SMK Ristek Gembleng Siswa Pemalas

Wednesday, December 24, 2008

Kepsek dan Wakasek Kesiswaan SMK Ristek saat pelaksanaan recovery kemarin.
 
 
KUTAWALUYA, RAKA - Secara rutin tiap semester, SMK Ristek melaksanakan 'recovery' yang bertujuan mendidik kembali mental siswa yang nakal dan yang sering bolos sekolah. Rencananya, hari ini Rabu (14/12) Polsek Rengasdengklok akan memberi arahan pada siswa yang di-recovery untuk menjauhi narkoba dan kriminalitas.
 
Waksek Kesiswaan, Amin didampingi Kepsek SMK Ristek Drs. Darsono Sumedi menjelaskan kepada RAKA, kemarin. Recovery ini upaya mendisiplinkan siswa Ristek, mengingat kini perusahaan industri lebih melihat kedisiplinan lulusan SMK dibanding nilai akademik. Semester ini, sebanyak 100 siswa lebih dari jumlah seluruhnya sebanyak 1.360 di-recovery dan dibina oleh guru khusus. "Recovery ini merupakan ujian bagi siswa, apakah mereka tetap semangat untuk sekolah atau tetap jadi siswa nakal," kata Amin, berharap recovery ini menjamin 100 persen siswanya terbina dengan baik selama mengenyam ilmu di SMK Ristek.
 
Jika dia mengalami perubahan dari nakal menjadi baik, lanjut Amin, berarti dia bisa mengubah sikapnya sendiri, tapi jika tetap saja nakal, maka tidak menutup kemungkinan akan diskors. Dan jika tetap saja nakal meski diskors, maka terpaksa pihak sekolah akan mengembalikan siswa tersebut pada orang tuanya. Recovery ini sengaja dilakukan tiap semester agar siswa teruji dan terdidik mentalnya sebelum mereka memasuki dunia kerja yang ekstra ketat dan disiplin.
 
Recovery semester ini dilaksanakan 22-24 Desember 2008 dari pagi sampai waktu Ashar. Dan hampir tiga jurusan siswa di SMK ini sebagian kecilnya di recovery, diantaranya teknik audio video, teknik mesin perkakas dan teknik otomotif. Siswa yang tercatat di-recovery adalah yang tidak mematuhi aturan sekolah, termasuk yang sering datang terlambat masuk kelas diawal pelajaran mereka.
 
Selama tiga hari ini, siswa tersebut kembali diberi arahan tentang peraturan sekolah, termasuk akdemiknya diantaranya Bahasa Inggris, Matematikan dan Bahasa Indonesia, juga praktek bengkel untuk mempersiapkan skil. "Jadi, ada tiga materi dikelas selama recovery untuk mengatasi masalah mental dan memberikan motivasi," katanya.
 
Dengan begitu, pihak sekolah mewajibkan pada siswa untuk hadir pada kegiatan recovery ini. Dan usai recovery, selama sebulan siswa tersebut harus absen pada guru kesiswaan, karena siswa yang telah di-recovery ini akan terus dipantau oleh guru kesiswaan. (spn)
 
 

0 comments:

Post a Comment

Apa pendapat Anda tentang berita ini? komentar berita Secara otomatis, komentar yang ditulis akan masuk pada dinding Facebook Anda.
 
 
 
 
Copyright © BeritaKarawang.com | Space iklan logo Rp 200 ribu sebulan
Karawang, Jawa Barat, Indonesia, 085691309644, beritakarawang@gmail.com | Asep Saepudin Hasan