ekonomi yang tidak mencukupi. "Nanti, pelaksananya jangan melibatkan aparat desa, tapi langsung disetorkan ke BRI (Bank Rakyat Indonesia), namun warga ini terdata pada administrasi desa sebagai peserta shodaqoh," ucapnya.
 
 
 
Diketahui, program haji gratis gagasan mantan Camat Kutawaluya Drs. Heri Paryono sempat disorot Kejaksaan Negeri Karawang, karena uang shodaqoh Rp 12 ribu pertahun dipungut dari dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang dipotong ketika BLT dicairkan di kantor desa. Mengingat dana pemerintah itu harus steril dari potongan, maka pungutan tersebut dipermasalahkan dan mencemari program haji gratis, sehingga program ini sempat dibubarkan. Padahal, program ini tidak perlu dibubarkan, kecuali manajemen pengelolaan uangnya yang harus dibenahi. (spn)

Satpol PP Gencar Rajia, PSK Pulang Kampung

Monday, August 3, 2009

CILEBAR, RAKA - Pasca pembongkaran tempat prostitusi di Dusun Cikelor, Desa Amansari dan Pos Banjir, Desa Kartasari, Kecamatan Rengasdengklok beberapa hari kemarin, tempat serupa di di Desa Sungaibuntu, Pantai Pisangan dan Betok Mati kena imbas, beberapa PSK (Pekerja Sek Komersial) di lokasi tersebut banyak menghindar, bahkan banyak diantara mereka yang pulang kampung, karena takut Satpol PP.
 
Tempat prostitusi itu mulai sepi, mereka takut ditangkap Satpol PP Karawang yang kini gencar menggerus lokalilasi tersebut. Selain PSK dan Mucikari, warga sekitar yang tidak jauh dari tempat prostitusi juga terancam merosot usahanya, seperti pedagang nasi, tukang cuci pakaian dan penarik perahu eretan hingga pesuruh mereka yang biasa mendapatkan uang dari rumah yang dijadikan tempat prostitusi. Diketahui, keberadaan lokalisasi PSK ini ternyata mampu mengakat ekonomi warga setempat.
 
 
Seorang warga Betok Mati, Desa Mekar Pohaci, Kecamatan Cilebar, Nengsih (31) mengatakan, dia tinggal di tempat lokalisasi PSK ini sejak kecil, dia sudah lama mencari penghasilan sebagai pencuci pakaian sementara suminya sebagai nelayan. Kata ibu tiga anak ini, keberadaan PSK sangat berarti bagi masyarakat setempat, karena bisa menunjang kehidupannya dan menambah penghasilan.
 
Meski demikian, mereka tahu tempat prostitusi dilarang pemerintah dan agama, tapi keberadaan lokalisasi PSK yang sudah puluhan tahun itu tanpa disadari memang menghidupi pendapatan warga setempat. "Kenapa baru sekarang sibuk ingin menutup dan membongkar, tempat ini kan ada sejak puluhan tahun, apakah jatah untuk Satpol PP dari para Mucikari kurang," ujarnya. (spn)

UPK Kutawaluya Gelar Khitanan Masal

Wednesday, March 11, 2009

KUTAWALUYA, RAKA - Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Kutawaluya gelar bakti sosial khitanan massal di kantor kecamatan, Selasa (10/3). siang. Sebanyak 39 anak keluarga tidak mampu dari 12 desa se-kecamatan disunat gratis. Kemudian malam harinya, digelar pengajian rutin bulanan tingkat kecamatan yang dihadiri semua kepala desa dan masyarakat.
 
Dijelaskan Ketua UPK Kutawaluya, Aep Saepul Hidayat, anggaran untuk sunatan masal ini merupakan hasil simpan pinjam yang mengalami surplus. Surplus ini diperolah karena proses manajemen UPK yang transparan, sehingga tiap tahunnya surplus, pendapatan lebih besar dibanding pengeluaran. "Kita punya dana sosial dan dana itu yang kita gunakan untuk khinatan masal," ujarnya.
 
