SMK PI dan Ristek Bantu Logistik Korban Banjir Pakisjaya
posting berita pukul 6:37 PM 0 comments
PGRI Cilamaya Kulon Bantu Logistik ke Jayakerta
posting berita pukul 6:30 PM 0 comments
Siswa Pingsan 30 Menit Sebelum Ujian Berakhir
posting berita pukul 11:03 AM 0 comments
Citarum Meluap Lagi, Warga Panik
Dari 30 KK pengungsi warga Desa Teluk Buyung, Kecamatan Pakisjaya, sebagian KK telah kembali ke rumah masing-masing, sedangkan sebagian KK lagi masih berada di tenda pengungsian.
posting berita pukul 8:44 PM 0 comments
Bantuan Korban Banjir Terus Begulir
BeritaKarawang.com - KUD Sri Mulya dan Ponpes Mursyidul Falah Desa Kampung Sawah, Kecamatan Jayakerta sudah beberapa hari ini terus memberi bantuan kemanusiaan pada korban banjir bagi warga di Kecamatan Jayakerta dan Pakisjaya. Bantuan ini menyusul banjir akibat luapan Sungai Citarum.
Kedua KUD Sri Mulya dan Ponpes itu kerjasama dengan NEVP JCI Devi Kusumawardhani. Pada bantuan kemanusiaan ini pun turun tangan beberapa donatur termasuk Tim Sar Hipperpala dan Boundrex untuk meringankan derita warga yang kena musibah banjir.
Dijelaskan Kepala Ponpes Mursyidul Falah, H. Aje Lukmana, pihaknya telah mendirikan posko untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu tanggul Sungai Citarum kembali jebol seperti dua tahun lalu. Dampak jebolnya tanggul Sungai Citarum bisa merendam ribuan hektar sawah termasuk pemukiman di Kecamatan Jayakerta, Batujaya, Tirtajaya dan Cibuaya.
Posko ini, lanjut Aje, didirikan untuk sigap bencana juga mempermudah masyarakat yang kena banjir di wilayah utara Karawang ini untuk mendapat bantuan kesehatan, evakuasi dan penyaluran makanan.
Sementara itu, dijelaskan seorang relawan korban banjir, Devi Kusumawardhani, para korban harus ditangani secara serius sehingga beban mental mereka akibat kejadian ini dapat terobati tanpa harus menunggu penanganan pemerintah. Menurutnya, pemerintah sangat lamban menangani musibah ini, karena terlalu birokratis dan 'jelimet'.
Dia langsung melihat kondisi dan menemui warga yang kena musibah banjir dengan menggunakan perahu karet bersama Tim SAR Hipperpala yang pimpinan Ferly Shahadat ke beberapa desa di Kecamatan Batujaya, seperti Segaran dan Kecamatan Pakisjaya, seperti Teluk Buyung dan Desa Teluk Jaya.
Sementara, bantuan pada korban banjir di wilayah tersebut datang terus-menerus, sejak Kamis lalu, KUD Sri Mulya dan Ponpes Mursyidul Falah bersama NEVP JCI Devi Kusumawardhani yang lebih aktif membantu mereka, terutama korban banjir Pakisjaya yang sangat parah. (**)
posting berita pukul 6:51 PM 0 comments
Pansus Sat Pol PP Ditunda, karena Masih Dipimpin Plt?
BeritaKarawang.com - Pembahasan Panitia Khusus Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dihentikan untuk semantara waktu, mengingat Sat Pol PP sekarang dikomandoi seorang Plt bukan kepala definitif.
"Bagaimana kita akan meneruskan pembahasan Pansus Pol PP, jika kepalanya sendiri tidak ada, sehingga pembahasan tersebut akan dilanjutkan jika sudah ada kepalanya yang benar-benar mampu," kata Roycke Benta Sahetapy, Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, juga Ketua Pansus Pol PP Karawang.
posting berita pukul 6:07 PM 0 comments
DPRD Karawang Akan Gugat PJT?
posting berita pukul 5:46 PM 1 comments
Akibat Banjir, Petani Pakisjaya Merugi Puluhan Ribu Ton
posting berita pukul 5:36 PM 0 comments
TPI Tidak Manusiawi, Siswa Sakit Wajib UN
posting berita pukul 5:18 PM 0 comments
Menteri dan Gubernur Jabar Kunjungi Banjir Karawang
BeritaKarawang.com - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie, dan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dengan didampingi oleh Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau sejumlah lokasi banjir dan titik pengungsian di Kabupaten Karawang, Jumat (26/3/2010).
Lokasi pertama yang ditinjau oleh rombongan tersebut adalah di Posko Banjir Perumahan Bintang Alam, yang merupakan salah satu lokasi banjir yang cukup berat dengan ketinggian air mencapai 1,5 hingga 2 meter. Dengan menggunakan 3 unit perahu karet, rombongan tersebut menyusuri kompleks perumahan. Di lokasi tersebut, tampak sejumlah masyarakat masih hilir mudik untuk memindahkan barang-barangnya ke tempat yang lebih aman.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Kesra menyerahkan bantuan untuk para korban banjir, yang secara simbolis diserahkan kepada Bupati Dadang S. Muchtar. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp.500 juta, serta 1.000 lembar tikar dan 1.000 helai selimut. Selain itu, Menkes pun turut menyerahkan bantuan obat-obatan serta mengirimkan tim medis beserta peralatannya untuk para pengungsi. Sedangkan Mensos sendiri telah menyerahkan bantuan saat berkunjung ke Kabupaten Karawang pada Selasa (23/3) lalu.
