Wartawan Gadungan Berhasil Dibekuk Polisi

Monday, December 22, 2008

RENGASDENGKLOK, RAKA - Buronan pelaku penipuan yang selama ini dicari telah ditangkap jajaran Polsek Rengasdengklok. Rian alias Andi alias Gepeng (21) dibekuk saat di bengkel motor di Gang Otong, Desa Amansari. Pria ini sempat berhasil melakukan penipuan terhadap siswa SMPN 1 Jayakerta setahun lalu mengatas namanya wartawan TPI dan terakhir menipu belasan handphone pada siswi SMK Perbankan Indonesia, Kutawaluya seminggu lalu mengatas namakan Bekasi Intertikal Breaker.
 
Sejak kejadian penipuan itu, pihak sekolah beserta siswa melakukan pelacakan ke beberapa daerah sekitar Rengasdengklok hingga Karawang. Sebelumnya, pelaku penipuan yang berhasil menggelabui pihak sekolah dan merampas barang-barang berharga milik siswa-siswi SMK Perbankan Indonesia kini harus berhadapan dengan jeratan sanksi hukum kepolisian. Dan pelaku penipuan ini sangat meresahkan pihak sekolah yang ada di daerah Rengasdengklok, Jayakerta dan Kutawaluya.
 
Penangkapan tersebut dilakukan oleh Siswa SMK Perbangkan dan warga sekitar, pada Sabtu (20/12) pagi, ketika si pelaku penipuan kedapatan sedang ada di bengkel sepeda motor, gelagatnya mencurigakan warga setempat, tersangka langsung disergap dan digelandang ke Polsek Rengasdengklok.
 
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun RAKA, tersangka ini diketahui bernama Ryan warga Malang, Jawa Timur yang sekarang ngontrak di Jalan Proklamasi Tanjung Pura. Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, pelaku mengaku melakukan aksi penipuan di SMK Perbankan Indonesia dan di sekolah lainnya. Berdasarkan penuturannya, modus jahat ini memang sudah direncanakan bahkan sebelum pelaku melakukan aksinya di SMK Perbankan Indonesia, dia juga sempat berhasil melakukan aksi serupa di SMPN 1 Jayakerta dengan cara yang sama.
 
Di SMK Perbankan, Ryan mengaku awalnya pada hari Rabu (10/12) mendatangi SMK Perbankan Indonesia dan menemui Guru Pembina Paskibra dengan membawa surat kegiatan BIB (Bekasi Interkal Breker) dengan kegiatan perlombaan Paskibra, bola volly dan Out Bound dan mengajukan diri untuk melatih Paskibra SMK tersebut tanpa meminta bayaran sepeserpun.
 
 
Kemudian, setelah mendapatkan persetujuan dari pembina Paskibra, ia pun mulai melatih anggota Paskibra dengan berkoordinasi dengan Guru Staf sekolahan tersebut untuk memakai ruangan atas rekomendasi dari guru pembina Paskibra tapi pada hari Sabtu (13/12) tanpa sepengetahuan pihak sekolah, pelaku penipuan tersebut menggiring ke 24 anggota paskibra SMK Perbankan Indonesia untuk latihan di halaman Kecamatan Kutawaluya dengan mengiming-imingkan hadiah perlombaan tersebut besar.
 
Siasat jahatnya ini ia lakukan menyuruh anggota Paskibra dari pos per pos. Dan para anggota paskibra tersebut disuruh menitipkan handphonenya termasuk motor kepada pelaku tersebut untuk dijemput dipos berikutnya. Namun, handphone termasuk satu unit motor Yamaha Mio tersebut dilarikan oleh si palaku. Motor Yamaha Mio yang dilarikan pelaku tersebut bernopol B 6211 NYC langsung dibawa pelaku ke salah satu bengkel sepeda motor di Gang Otoy Desa Desa Dukuh Karya untuk diganti warna oleh si pelaku menjadi warna putih serta mengganti karburator motor tersebut dengan karburator milik Yamaha RX King, disinyalir motor tersebut akan digunakan si pelaku untuk balapan liar, sebab dugaan sementara pelaku penipuan tersebut merupakan pembalap liar yang sering adu kencang di jalan tanah merah, Desa Rengasdengklok Selatan.
 
Selain itu, menurut pengakuannya, ke 16 handphone milik anggota Paskibra SMK Perbankan Indonesia yang berhasil diboyongnya itu dijual tersangka ke pasar ular di Jakarta dengan harga 1,5 juta untuk semua handphone, padahal ke 16 handphone tersebut dikategorikan handphone mewah.
 
Sementara, hasil penyelidikan kepolisian Rengasdengklok mengarah pada bukti kuat bahwa pelaku juga merupakan tersangka penipuan di SMPN 1 Jayakerta, saat itu pelaku mengatasnamakan wartawan TPI dan mengelabui pihak sekolah dengan modus melakukan 'casting' kepada murid-murid SMPN tersebut. Di Polsek Rengasdengklok, guru SMPN 1 Jayakerta yang melihat langsung tersangka di langsung yakin memang Ryan lah pelaku penipuan di sekolahnya.
 
Dari hasil pengembangan pemeriksaan, ditemukannya juga 9 bundel proposal berlogo TPI beserta stempelnya di dasboard sepeda motor Yamaha Mio milik anggota Paskibra SMK Perbankan. Tersangka juga mempunyai 'ID card' TPI yang berdasarkan pengakuannya dibuatkan di jalan Niaga Karawang.
 
"Hasil penyelidikan diketahui, selain mengaku sebagai Pelatih Paskibra tersangka juga kerap kali mengaku sebagai Pegawai dari televisi swasta, hal tersebut dikuatkan oleh penemuan bukti-bukti yang kami kumpulkan," ujar Kapolsek Rengasdengklok, AKP Muji Harja kepada wartawan, Sabtu (20/12). (spn)

0 comments:

Post a Comment

Apa pendapat Anda tentang berita ini? komentar berita Secara otomatis, komentar yang ditulis akan masuk pada dinding Facebook Anda.
 
 
 
 
Copyright © BeritaKarawang.com | Space iklan logo Rp 200 ribu sebulan
Karawang, Jawa Barat, Indonesia, 085691309644, beritakarawang@gmail.com | Asep Saepudin Hasan