Jelasnya, penggunaan dana surplus untuk khitanan masal ini setelah ada kesepakatan Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD), sebelumnya UPK memilah jenis bantuan sosial yang akan disalurkan. Jumlah anggaran kegiatan tersebut sekitar Rp 13.600.000, khusus bagi keluarga tidak mampu. "Ini juga atas bimbingan ketua Forum BKAD, H. Asep Zindani yang telah memiliki gagasan kegiatan sunatan masal," akunya.
 
Sementara itu, 39 anak rata-rata usia kelas 1 sekolah dasar ini disunat oleh 'bengkong' (paraji sunat, ret), tak sedikit diantara mereka yang menangis kesakitan. Usai disunat, anak-anak ini mendapat pengobatan dari tenaga medis Puskesmas Kutawaluya yang telah disiagakan. Untuk mengibur tangisan mereka, semua anak tersebut mendapat seperangkat pakaian, songkok dan sarung juga uang tunai dari panitia penyelenggara. Pada kesempatan ini, donatur dari tokoh masyarakat Kutawaluya pun ikut andil, seperti H. Budi memberikan santunan berupa uang 'cash' bagi sejumlah anak tersebut.
 
Pada malam harinya, masih di kantor Kecamatan Kutawaluya, semua kepala desa dan masyarakat setempat berkumpul menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat kecamatan. Untuk pertama kalinya acara syiar Islam ini sejak Camat Heri Paryono menjabat 2 bulan lalu. Pada kegiatan itu, camat menyampaikan program pemerintah, terutama supaya masyarakat mensukseskan pemilihan umum (pemilu) mendatang. (spn)
 

Jangan Tunggu Ada Korban DBD

Sunday, August 24, 2008


*Prinsip Fogging Dahulukan Kesehatan

RENGASDENGKLOK, RAKA - Mengisi hari kemerdekaan tidak melulu dengan pesta rakyat dan perlombaan. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Karawang Fraksi Partai Golkar, H. Deni Nuryadi SH, dia melakukan fogging di Dusun Blokraton, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok.

Hal itu dilakukannya supaya masyarakat di sekitar lingkungan itu bebas dari wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) dan bisa mengisi kemerdekaan dengan sehat. Diakui Deni, dia ingin merubah paradigma pelaksanaan fooging tidak harus dilakukan setelah ada korban DBD, tapi akan dilaksanakan berkala, minimal setahun sekali atau setiap pergantian musim hujan ke musim panas dan sebaliknya.

Rengasdengklok memiliki historis yang tidak akan terlupakan secara nasional maupun Internasional. Para pejuang bangsa ini, aku Deni, telah bertaruh nyawa memerdekakan negara kesatuan Republik Indonesia. Dia sebagai wakil rakyat mengaku sangat peduli dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan adanya kegiatan fooging untuk mencegah DBD ini memang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Karena kersehatan ini merupakan suatu nilai yang tidak bisa diukur dengan materi, kalau masyarakat dan lingkungan sehat mobilisasi kehidupan pun akan lancar," ungkap Deni yang akan mencalonkan kembali sebagai dewan rakyat Kabupaten Karawang tahun 2009 mendatang.

Fogging ini dilakukan di Dusun Blokraton yang terdiri dari 7 RT sekitar seribu rumah. Pada saat penyemprotan berlangsung, Deni turut terlibat memantau rumah-rumah yang sedang difooging. Diketahui, dusun merupakan pemukiman yang padat, masih banyak kolam-kolam ikan yang kemungkinan jadi sarang nyamuk, termasuk saluran air pembuang dari tiap-tiap rumah yang kurang lancar mengalir. Dengan begitu, pemukiman ini memang perlu difogging secara berkala untuk mengantisipasi wabah DBD.

"Kita akan anggarkan alat fogging, karena Puskesmas Rengasdengklok merupakan daerah kota. Sehingga, kalau diperlukan fogging tidak repot lagi, saat diminta warga, fooging bisa dilaksanakan, karena fooging ini sangat diperlukan sekali untuk mencegah DBD. Saya akan mengubah paradigma fooging hanya dilakukan setelah warga terserang DBD, ada atau tidak ada kasus DBD, fooging ini akan ditetapkan menjadi program kerja puskesmas. Namun begitu, fooging bukan suatu penanganan berkesinambungan, fooging ini hanya preventif saja, yang harus berperan adalah masyarakat dengan melakukan 3M (menguras bak mandi, menutup gentong atau penampung air dan mengubur barang bekas yang tidak terpakai agar tidak dijadikan sarang nyamuk, red) untuk mencegah wabah DBD dari jentik nyamuk," jelasnya.