Usai menyerahkan bantuan, Menko Kesra Agung Laksono mengatakan bahwa bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari pemerintah dalam rangka tanggap darurat terhadap bencana banjir di Kabupaten Karawang. ”Sebelum ini, Kabupaten Karawang pun telah ditinjau oleh Menteri Sosial dan Ketua BNPB beberapa hari yang lalu,” ujarnya.
Menurut Menko Kesra, sampai saat ini dampak bencana banjir masih bisa dikendalikan oleh Pemerintah Daerah. Namun demikian bencana banjir di Kabupaten Karawang ini juga mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. ”Untuk itu, Saya berharap bencana banjir ini dapat cepat surut, sehingga masyarakat Karawang dapat kembali beraktifitas secara normal,” harapnya.
Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karawang memiliki cadangan dana untuk penanganan banjir dan bantuan sebesar Rp. 800 juta. Jumlah tersebut masih ditambah dana bantuan Mensos sebesar Rp. 200 juta, BNPB Rp. 200 juta, dan dari Menko Kesra Rp. 500 juta yang telah diberikan pada hari ini. ”Untuk itu, total dana yang ada mencapai Rp. 1,7 miliar,” ujarnya.
Kepala Kantor Kesbang Linmas Kabupaten Karawang, Suhartoyo, menjelaskan bahwa bencana banjir di Kabupaten Karawang telah merendam 10 kecamatan, yaitu Karawang Barat, Karawang Timur, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Ciampel, Batujaya, Pakisjaya, Klari, Rengasdengklok, dan Jayakerta. ”Serta mengakibatkan sebanyak 21.517 KK atau 82.276 jiwa mengungsi,” tambahnya. (**)
posting berita pukul 3:01 PM 0 comments
Banjir Merendam 10 Kecamatan
posting berita pukul 8:46 PM 0 comments
Tanggul Citarum Bocor, Warga Siaga Jebol
BeritaKarawang.com - Kondisi debit air Sungai Citarum terus naik hingga membuat warga di Daerah Utara Karawang semakin cemas. Seperti di Kecamatan Rengasdengklok, Jayakerta dan Pakisjaya. Pasalnya, warga mengetahui potensi tanggul citarum jebol semakin besar, menyusul debit air yang terus bertambah.
Hampir setiap waktu warga berduyun-duyun mengamati langsung debit air Sungai Citarum yang semakin bertambah di belakang Tugu Proklamasi Rengasdengklok, warga menyadari sewaktu-waktu tanggul sungai di sepanjang hilir utara Karawang bisa saja jebol.
Menurut informasi warga via sms, hingga Rabu (24/3/2010) malam, di tanggul Sungai Citarum Kelurahan Tunggak jati debit air telah limpas melewati tanggul dan airnya mengalir ke pemukiman setempat.
Sementara itu, di Desa Dewisari, Kecamatan Jayakerta, warga mengungsi ke atas tanggul Sungai Citarum, sedangkan rumah-rumah mereka dibiarkan kosong setelah semua perabotan telah diamankan.
Debit air yang cukup tinggi ini pun telah membuat beberapa titik tanggul bocor. Air Sungai Citarum ini rembes hingga membanjiri pemukiman di bawahnya. Dan tanah tanggul mulai lembek yang berpotensi bisa jebol mendadak. (*)
posting berita pukul 8:34 PM 0 comments
RS Bayukarta Banjir, Pasien Dipindahkan
BeritaKarawang.com - Banjir akibat luapan air Sungai Citarum terus menerjang pemukiman di Karawang. Banjir ini tidak hanya merendam rumah, juga menggenangi beberapa ruangan di Rumah Sakit Bayukarta, Jalan Kertabumi.
Sejak beberapa hari lalu, luapan air Sungai Citarum masuk dan berlahan-lahan menggenangi ruang rawat inap Elisa dan Hizkia. Untuk menghindari resiko genangan air yang terus bertambah tinggi, pasien yang dirawat di ruang tersebut terpaksa dipindahkan ke ruang anak Mariam yang lebih aman, termasuk peralatan medis agar tidak terendam.
Kendati begitu, hingga Rabu (24/3/2010) sore, aktivitas di rumah sakit ini tetap berjalan normal termasuk membuka pelayanan. Sementara itu, genangan air di depan pintu masuk dan jalan raya menuju rumah sakit ini mencapai pinggang orang dewasa, sehingga menyulitkan warga yang akan berobat atau hendak keluar masuk rumah sakit. (**)
posting berita pukul 8:09 PM 0 comments
Karawang Banjir, DPRD Sidak ke Jatiluhur
BeritaKarawang.com - DPRD Karawang kecewa pada Perum Jasa Tirta (PJT) yang tidak bisa mengantisipasi dan memprediksi musibah banjir yang kini menenggelamkan sekitar 6 ribu rumah di Kabupaten Karawang.
