Dengklok Gulirkan Desa Siaga

Wednesday, December 17, 2008

Pertemuan di aula Desa Kertasari mengenai Desa Siaga.
 
 
 
RENGASDENGKLOK, RAKA - Selasa (16/12) siang, Promosi Kesehatan (Prokes) Desa Siaga dari Puskesmas Rengasdengklok, Oom Komalasari melakukan pertemuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dalam rangka desa siaga termasuk Pembentukan Musyawarah Desa (PMD), Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Desa Dewisari dan Kertasari.
 
Pada kesempatan itu, Oom menyampaikan tentang kesehatan kepada kader-kader tersebut. Diketahui, Departemen Kesehatan menggulirkan program Desa Siaga. Program ini diluncurkan karena program Visi Indonesia Sehat 2010 terancam tak bisa tercapai tepat waktu. Sebanyak 69 ribu desa se-Indonesia ditargetkan telah menjadi desa siaga pada akhir 2008. Desa siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumberdaya dan kemampuan mencegah serta mengatasi masalah-masalah kesehatan.
 
Program Desa Siaga bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Selain itu, meningkatkan kemampuan dan kemauan masyarakat desa menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan. Program Desa Siaga juga bisa meningkatkan kewaspadaan dan kesiap siagaan masyarakat desa. Sehingga masyarakat dapat mengetahui berbagai risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti bencana dan wabah penyakit. Dengan program ini, kesehatan lingkungan desa diharapkan bisa meningkat.
 
Sebuah desa dikategorikan sebagai desa siaga jika memiliki pelayanan kesehatan dasar seperti pos kesehatan desa atau puskesmas pembantu. Selain itu, harus dilengkapi berbagai unit kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) sesuai kebutuhan masyarakat setempat, seperti posyandu. Tak hanya itu, desa siaga juga nantinya akan memiliki sistem 'surveilans' penyakit dan faktor-faktor risiko berbasis masyarakat. Sebuah desa siaga ini nantinya akan memiliki kesiapsiagaan dan penanggulangan gawatdarurat dan bencana berbasis masyarakat. Pembiayaannya diarahkan berbasis masyarakat.
 
Desa siaga terbagi empat tingkatan, yakni desa siaga pratama, desa siaga madya, desa siaga paripurna, dan desa siaga mandiri. Pembagian tingkatan ini diukur berdasarkan ketersediaan pelayanan dan akses kesehatan yang terdapat di desa itu. Paling tidak, untuk saat ini, ada ribuan desa yang sudah tergolong desa siaga pratama. Dan keputusan menteri kesehatan tentang desa siaga ditandatangani Juni 2006 lalu. Sedangkan, peraturan presiden tentang desa siaga ditandatangani presiden pada November 2006. Program Desa Siaga ini ditargetkan tercapai pada akhir 2008, sebelum masa perintahan SBY berakhir. (spn)
 
 

0 comments:

Post a Comment

Apa pendapat Anda tentang berita ini? komentar berita Secara otomatis, komentar yang ditulis akan masuk pada dinding Facebook Anda.
 
 
 
 
Copyright © BeritaKarawang.com | Space iklan logo Rp 200 ribu sebulan
Karawang, Jawa Barat, Indonesia, 085691309644, beritakarawang@gmail.com | Asep Saepudin Hasan