Pangkal penyelesaiannya yaitu melakukan 3M, sementara fooging hanya preventif, tapi tetap dalam melakukan ini masyarakat harus selalu berkoordinasi dengan Puskesmas Rengasdngklok dan Dinas Kebaupaten Karawang. "Memang, menjadi wakil rakyat harus betul-betul aspiratif dan tanggap membantu rakyat. Intinya, kita mengisi kemerdekaan dengan melakukan hal yang bermanfaat, diminta atau tidak, itu tetap kewajiban saya, karena saya selalu melihat kondisi masyarakat yang sebenarnya," imbuhnya.

Seorang warga RT 23/05, Enang Sutarya (44) membenarkan penyataan Deni, diakuinya fooging ini sebaiknya dilakukan tidak usaha menunggu yang kena DBD karena setiap waktu masyarakat memang memerlukan fooging, terutama saat pergantian musim, hampir di setiap rumah warga banyak nyamuk. Meski lingkungan sekitar Blokraton bersih, tetap saja nyamuk-nyamuk ini berdatangan dari dusun lainnya. Untuk itu, selain 3M, fooging tetap diperlukan. (spn)

Yessy Gelar Bakti Kemerdekaan




RENGASDENGKLOK, RAKA - Artis Yessy Gusman menggelar sejumlah kegiatan di Tugu Proklamasi Rengasdengklok dalam rangka HUT RI ke-63. Tidak hanya hiburan dan eduksi bagi masyarakat, Yessy juga meresmikan masjid Masjid Al Karomah AT Toyyibah yang dia bangun di Dusun Tugu Bojong, Sabtu (16/8) sore.

Rangkaian kegiatan dipusatkan di Tugu Proklamasi sejak 16-18 Agustus 2008. Usai persesmian masjid, Yessy mengatakan, mudah-mudahan masjid yang telah dia resmikan ini tidak hanya sekedar dibangun, tapi mengisinya. Apalagi saat ini umat Islam akan menyambut bulan puasa. "Kami senang pembangunan masjid ini berjalan dengan lancar, diawali khitanan masal untuk 30 anak di Puskesmas Rengasdengklok, kemudian meresmikan masjid dan membuka taman bacaan di pelataran masjid yang dikelola langsung DKM masjid, dengan 800 buku bacaan anak TK, SD dan SMP," jelasnya.

Sementara, kegiatan lari marathon yang telah direncanakan sebelumnya sepanjang Rengasdengklok-Jakarta dibatalkan, mengingat panitia tidak memiliki waktu persiapan tersebut dan akhirnya memusatkan kegiatan di Tugu Proklamasi Rengasdengklok dalam waktu 3 hari berturut-turut.

Kegiatan tersebut diawali sunatan masal untuk 30 anak di Puskesmas Rengasdengklok, kemudian dilanjutkan peresmian taman bacaan dan gunting pita masjid Al Karomah At Toyyibah lalu renungan malam di tugu proklamasi pada Sabtu (16/8). Keesokan harinya digelar pawai becak, lomba lukis tong sampah dan panjat pinang. Minggu (18/8) digelar lomba baca tulis inovatif di SDN Rengasdengklok Selatan VI dan lomba kebersihan tugu proklamasi, pesertanya warga Kalijaya dan Bojongtugu, Desa Rengasdengklok Selatan.
Acara dilanjutkan dengan menggelar gebyar budaya nuansa lingkungan hidup yang dilaksanakan puluhan Mahasiswa Universitas Jakarta (UNJ) Fakultas Sastra dan Seni bersama siswi SMP 1 Rengasdengklok di lapang tugu proklamasi sekaligus pembagian thropy bagi semua pemenang perlombaan yang telah digelar sejak 16-18 Agustus 2008.