Hal itu diungkapkan sejumlah anggota DPRD Karawang juga DPRD Jawa Barat saat sidak ke bendungan Jatiluhur, Senin (22/3/2010) siang.
Mereka mengungkapkan, harusnya perusahaan BUMN seprofesional PJT ini bisa mengantisipasi banjir. Kesalahan terbesarnya, PJT tidak mengalirkan air dari secara bertahap sejak jauh-jauh hari sebelumnya.
"Jika dari Januari 2010 lalu air sudah bisa digelontorkan, dampak yang ditimbulkan tidak separah ini," kata anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Deden Darmansyah saat memantau kondisi air di Bendungan Curug, Kecamatan Klari, didampingi puluhan anggota DPRD Kabupaten Karawang. (**)
posting berita pukul 11:55 PM 0 comments
Warga Siaga Tanggul Citarum Jebol
posting berita pukul 10:14 PM 0 comments
Saan Mustopa Bantu Korban Banjir
posting berita pukul 5:38 PM 0 comments
Banjir Meluas Hingga Utara Karawang
posting berita pukul 9:55 AM 0 comments
RAT KPRI Guru Jayakerta
posting berita pukul 12:11 PM 0 comments
Remaja Curi HP Milik Tetangganya
posting berita pukul 10:20 AM 0 comments
Citarum Meluap, Petani Palawija Merugi
posting berita pukul 11:30 PM 0 comments
Banjir di Karawang Meluas
BeritaKarawang.com - Bencana banjir di empat kecamatan di Kabupaten Karawang hingga Jumat (19/3/2010) malam belum menunjukan tanda akan surut, banjir justru kian meluas dan menggenangi ribuan rumah di empat kecamatan.
Banjir sudah merendam ribuan rumah di empat kecamatan di Kabupaten Karawang sejak Kamis (17/3/2010) pagi. Luapan air bah dari Sungai Citarum ini membuat ribuan warga terpaksa mengungsi.
Banjir menerjang Kecamatan Teluk Jambe Timur yang terdiri dari dua desa, kemudian Kecamatan Karawang Barat lima kelurahan, Kecamatan Ciampel satu desa dan Kecamatan Karawang Timur terendam satu desa. Meski demikian, sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing dan sebagian lagi mengungsi ke tenda pengungsian.
Warga mulai mengevakuasi barang-barang dari rumah mereka sejak meliah air Sungai Citarum semakin meninggi.
Selain luapan Sungai Citarum, banjir menerjang pemukiman warga akibat luapan Sungai Cibeet yang mengalir dari Bogor dan Cianjur. Hingga saat ini kondisi air Sungai Citarum masih terus naik. Warga khawatir adanya banjir susulan lebih besar yang mengancam pemukiman mereka. Dan para korban banjir mengaku sudah lelah menghadapi banjir yang tak kunjung usai. (*)
posting berita pukul 8:19 PM 0 comments
Citarum Meluap, Ratusan Rumah Kebanjiran
di atas tanggul bendungan.
Sungai Citarum. Agar di bagian hilir wilayah Karawang tidak terjadi banjir besar, Perum Jasa Tirta II Jatiluhur telah memfungsikan bendung Walahar dan tanggul Kedung Gedeh secara maksimal.
posting berita pukul 10:50 PM 0 comments
Gas Elpiji 3 Kg Langka Dua Pekan
lalu," kata Dadang, warga Dusun Tegal Asem, Desa Kertasari, Rengasdenglok saat mencari gas di salah satu pangkalan gas, Kamis (18/3/2010) siang.
posting berita pukul 10:20 PM 0 comments
Puskesmas Medang Asem Resmikan Ruang Inap Baru
posting berita pukul 11:08 AM 0 comments
TKW Tirtajaya Disiksa Hingga Stres
BeritaKarawang.com - Lagi, nasib tragis menimpa TKW (Tenaga Kerja Wanita) asal Desa Bolang, Kecamatan Tirtajaya. Korban bernama Ici Binti Asmar (25), dia disiksa majikannya di Negara Syria. Penyiksaan yang didapatkan korban bukan kepalang, hingga membuat dia depresi.
Berdasarkan pengakuan korban pada keluarganya, korban kerap disiksa hampir setiap hari, seperti dipukul, telinga dijewer hingga membekas seperti sobek dan kepalanya sering dibenturkan pada dinding. Korban menceritakan, majikannya berbuat tega seperti itu karena pekerjaan yang dilakukan korban tidak pernah beres dan rapih.
Setelah kasus ini terjadi dan akan ditelusuri keluarga korban, ternyata PT. Adi Santa telah lama tutup, bahkan dinyatakan ilegal. Masih pengakuan keluarga korban, Ici dikelabuhi sekretaris Agency Omar Killargi, pegawai agency itu dinyatakan telah membawa kabur uang gaji TKW yang bekerja di negara ini. Sekretaris yang memakan uang TKW ini disebut-sebut bernama Imas asal Jawa Barat.