Kegiatan Yessy yang diakhiri teaterikal ini menampilkan tentang lingkungan hidup yang saat semakin rusak oleh penebangan dan pembalakan pohon termasuk pabrik yang merusak lapisan ozon. Juga limbah dan barang kimia dari pabrik. Pesan dari teaterikal ini masyarakat dan pemerintah harus sama-sama memperbaiki kerusakan ini dan yang rusak dibangun kembali, terutama di Indonesia sebagai paru-paru dunia. (spn)

PDIP Megabakti Fogging di Rengasdengklok

Saturday, August 23, 2008





RENGASDENGKLOK, RAKA - Masih dalam Program Megabakti, PDIP kembali melakukan fooging di sejumlah rumah Dusun Blokraton, Desa Rengasdengklok Selatan, Rabu (12/8) siang. Fogging ini merupakan reaksi darurat yang dilakukan PDIP setelah mendapat laporan seorang warga setempat yang terserang demam berdarah.

Calon Legislatif (Caleg) dari PDIP, Abdul Arif, SE menjelaskan, pengasapan untuk membunuh nyamuk-nyamuk ke setiap rumah di Blokraton ini merupakan upaya reaksi cepat darurat PDIP. Seperti diketahui, Demam Berdarah Dengue (DBD) ini penyakit laten, harus ada upaya penyelesaian secara cepat, yaitu memberantas nyamuk demam berdarah.

Untuk itu, PDIP mengambil langkah cepat untuk melakukan penyemprotan nyamuk DBD gratis bagi masyarakat yang membutuhkannya, termasuk di Dusun Blokraton ini. Upaya ini, lanjutnya, dilakukan kontinyu oleh PDIP yaitu bagi semua masyarakat di kecamatan manapu di Kabupaten Karawang.

Fooging ini akan dilakukan setelah ada permintaan warga atau sesuai laporan warga yang kena DBD. Dan PDIP siap 24 jam menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat. Tentunya, PDIP juga berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan pengurus ranting PDIP untuk selalu siaga apabila dibutuhkan oleh masyarakat.

"Kegiatan ini tidak hanya dalam rangka menghadapi pemilu, tapi sudah bertahun-tahun dilakukan PDIP, yaitu memberikan bukti kepada masyarakat bahwa PDIP benar-benar peduli pada wong cilik. Selanjutnya, PDIP mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik dengan masyarakat setempat yang telah melaporkan gejala-gejalan DBD," ujarnya.

Pimpinan Ponpes Bani Ali, Dusun Blokraton, Didin Ahmad Muhidin (30) mengatakan, atas nama warganya yang berdomilisi di lingkungan Ponpes yang dia pimpin, berterima kasih pada Caleg dari PDIP ini yang telah menyumbang dan berperan melakukan fooging gratis untuk masyarakat di lingkungannya. Diakuinya, PDIP tentunya sudah menjadikan persoalan masyarakat ini sebagai tolak ukur.

"Memang, seharunya partai yang mampu mewakili aspirasi rakyat ini harus mampu mewujudkan keinginan masyarakat secara langsung, karna bagaimanapun wakil rakyat itu harus mampu menampung aspirasi masyarakatnya. Kalau dalam sebuah kaidah dikatakan, bahwa bentuk partisipasi atau bentuk apapun yang dilakukan pimpinan masyarakat, harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Mudahan-mudahan yang dilakukan Abdul Arif dan PDIP ini menjadi cerminan bagi wakil rakyat lainnya untuk lebih mementingkan rakyat," jelasnya. (spn)

Lomba Mancing Tabur 2 Kwintal Lele




PAKISJAYA, RAKA - Lagi-lagi Camat Pakisjaya Heri Paryono membuat kegiatan besar bagi masyarakatnya. Kini dia menggelar mancing bersama di saluran sekunder dengan manabur 2 kwintal ikan lele. Dan diantara ikan tersebut dikasih pita yang bisa ditukar dengan hadiah televisi, VCD, mini compo dan hadiah 'door price' lainnya.