Sementara itu, sesuai kontrak kerja dua tahun, harusnya Ici sudah pulang ke kampung halaman dua tahun lalu, tapi nyatanya Ici pulang hampir lima tahun tanpa gaji. Korban diberangkatkan PJTKI PT. Adi Santa pada 7 Juli 2005 lalu. Korban pulang Selasa (16/3/2010) kemarin atas permintaan keluarga setelah mendengar korban mengalami tekanan penyiksaan dan gajinya tidak dibayar dari kerabat kerja di negara tersebut. (*)
posting berita pukul 5:44 PM 0 comments
Karda Wiranata Menunggu Koalisi Partai
posting berita pukul 3:19 PM 0 comments
SMPN 1 Rengasdengklok Simulasi UN
posting berita pukul 11:15 PM 0 comments
Warga Karawang Terlibat Teroris
posting berita pukul 12:48 PM 0 comments
Endang Abdullah Cuti Dinas Untuk Silaturrahmi
posting berita pukul 10:08 AM 0 comments
Ketua Gerindra Karawang Serius Tangani Abrasi
BeritaKarawang.com - Ketua DPC Partai Gerindra Karawang, Roycke Betha Sahetapy serius menangani abrasi yang tiap tahun menggerus pesisir pantai Karawang.
"Memang seharusnya pemasangan batu batu penahan abrasi lebih menjorok ke tengah laut. Sekitar 800 meter dari lepas pantai," kata Roy, saat meninjau pesisir pantai di Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Jumat (12/3/2010).
Selain abrasi, Roy mencermati muara sungai yang dangkal akibat tertutup pasir. Pasir ini dari terjangan ombak rob, sehingga perahu nelayan sulit masuk ke pemukiman akibat pasir-pasir pantai menyumbat muara.
Dijelaskan Roy, ia akan mendorong agar kebutuhan nelayan Karawang bisa menjadi prioritas anggaran pemerintah provinsi maupun pusat.
"Kebutuhan nelayan juga kebutuhan kami juga, kita sudah meminta kepada pemerintah pusat supaya anggaran BBWS bisa dikelola oleh Pemda Karawang, ini sebagai satu langkan awal menangulangi abrasi," jelasnya.
Secepatnya, Roy bersama anggota DPRD karawang lainnya akan mendatangi mendatangi BBWS Curug Purwakarta agar penanganan abrasi dan pendangkalan muara sungai untuk kebutuhan nelayan dan masyarakat pesisir bisa direalisasikan. (**)
posting berita pukul 9:42 PM 0 comments
Cuaca Buruk, Produksi Nelayan Menukik Tajam
BeritaKarawang.com - Akibat cuaca buruk selama bulan Januari, Februari hingga Maret 2010 ini, tangkapan ikan nelayan di Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes. Akibatnya pendapatan mereka pun mengalami menukik tajam.
Puluhan perahu nelayan di desa ini tidak beroperasi. Para nelayan yang biasanya melaut kini hanya menghabiskan waktunya di rumah dan di atas perahu mereka untuk memperbaiki jala atau memeriksa bagian perahu mereka yang rusak.
Pendapatan nelayan dalam cuaca buruk saat ini turun drastis. Biasanya setiap perahu mempu mendapatkan ikan hingga puluhan kwintal bahkan berton-ton, tapi kini untuk 1 kwintal saja sulit. Sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk melaut mencapai Rp 150-200 ribu, baya itu tak sebanding penghasilan yang hanya mendapat puluhan ribu rupiah saja.
Banyaknya nelayan yanng tidak melaut berdampak pada pelelangan ikan kian sepi, akibatnya aktivitas pelelangan ikan berkurang karena nelayan tidak mendapatkan hasil yang maksimal usai mereka melaut. Tidak banyak ikan yang diperoleh nelayan, sehingga para penjual ikan di tempat pelelangan ikan ini kekurangan stok, bahkan ada yang membeli ikan dari Muara Angke, Jakarta untuk dijual kembali. (*)
posting berita pukul 9:08 PM 0 comments
Lelah Nganter Raskin, Warman Tewas
BeritaKarawang.com - Seorang tukang becak tewas saat mengantarkan beras miskin (raskin) seberat 4,5 kwintal, Jumat (12/3/2010) siang. Korban bernama Warman (50) warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, dia terjatuh saat memikul karung raskin yang akan diangkut pada becaknya.
Diduga, korban tewas akibat kelelahan ketika mengantarkan raskin ke salah satu dusun sejauh 150 meter dari kantor desa. Ayah tiga anak ini tewas tersungkur di depan halaman kantor desa. Selain kelelahan, diduga kuat Warman jatuh dengan kepala terbentur, karena terdapat memar di begian kepala belakang. (*)
posting berita pukul 8:57 PM 0 comments
Upah Dibawah Minimum Adalah Kejahatan
Dan bila hal itu diterapkan, lanjutnya, jelas sikap perusahaan seperti demikian belum memanusiakan dan mensejahterakan karyawan yang kemudian juga bisa diperkarakan keranah pidana sebagai bentuk pelanggaran terhadap amanat undang-undang. "Jika tak mematuhi aturan, maka harus mau ditindak sesuai mekanisme yang ada," tegasnya.
Meski begitu, curiga saja boleh kita lakukan. "Tapi kami yakin setiap pwrusahaan bakal patuh terhadap aturan yang ada," katanya. (**)
posting berita pukul 10:14 PM 0 comments
Karawang Tuan Rumah PON XIX
Singaperbangsa Pemda Karawang, Kamis (11/3/2010) menjelaskan, Karawang memiliki sarana olahraga banyak, beberapa lokasi pernah dijadikan kejuaraan tingkat nasional dan Asean.
posting berita pukul 10:04 PM 0 comments
Mulai Tanam Setelah Dilanda Banjir
posting berita pukul 9:42 PM 0 comments
Kampanye Hidup Sehat, 170 Siswa SD Cuci Tangan Ramai-ramai
posting berita pukul 1:34 PM 1 comments
Pelita Jaya Kalah 2-0 Lawan Persija
BeritaKarawang.com - Persija Jakarta unggul 0-2 melawan tuan rumah Pelita Jaya dalam pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Singaperbangsa, Rabu (10/3/2010)
Gawang pelita Jaya yang dijaga I Made Kadek Wardana dibobol melalui kaki pemain tengah Persija. Gol kedua terjadi pada menit ke-65 melalui kaki Serge Emaleu. Namun pada menit ke-81, pemain depan Pelita Jaya, Redouane Barkoui berhasil melumpuhkan Persija, tapi wasit yang memimpin pertandingan, Najamudin, menganulir gol itu dengan alasan 'offside.
Hingga wasit meniup peluit panjang pertanda berakhirnya pertandingan, skor tidak berubah dan Persija tetap unggul 2-0 atas Pelita Jaya.
Kekalahan ini membuat Asisten Pelatih Pelita Jaya, Jajang Nurjaman kecewa terhadap wasit, karena terkesan berat sebelah. (**)
posting berita pukul 10:01 PM 0 comments
Dewan Fraksi PKS Kunjungi Lokasi Bencana Puting Beliung
DPRD Karawang telah meminta kepada Dinas Sosial agar lebih cepat menangani kerugian materi yang dialami warga korban bencana. "Kita minta pada Pemda Karawang dalam hal ini Dinsos supaya bisa melaksanakan langkah-langkah ini secara terpadu sehingga hasilnya efektif, " kata Dedi Sudrajat, anggota DPRD Karawang Fraksi PKS, Rabu (10/3/2010) siang. (*)
posting berita pukul 9:50 PM 0 comments
Wabub Buka Gebyar PAUD 2010
Kata Eli Amalia Priatna, dirinya merasa bahagia dapat menyertai anak-anak PAUD dalam mengikuti kegiatan yang kental bernuansa seni dan kreatifitas tersebut. "Hal ini karena saya yakin bahwa anak-anak yang telah dipersiapkan dan dibekali berbagai keterampilan akan mampu berkompetisi untuk menunjukkan kemampuan, bakat, dan kerativitasnya," ujarnya.
Lebih dia mengatakan, event yang digelar oleh HIMPAUDI Kecamatan Karawang Barat ini sangat penting dan memiliki manfaat yang besar dalam membangun kreatifitas anak-anak PAUD sejak dini. "Hal ini dapat memperkokoh dasar-dasar pendidikan sebagai prasyarat untuk meningkatkan kualitas SDM, karena PAUD sangat sarat dengan muatan akhlak, moral, dan intelektual anak," imbuhnya.
Ketua Panitia Gebyar PAUD, Hj. Nining mengatakan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan akan pentingnya keberadaan PAUD kepada masyarakat sekaligus evaluasi akses penyelenggaraan PAUD non formal di Kecamatan Karawang Barat. "Serta meningkatkan daya kreatifitas anak, mengembangkan daya pikir dan psikologis sosial anak, melatih keterampilan, dan juga menambah wawasan bagi anak," jelasnya.
Di Kecamatan Karawang Barat telah berdiri 43 kelompok PAUD Non Formal dengan jumlah pendidik sebanyak 157 orang dan jumlah warga belajar sebanyak 1.800 anak. "Namun pada kegiatan kali ini hanya diikuti oleh 1.350 anak, dan juga diikuti oleh 42 anak yang akan diberikan jalinan tali kasih," kata Nining. (**)
posting berita pukul 9:40 PM 0 comments
Tiap Desa Rp 1 Miliar Dari APBD
Demikian ditegaskan Ketua Komisi C DPRD Karawang, H. Tono Bahtiar, Rabu (10/3/2010) siang didampingi anggota Komisi C lainnya seperti Roycke, Dedi Sudrajat dan Ayatullah pada reses dewan di Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes. "Ini bukan wacana, inisiatif ini sudah mendapat respon positif dari pemerintah desa, karena mereka yang berhubungan langsung dengan program pemerintah pusat di daerahnya," ucap Tono.