Kegiatan ini untuk memeriahkan kegiatan HUT RI ke-63, ini juga untuk menyalurkan kegiatan masyarakat yang gemar mancing sekaligus menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebersihan saluran sekunder agar tetap bersih. Dengan mancing ikan lele ini juga menambah gizi masyarakat.

"Semata -mata kita lakukan ini untuk gizi masyarakat melalui kegiatan mancing. Kegiatan ini kita lakukan sejak saya menjabat Sekertaris Camat Pakisjaya," kata Camat Heri, disela kegiatan, Minggu (10/8) siang. Mancing ini dilakukan di sepanjang saluran sekunder 500 meter di depan kantor kecamatan, tiap kedua ujung saluran ini ditutup jaring.

Selain lomba mancing juga lomba menangkap ikan dengan tangan di air atau disebut 'gogoh ikan' dan berhadiah, bagi yang mendapat ikan berpita bisa ditukar dengan hadiah yang tersedia. Pita warna kuning ditukar dengan TV warna, pita merah ditukar VCD, pita hijau untuk 'mini compo'. Sedangkan untuk 'gogoh ikan' pitanya warna biru untuk bisa ditukar TV warna. "Kalau tidak kita lakukan sekarang, jelang 17-an saya akan padat," akunya.

Kegiatan ini, aku camat, selalu berorientasi kemasyarakatan, semuanya sesuai dengan kepentingan masyarakat. Jelang 17 Agustus ini kegiatannya berangkai, diawali lomba mancing dan 'gogoh ikan' diteruskan kebersihan kantor desa dan dinas intansi, rally sepeda dan akhir kegiatan diadakan malam kesenian di halaman kantor kecamatan.

Sementara, beberapa warga yang mengikuti lomba mancing ini menyatakan, kegiatan ini perlu dilestarikan di Kecamatan Pakisjaya dan berharap kegiatan ini akan terus dilestarikan oleh pihak kecamatan. "Saya senang dan bahagia dengan kegiatan ini, karena sekarang Pakisjaya jadi semakin meriah sejak camat Heri melakukan banyak kegiatan kemasyarakatan," kata seorang warga. (spn)

Pertamina Sebar Bibit Gratis

Thursday, June 5, 2008




CILEBAR, RAKA - PT Pertamina Pemasaran BBM Retail Region III melalui Layanan SDM - HR area Jawa Bagian Barat menggelontorkan bantuan benih padi terhadap ribuan petani di Kecamatan Cilebar dan Tempuran. Bantuan ini sekaligus janji yang diucapkan perusahaan negara itu pasca bantuan bencana banjir beberapa waktu lalu kepada Ormas Barindo.


Kepala Layanan SDM - HR Area Jawa Bagian Barat, Suwardi, mewakili General Manager Pertamina Pemasaran BBM Retail Region III, berharap agar bantuan benih padi ini bisa memacu petani untuk meningkatkan produksinya. "Jika petani di Karawang bisa kembali memproduksi beras dengan kualitas baik, maka predikat lumbung padi akan kembali menggaung. Dan, bila itu tejadi, kemungkinan Indonesia tidak lagi impor beras dari luar negeri tetapi mengekspor beras ke luar negeri," ucap Suwardi, Selasa (3/6) di Aula Desa Cikande, Kecamatan Cilebar saat penyerahan benih padi tersebut.


Dijelaskan, bantuan benih padi tersebut khusus untuk para petani yang kena banjir beberapa bulan lalu. Banjir yang terjadi Februari 2008 lalu di Kecamatan Cilebar dan Tempuran telah merendam sekitar 4.158 hektar dengan ketinggian air 1,5 meter. Bibit padi yang baru berumur 14 hari pun mati karena terendam air selama 21 hari. "Aksi itu sendiri seharusnya dilakukan sebelum Pilkada Jawa Barat bulan lalu. Namun, untuk menepis dugaan kampanye terselubung pada pertemuan petani ini, maka waktu kegiatan ini diundur," ungkap Ketua Panitia Ilhamsyah S.Sos.