Lebih lanjut Tono menegaskan, kemajuan kabupaten ini tidak lepas dari bagaimana desa bisa diberdayakan. Dengan asumsi anggaran APBD tahun 2011 yang tembus pada angka Rp 1,5 Triliun, maka peluang untuk memberikan kucuran dana pada tiap desa Rp 1 Miliar sangat besar.
Secara sistematika, rincian Rp 1,5 Triliun itu diantaranya Rp 700 Miliar untuk membayar gaji pegawai. Juga Rp 300 Miliar untuk pembangunan pemerataan di tingkat desa, yaitu Rp 1 Miliar tiap desa di 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang. Sedangkan sisanya Rp 500 Miliar untuk OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya.
Berarti, kata Tono, APBD Karawang tahun 2011 tetap sehat dan seimbang pada semua sektor. Asumsi Rp 1 Miliar ini akan dikemas dengan baik melalui kebijakan-kebijakan prioritas pembangunan tingkat desa. Kegiatan yang selama ini dikerjakan oleh OPD di tingkat kabupaten perlahan diberikan kepada desa melalui program pemerintah.
Prioritas pembangunan itu diantaranya peningkatan jalan lingkungan, peningkatan jalan poros desa, sarana keagamaan, UKM (Usaha Kecil dan Menengah), rehab ringan sarana pendidikan, honor perangkat desa, BPD desa, LPM desa, guru ngaji, Majelis Ulama Indonesia, perbaikan saluran air tersier untuk sarana pertanian, pengerukan saluran pembuang, karang taruna, PKK, juga termasuk budaya dan sebagainya.
Semua program itu, lanjutnya, akan diakomodir oleh danaIni akan diakomodir oleh dana Rp 1 Miliar itu. Juga, dengan dana sebesar itu, kegiatan desa akan dikerjakan oleh peran serta masyarakat dan tidak harus dilimpahkan pada tender. Dan Pemda Karawang hanya melaksanakan kegiatan yang bersifat besar, seperti peningkatan jalan antar desa dan kecamatan, pembangunan gedug pemerintahan dan lainnya.
"Dengan Rp 1 Miliar tiap desa diharapkan kedepan desa akan lebih cepat membangun dan pembangunan akan lebih merata di kabupaten ini," jelasnya. (*)
posting berita pukul 9:26 PM 0 comments
Polisi Rajia Suporter Persija vs Pelita Jaya
BeritaKarawang.com - Jajaran Polres Karawang merajia suporter bola, Rabu (10/3/2010). Pada rajia ini polisi mendapatkan sekawanan remaja yang kedapatan membawa parang, mereka langsung digelandang ke kantor Polres untuk diperiksa.
Rajia ini sehubungan dengan Pertandingan Pelita Jaya melawan Persija dalam lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia 2009/2010 di Stadion Singaperbangsa. Pada pertandingan tertutup ini polisi melarang adanya penonton, karena pertimbangan keamanan.
Kepada wartawan, Kapolres Karawang, AKBP Rudi Antariksawan menjelaskan, kebijakan pihak keamanan mengenai pertandingan Pelita Jaya lawan Persija tanpa penonton ini sudah dikoordinasikan kepada penitia pelaksana.
Kata Kapolres, itu dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi kericuhan antar suporter. Diakuinya, di Karawang ini terdapat suporter Persija, Pelita Jaya, dan Persib Bandung. Ditegaskannya, ketiga suporter itu dihalau polisi supaya jangan bertemu. Hal ini untuk mengantisipasi kericuhan. "Jadi lebih baik pertandingan nanti tanpa penonton," jelasnya. (*)
posting berita pukul 8:41 PM 0 comments
BAZ Sumbang Rp 1 Juta Untuk Yulia
BeritaKarawang.com - Penderita gizi buruk Yulia (6) warga Dusun Cukanggaleh, Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya masih menyita perhatian publik. Setelah di kunjungi Wakil Bupati Karawang, Hj. Eli Amalia Priatna beberapa waktu lalu, hingga kini bantuan Peduli Yulia datang silih berganti. Selasa (9/3/2010) siang, BAZ (Badan Amil Zakat) menyumbang Rp 1 juta untuk Yulia.
Di gubuk kediaman Yulia bersama kakek dan neneknya, Ketua BAZ Karawang, H. Santa Setia Wijaya didampingi Sekretarisnya, H. Slamet beserta staf Kecamatan Kutwaluya mengungkapkan, bantuan ini tidak hanya sekali diberikan untuk Yulia, tapi akan terus diucurkan hingga Yulia sembuh. "Kita bersama para donatur Insya Allah akan membantu memperbaiki rumahnya ini," kata H. Santa, sambil memperhatikan kondisi gubuk Yulia yang tampak kumuh.
Diketahui, Yulia ditinggal mati kedua orang tuanya sejak bayi, dalam kondisi sakit akibat kekurangan gizi, bayi perempuan itu diasuh oleh nenek dan kakeknya hingga sekarang. Sedangkan, kedua kakek dan neneknya yang sudah renta itu tak lagi bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk memberi makan Yulia. "Alhamdulillah, sejak diberikan perhatian yang cukup berat badan Yulia bertambah 5 Ons dari 6 kilo gram," kata nenek Yulia, Enen (60).
Kehadiran Yulia di rumah kakek neneknya ini mengundang iba para tetangga, hampir setiap hari bantuan makanan beras, roti dan susu diberikan untuk Yulia. Bahkan, gubuk tua yang dihuni Yulia bersama kedua kakek dan neneknya ini sempat direhab dari swadaya warga setempat. (*)
posting berita pukul 7:59 PM 0 comments
Bupati Terima Pamen Polri Peserta Susjab Kapolres
BeritaKarawang.com - Bupati Dadang S. Muchtar dan Kapolres Rudi Antariksawan serta unsur Muspida Kabupaten Karawang lainnya menerima kunjungan kerja rombongan Perwira Menengah (Pamen) Polri Peserta Kursus Jabatan Kepala Kepolisian Resort (Susjab Kapolres) di Gedung Singaperbangsa Lt. II Pemda karawang, Selasa (9/3/2010).
Kedatangan sepuluh orang pamen Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) tersebut adalah dalam rangka magang dan meninjau pelaksanaan kegiataan kemuspidaan. Mereka sebelumnya telah mengikuti pendidikan selama satu bulan di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri. Mereka selanjutnya akan meninjau dan melihat secara langsung kondisi keamanan dan ketertiban uum di Kabupaten Karawang.
Bupati Dadang S. Muchtar dalam kesempatan tersebut mengatakan, pemilihan Kabupaten Karawang sebagai lokasi magang para Pamen Polri merupakan keputusan yang sangat tepat. "Hal ini karena Kabupaten Karawang merupakan daerah penyangga ibukota yang memiliki masyarakat maupun permasalahan yang sangat dinamis dan kompleks, khususnya terkait kamtibmas," ujarnya.
Bupati melanjutkan, Kabupaten Karawang saat ini memiliki 2 juta penduduk dari berbagai etnis dan suku bangsa serta mempunyai dua fungsi ganda, yaitu sebagai daerah pertanian dan daerah industri. Hal inilah yang menyebabkan Karawang memiliki permasalahan yang sangat kompleks dan dinamis. "Menjadi Kapolres di Karawang sangat melelahkan, karena hampir tidak ada hari tanpa demo," jelasnya.
Di sisi lain, terkait hubungan Muspida di Kabupaten Karawang, Bupati Dadang S. Muchtar mengatakan bahwa hubungan dan koordinasi antar unsur muspida selalu berjalan dengan baik. koordinasi dan komunikasi tidak hanya dilakukan melalui rapat-rapat resmi, melainkan juga secara personal melalui telepon atau mendatangi langsung ke kantor masing-masing. "Komunikasi tidak hanya dilakukan ditingkat atas, melainkan staf setingkat kasie pun dapat langsung berkoordinasi," imbuhnya.
Bupati menambahkan, Republik Indonesia menganut sistem trias politika, yang dibangun oleh tiga unsur yaitu eksekutif (Pemerintah), Legislatif (DPR/DPRD), serta Yudikatif (Kepolisian/ Kejaksaan). Hal tersebut dijabarkan secara penuh di Kabupaten Karawang, dan Pemerintah Kabupaten Karawang atau Bupati tidak menghalang-halangi tupoksi masing-masing.
Kapolres Rudi Antariksawan menjelaskan, kegiatan susjab Kapolres merupakan kegiatan yang sebelumnya telah pernah ada, namun sempat berhenti selama beberapa waktu, dan aat ini, Susjab Kapolres diselenggarakan kembali oleh Mabes Polri. "Kegiatan magang ini merupakan tahap terakhir, yaitu untuk melihat sejauhmana pelaksanaan kegiataan kemuspidaan di Kabupaten Karawang," tambahnya.
Salah satu peserta Susjab Kapolres, Sony Sonjaya menjelaskan bahwa para peserta Susjab ini merupakan para perwira menengah Polri yang dicalonkan untuk menjadi Kapolres. Sebelumnya para peserta telah dibekali ilmu di lembaga pendidikan untuk kemudian melihat pelaksanaannya di lapangan. "Termasuk diantaranya melihat hal-hal positif dan inovatif, serta permasalahan-permasalahan yang riil dan tidak sesuai dengan teori yang telah diberikan," imbuhnya. (Humas Pemda Karawang)
posting berita pukul 6:29 PM 0 comments
Bupati Lepas Tim Intensifkasi Pajak
BeritaKarawang.com - Sebagai salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Daerah Kabupaten Karawang Tahun 2010, Pemerintah Kabupaten Karawang membentuk Tim Intensifikasi Pajak untuk melakukan pendataan. Pelepasan penugasan tim tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Dadang S. Muchtar saat pelaksanaan Apel Pagi PNS di Plaza Pemda Karawang, Selasa (9/3/2010).