Pembagian Bibit Padi Legowo 2 dari Pertamina ini dibagikan melalui 50 kelompok tani dan tiap kelompoknya mengelola 30 hektar sawah. Benih Legowo 2 dinilai lebih menguntungkan dibanding cara penanaman padi yang biasa dipakai petani Karawang umumnya. Selain mempermudah pengelolaan, pemeliharaan dan perawatan, jumlah batang padipun banyak dari padi biasa. Ini terbukti dari hasil panen satu hetar sawah akan menghasilkan produksi padi sekitar 6-8 ton, biasanya petani hanya meraup hasil 4-6 ton/hektar.


Ketua DPC DPC Barindo Kabupaten Karawang, Tegeuku Kaharudin mengatakan, sistem penanaman padi Legowo 2 sebetulnya sudah banyak dilakukan, hanya saja belum populer di kalangan masyarakat petani. Hal inilah yang menurut kami (Barindo, red) perlu disosialisasikan. "Dalam hal ini, DPC Barindo Kabupaten Karawang dan Pertamina Peduli merespon positif sebagai kerja nyata. Dan segera akan mensosialisasikan santunan bantuan bagi petani di Desa Cikande yang sawahnya kebanjiran," katanya.


Terkait itu, LSM Dutha Tani Abdul Arif mengatakan, ilmu petani merupakan ilmu keturunan sehingga ilmunya kini telah berkembang dan hasilnya sangat luar biasa. Namun begitu, petani pun harus mengetahuia hak-haknya. Sementara di PT. Pertamina memiliki Corporet Social Responsibility (CSR) yaitu merupakan bantuan kemanusiaan yang juga bisa diterima oleh para petani.


Namun sayangnya, kadang keterlambatan bantuan itu karena aspirasi masyarakatnya sedikit, seperti bertepuk satu jari dan tidak bisa didengar perusahaan, tapi jika semua petani kompak mengaspirasikan diri, maka perusahaan pun akan mendengar dan melakukan kewajibannya untuk memberikan bantuan sosial, terutama bagi para petani.


Pjs Desa Cikande Muhmmad Juman menyampaikan, bantuan ini merupakan keberkahan bagi para petani, dia mengilustraikan banjir pada tahun 2007 sempat menenggelamkan pemukiman hingga 40 cm. Pada saat itu desa ini siaga satu karena hampir sedikit daratan yang tampak. Sementara, petani sudah lelah karena banjir, karena baru sebar benih ratusan hektar sawah terendam banjir. Kepala desa mengajukan pengerukan saluran sekunder Ciwadas.


Pada pengobatan gratis Maret 2008 sekitar 400 pasien warga Cikande yang sakit akibat banjir. Dengan begitu, bantuan yang sering disinggung-singgung untuk desa ini adalah pengobatan gratis dan bantuan pertanian. "Kita berharap siapapun pimpinannya desa ini mendapat skala prioritas," kata Juman. (spn)

Ketika Warga 'Pos Banjir' Dengklok Terusir

Wednesday, April 23, 2008


Rumah yang dibongkar oleh pemukimnya sendiri.


Bagi kebanyakan orang Dengklok dan sekitarnya, nama 'Pos Banjir' mungkin tidak asing di telinga. Karena di pinggiran Citarum itulah 'kehidupan kelam' selama ini berlangsung. Namun kini Pos Banjir tinggal puing, setelah pembongkaran berlangsung kemarin.

Terpaksa, puluhan warga yang mendirikan rumah ilegal di Dusun Krajan A, Desa Kertasari atau yang disebut 'Pos Banjir' memugar rumah mereka sendiri, menyusul rencana Satpol PP yang akan meratakan pemukiman tersebut karena menyalahi Perda No 26 dan 27 Tahun 2001 tentang lokalisasi dan perjudian yang kerap dilakukan di lokasi tersebut.

Sekitar tujuh rumah yang menjadi target utama pemugaran, lima diantaranya dipugar pemiliknya, sementara dua rumah masih disegel, karena tidak ada penghuninya. Pada operasi ini, Satpol PP tidak mengerahkan petugasnya untuk membongkar, kecuali hanya mengawasi dan meminta pemilik bangunan ilegal itu menandatangani surat pernyataan tentang pelanggaran Perda No 26 dan 27 Tahun 2001.