Tim tersebut dibentuk dari sejumlah unsur terkait, yaitu Dinas Pendapatan Propinsi Jawa Barat UPPD X, Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Karawang, Satpol PP, Polres Karawang, dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. Tim tersebut akan melaksanaan pendataan ke perusahaan terkait dengan penggunaan air permukaan, air bawah tanah, dan penggunaan kendaraan operasional, maupun kendaraan antar jemput karyawan.
Bupati Dadang S. Muchtar dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan pelepasan Tim Intensifikasi Pajak Kabupaten Karawang diupacarakan secara simbolis adalah dalam rangka meningkatkan motivasi para anggota tim untuk bekerja dengan baik dalam meningkatkan pendapatan daerah. "Hal ini sangat penting karena kita baru bisa membangun dengan adanya pajak," ujarnya.
Bupati berharap tim intensifikasi pajak tersebut dalam pelaksanaannya dapat melaksanakan tugas secara persuasif, edukatif, serta melakukan pendekatan personil yang baik, sehingga para wajib pajak dapat benar-benar membayar pajak sesuai aturan. "Karena pajak mereka sangat bermanfaat bagi pembangunan di Kabupaten Karawang," imbuhnya.
Kepala DPPKAD Kabupaten Karawang, Setya Dharma, mengatakan, tujuan dibentuknya tim intensifikasi pajak ini adalah untuk melakukan optimalisasi penerimaan daerah dan bagi hasil bukan pajak propinsi pada sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), penggunaan Air Permukaan (APER), dan penggunaan Air Bawah Tanah (ABT).
Menurut Setya Dharma, realisasi penerimaan dana bagi hasil pajak dari Proinsi Jawa Barat Tahun 2009 mencapai Rp. 97.365.500.000,- yang terdiri dari bagi hasil pajak PKB Rp. 18.097.500.000,- ; bagi hasil BBNKB Rp. 19.950.000.000,- ; bagi hasil PBBKB Rp. 55.860.000.000,- ; bagi hasil ABT Rp. 738.000.000, dan bagi hasil Pajak APER Rp. 2.660.000.000,-. "Untuk tahun 2010 bagi hasil pajak propinsi ditargetkan sebesar Rp/ 102.895.209.800,- atau meningkat sebesar Rp.5.529.709.08 atau sebesar (5,68 %).
Setya Dharma melanjutkan, dari hasi evaluasi tahun 2009, pajak BBNKB hasil pendataan terdapat 746 unit, terdiri dari kendaraan berplat nomor Karawang sebanyak 379 unit, dan luar Karawang 367 unit. Pajak air permukaan hasil pendataan terdapat 72 wajib pajak, terdiri dari wajib pajak yang sudah memiliki ijin sebanyak 25 wajib pajak, dan yang belum memiliki ijin sebanyak 47 wajib pajak.
Sedangkan pajak Air Bawah Tanah hasil pendataan terdapat 56 wajib pajak, terdiri dari yang sudah memiliki ijin sebanyak 11 wajib pajak, dan belum memiliki ijin sebanyak 45 wajib pajak. "Dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah, titik berat pendataan akan dilakukan untuk pajak BBNKB yang berplat nomor luar Karawang, serta pajak APER dan ABT yang belum memiliki ijin, dan juga tambahan kendaraan baru atau titik APER dan ABT baru," tambahnya. (Humas Pemda Karawang)
posting berita pukul 6:27 PM 0 comments
Radio Komunitas The City 102 FM
BeritaKarawang.com - Radio The City 102 FM sudah mengudara sejak 3 minggu lalu. Meski tahap percobaan, frekwensi radio ini terdengar hampir di Karawang dan sekitarnya.
"Kita sudah mengcover Karawang, juga daerah Cikarang, Purwakarta, sebagian Cianjur, Lembang, Subang dan jalur pantura Sukamandi, Indramayu," kata Direktur The City 102 FM, Bambang Pranowo, juga Kepsek SMK Perbankan Indonesia, Selasa (9/3/2010) siang.
Radio komunitas yang nantinya akan berdiri di lantai tiga Ristek Land Building (SMK Ristek) akan menjadi salah satu upaya pengembangan sekolah untuk masuk dalam dinamika industri, juga ada unsur pendidikannya. Saat ini, The City 102 FM masih siaran di lantai bawah SMK Perbankan Indonesia.
Dengan komitmen yang kuat dan visi yang baik akan menjadikan SMK sebagai tempat untuk mengaplikasikan keahlian dan pengetahuan yang ada. "Ini korelasi The City FM di sekolah, secara bisnis dapat, juga secara hiburan dan pendidikan pun bisa berjalan," ucapnya. (*)
posting berita pukul 3:11 PM 0 comments
Bayi Baru Lahir Menderita Hidrosephalus dan Bibir Sumbing
"Bayi ini sudah mengalami kelainan saat melahirkan, ubun-ubunnya tidak normal, kepala lebih besar dibanding kondisi bayi normal. Juga kondisi bagi ini memiliki berat badan rendah, hanya 1,5 kg," jelasnya. (*)
posting berita pukul 2:58 PM 0 comments
Cap Go Meh Karawang
posting berita pukul 8:29 PM 0 comments
Coba Aborsi Demi Pergi TKW?
posting berita pukul 7:46 PM 0 comments