Selanjutnya, perkara ini akan disidangkan ke Pengadilan Negeri Karawang.Tak pelak, meski mereka sedang memugar rumahnya, teriakan mereka kencang ditujukan pada Kepala Desa Kertasari dan petugas Satpol PP yang mengawasi langsung pembongkaran itu. Mereka merasa dirugikan setelah puluhan tahun menetap, tiba-tiba harus terusir dari lokasi yang sudah mereka anggap rumah sendiri.

Bahkan ada beberapa diantaranya, menyatakan nyesel ikut nyoblos pada pilgub kemarin, karena kini mereka merasa tidak diakui sebagai warga Kertasari. "Kalau begini, dimana lagi kami tidur, kami sudah membangun rumah ini dari hasil usaha," cetus seorang penghuni setempat sambil membongkar rumahnya sendiri.Beberapa diantara mereka juga teriak histeris, lagi-lagi mulut mereka mengupat kepala desa setempat.

Melihat hal itu, beberapa anggota BPD Kertasari, petugas Satpol PP dan staf pengairan yang berada di lokasi hanya diam, tidak ikut bicara karena khawatir mengundang reaksi kemarahan pemukim tersebut. Sementara, kedatangan Satpol PP Karawang ke lokasi itu diikuti petugas PLN yang memutuskan listrik yang terhubung ke rumah-rumah tempat pesta pora pelacuran dan miras.

Penyidik Satpol PP Karawang, Pilih Winadi, SH, menyatakan, cara pembongkaran yang dilakukan pihaknya dengan pendekatan secara persusif, supaya pemilik bangunan itu membongkar sendiri rumah-rumah ilegal mereka. Diakuinya, pembongakaran ini atas permintaan dari Dinas Pengairan, yang tidak menghendaki ada pemukiman di tanggul Sungai Citarum, karena dampaknya akan merusak tanggul dan berimbas bencana jika tanggul itu jebol didorong debit air yang besar.

Warga yang tinggal ditanah ilegal ini, lanjut Pilih, sudah mau kooperatif dengan Satpol PP, mereka membongkar sendiri bangunannya. Tapi, kalau suatu hari ada bangunan serupa berdiri di lokasi ini, Satpol PP akan memugar tanpa konfirmasi lagi, karena keberadaan bangunan di tanggul Citarum ini jelas menyalahi peraturan dan membahayakan. Apalagi, pemukiman ini dijadikan lokasi pelacuran wanita dan sangat mengganggu ketenangan warga.

Selanjutnya, Satpol PP Karawang meminta, supaya kelangsungan hidup penghuni rumah di Pos Banjir ini bisa ditangani kecamatan, terutama Satpol PP Kecamatan Rengasdengklok. Sedangkan Satpol PP kabupaten akan terus memonitor wilayah ini, supaya bebas dari bangunan liar dan lokalisasi pelacuran. "Kalau ada bangunan seperti ini lagi, kami akan membongkar tanpa peringatan," tegas Kepala Pelaksana Operasi Satpol PP Dede Tasria.

Diketahui, lokasi Pos Banjir ini merupakan daerah rawan jebol tanggul Citarum, karena tepat pada serongan Sungai Citarum. Beberapa waktu lalu, pemerintah telah membuat turap untuk menghalau arus deras sungai. Terlihat, lokasi yang dijadikan rumah ini berada di serongan berbentuk 'U' saluran Sungai Citarum.

Dikhawatirkan, dengan adanya pemukiman di sekitar serongan ini, penghuninya mengikis tanggul untuk kepentingan rumah mereka, akibatnya tanggul jadi tipis dan rentan jebol. Dengan begitu, Dinas Pengairan sengaja mengajukan surat ke Satpol PP untuk menetralkan daerah tersebut, karena banyak dihuni bangunan liar. (spn)

Apa pendapat Anda tentang berita ini? komentar berita Secara otomatis, komentar yang ditulis akan masuk pada dinding Facebook Anda.
 
 
 
 
Copyright © BeritaKarawang.com | Space iklan logo Rp 200 ribu sebulan
Karawang, Jawa Barat, Indonesia, 085691309644, beritakarawang@gmail.com | Asep Saepudin Hasan